{"id":77603,"date":"2025-05-20T09:42:53","date_gmt":"2025-05-20T02:42:53","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=77603"},"modified":"2025-05-20T09:42:53","modified_gmt":"2025-05-20T02:42:53","slug":"selasa-20-mei-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=77603","title":{"rendered":"Selasa, 20 Mei 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 20 Mei 2025<br \/>\nHari Kebangkitan Nasional<br \/>\nYohanes 14:27 (Yoh 14:27-31a)<br \/>\n\u201dDamai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.\u201d<\/p>\n<p>Damai Sejahtera Dalam Yesus<\/p>\n<p>Dunia hanya mampu memberikan damai yang semu dan sesaat saja. Hati kita akan terus dihantui dengan pelbagai macam kecemasan karena tak ada satupun yang dapat menjamin bahwa tak akan ada perselisihan dan perang, bencana dan malapetaka, sakit penyakit dan berbagai kesulitan serta persoalan hidup.<br \/>\nKita selalu cemas dan takut menghadapi pertanyaan yang kita ajukan untuk diri sendiri, \u201cbagaimana \u2026 kalau.\u201d<br \/>\nBagaimana kalau saya sakit, bagaimana kalau saya gagal, bagaimana kalau saya tidak berhasil, bagaimana kalau saya kehilangan pekerjaan? Bagaimana kalau saya kehilangan pasangan saya, atau orangtua, atau anak saya? Yang paling mengerikan bila kita bertanya: bagaimana kalau saya mati?<\/p>\n<p>Yesus datang membawa damai sejahtera, oleh ajakanNya yang penuh kasih: \u201cMarilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.\u201d (Mat 11:28-29).<br \/>\nYesus pernah berkata, \u201cJanganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.\u201d (Mat 6:25)<br \/>\n\u201dTinggallah dalam Aku dan Aku dan Aku di dalam kamu.\u201d (Yoh 15:4). Dan hari ini Yesus berjanji, \u201cDamai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan dunia. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.\u201d<\/p>\n<p>Mari datang pada Yesus dan tinggal bersamaNya, bersandar padaNya dan selalu bersatu denganNya. Rasakanlah damai di hati oleh rangkulan kasih Yesus.<br \/>\n\u201dYa Yesus, Engkaulah jalan, kebenaran dan hidup kami. PadaMu kami percaya dan berserah.\u201d<\/p>\n<p>Selamat Hari Kebangkitan Nasional. Mari bangkit bersama Yesus. Damailah di hati, damailah Indonesia!\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 20 Mei 2025<br \/>\nSelasa Paskah V<br \/>\nPF S. Bernardinus dari Siena, Imam<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Luk 24:46.26<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 14:27-31a<br \/>\n**************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nLuk 24:46.26<br \/>\nMesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 14:27-31a<br \/>\nDamai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Dalam amanat perpisahan-Nya<br \/>\nYesus berkata kepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu.<br \/>\nDamai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu,<br \/>\ndan apa yang Kuberikan<br \/>\ntidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu.<br \/>\nJanganlah gelisah dan gentar hatimu!<br \/>\nKamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu:<br \/>\nAku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu.<br \/>\nSekiranya kamu mengasihi Aku,<br \/>\nkamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku,<br \/>\nsebab Bapa lebih besar dari pada Aku.<br \/>\nSekarang juga Aku mengatakannya kepadamu<br \/>\nsebelum hal itu terjadi,<br \/>\nsupaya apabila hal itu terjadi, kamu percaya.<br \/>\nTidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu,<br \/>\nsebab penguasa dunia ini datang,<br \/>\nnamun ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku.<br \/>\nTetapi dunia harus tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa,<br \/>\ndan bahwa Aku melakukan segala sesuatu<br \/>\nseperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***************<\/p>\n<p>DAMAI SEJAHTERA KUTINGGALKAN BAGIMU, DAMAI SEJAHTERAKU KUBERIKAN KEPADAMU&#8221;<br \/>\n(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)<\/p>\n<p>Yesus menjanjikan Penghibur<\/p>\n<p>Itulah kata2 Yesus dlm amanat perpisahanNya kp para muridNya. Itulah juga kata2 Yesus menjelang saya, anda menyantap Tubuh dan darahNya dalam menerima Sakramen Ekaristi. Damai dirasakan sesudah suatu permusuhan berakhir; sesudah dosa dan salah dihapuskan atau diampuni. Hal ini terjadi ketika saya, anda yg terlibat dalam permusuhan itu menyadari bahwa BERMUSUHAN\/BERDOSA itu membuat HIDUP saya, anda TIDAK PERNAH AMAN, TENANG, TENTERAM, DAMAI dan BAHAGIA.<\/p>\n<p>Damai yg diberikan Tuhan adalah DAMAI SEJATI. Damai yg berasal dari Allah Bapa, yg tdk pernah didapatkan dari dunia. Damai dari Tuhan menjadikan orang BERSYUKUR dan BERSUKACITA DALAM SEGALA HAL dan KEADAAN, baik dalam SUKA maupun dlm DUKA. Damai dari Tuhan mengikat para rasul (saya, anda) utk BERTAHAN MENGHADAPI SEGALA TANTANGAN DAN COBAAN HIDUP. Damai dari Tuhan (yg menetap dlm hati dan hdp saya, anda) MEMBEBASKAN saya, anda dari RASA TAKUT dalam melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan Allah yg dipercayakan kp saya, anda seberat apa saja pekerjaanNya.<\/p>\n<p>Saya, anda ingin hidup DAMAI, AMAN, TENANG, TENTERAM, PENUH SUKACITA, KEBAHAGIAAN. Dan memang itulah tujuan yg ingin saya, anda capai, rasakan, alami dlm hidup yg sementara ini. Kalau belum mencapai atau mengalami atau merasakan hal itu sampai saat ini di sini, itu berarti saya, anda GAGAL TOTAL dlm MENJALANI, MENGELOLA HIDUP ini. Namun utk sampai ke situ, dibutuhkan PERJUANGAN, PENGORBANAN. Dibutuhkan sikap dan semangat cintakasih. Hidup saling mengasihi. Hidup dalam kasih. Beri yg terbaik dan terindah utk Tuhan, sesama dan diri sendiri dan lingkungan alam ciptaan lainnya. Bukan hidup dlm permusuhan: dg Tuhan, sesama dan diri sendiri (yg membuat gelisah, tdk tenang, tidak damai, tdk bahagia). Maka marilah dg sadar dan rendah hati berjuang utk BERDAMAI DENGAN TUHAN, SESAMA, DAN TERUTAMA DENGAN DIRI SENDIRI dan LINGKUNGAN ALAM CIPTAAN LAINNYA &#8220;SAAT INI JUGA DAN DI SINI MEMANG&#8221;. Jgn tunda!! Nikmati hdp ini! Pastikan saat ini, detik ini, menit ini, jam ini dan hari ini saya, anda menikmati hidup damai dan bahagia. Menerima Sakramen Ekaristi (Misa) Harian (fakultatif) dan wajib Hari Minggu dan Hari2 Raya yang disamakan dengan Hari Minggu adalah kesempatan emas untuk berdamai dengan Tuhan, sesama dan diri sendiri dan lingkungan alam ciptaan lainnya.<\/p>\n<p>Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati saya, anda sekalian yg hidup Damai dengan Tuhan dan sesama dan diri sendiri dan lingkungan alam ciptaan lainnya. Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 20 Mei 2025 Hari Kebangkitan Nasional Yohanes 14:27 (Yoh 14:27-31a) \u201dDamai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-77603","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/77603","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=77603"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/77603\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":77604,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/77603\/revisions\/77604"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=77603"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=77603"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=77603"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}