{"id":77263,"date":"2025-05-14T09:45:56","date_gmt":"2025-05-14T02:45:56","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=77263"},"modified":"2025-05-14T09:45:56","modified_gmt":"2025-05-14T02:45:56","slug":"rabu-14-mei-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=77263","title":{"rendered":"Rabu, 14 Mei 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 14 Mei 2025<br \/>\nPesta St Matias Rasul<br \/>\nYohanes 15:15 (Yoh 15:9-17)<br \/>\n\u201dAku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.\u201d<\/p>\n<p>Menjadi Sahabat Yesus<\/p>\n<p>Setiap tanggal 14 Mei, Gereja merayakan Pesta St Matias, Rasul yang menggantikan Yudas Iskariot yang mengkhianati Yesus. Yudas telah mati bunuh diri karena menyesali diri telah menjual Tuannya.<br \/>\nBangsa Israel terdiri dari 12 suku, mengikuti keturunan dari anak-anak Yakub. Yesus memilih Rasul-rasulNya mengikuti jumlah suku Israel dengan maksud agar Gereja yang dibentukNya menjadi Israel yang baru, umat Perjanjian Baru.<br \/>\nOleh karena itu sesudah Yudas Iskariot mati, dikisahkan dalam Kisah Para Rasul (Kis 1:15-26), atas saran Petrus yang merujuk pada nubuat Daud dalam Mazmur 69:26, para Rasul berdoa dan oleh petunjuk Tuhan, ditunjuklah Matias menjadi Rasul.<\/p>\n<p>Dalam Injil, Yesus menyebut rasul-rasulNya sebagai sahabat. Padahal seharusnya mereka menjadi hamba atau pelayanNya. Yesus mengangkat martabat para rasul sejajar denganNya agar dalam mewartakan Injil mereka terlebih dahulu menjalin persahabatan dengan Yesus. Menjadikan Yesus sahabat sejati, yang rela berkorban bahkan rela mati untuk semua sahabatNya.<\/p>\n<p>Sesudah era para Rasul berakhir kini kita semua dipanggil Yesus untuk menjadi saksi kebangkitanNya, dan melanjutkan kisah para rasul Kristus sampai akhir zaman.<br \/>\nKalau kita baca Kitab Kisah Para Rasul, babnya yang terakhir adalah bab 28. Tapi menurut Mgr Ignatius Suharyo, Kardinal kita yang ahli Kitab Suci, Kisah Para Rasul tidaklah berakhir pada bab 28, tapi tetap terbuka dan terus ditulis hingga saat ini dan sampai akhir jaman.<\/p>\n<p>Kisah para rasul menjadi kisah semua pengikut Yesus yang adalah rasul-rasulNya, kita semua. Mari sekarang kita menjadi rasul Yesus, sahabat Yesus. Ceritakanlah pada dunia kisah persahabatan kita dengan Yesus. Bagaimana Ia setia menemani kita dalam suka duka. Mengangkat kita saat kita jatuh. Menghibur kita saat susah. Membantu kita saat kita tak berdaya. Memegang tangan kita untuk terus dekat di hatiNya.<br \/>\nYesus mencintai kita, maka teruskanlah cinta Yesus dalam persahabatan kita dengan saudara-saudari kita yang lain. Biarlah kisah persahabatan kita dengan Yesus menjadi kisah para rasul masa kini.<\/p>\n<p>Selamat hari baru. Terimalah berkat Tuhan dan jadilah saksi kebaikan Tuhan.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 14 Mei 2025<br \/>\nRabu Paskah IV<br \/>\nWarna Liturgi: Merah<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 15:16<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 15:9-17<br \/>\n**************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 15:16<br \/>\nBukan kamu yang memilih Aku,<br \/>\ntetapi Akulah yang memilih kamu.<br \/>\nAku telah menetapkan kamu,<br \/>\nsupaya kamu pergi dan menghasilkan buah,<br \/>\ndan buahmu itu tetap.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 15:9-17<br \/>\nBukan kamu yang memilih Aku,<br \/>\ntetapi Akulah yang memilih kamu.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Pada perjamuan malam terakhir<br \/>\nYesus bersabda kepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Seperti Bapa telah mengasihi Aku,<br \/>\ndemikianlah juga Aku telah mengasihi kamu;<br \/>\ntinggallah di dalam kasih-Ku itu!<br \/>\nJikalau kamu menuruti perintah-Ku,<br \/>\nkamu akan tinggal di dalam kasih-Ku,<br \/>\nseperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku<br \/>\ndan tinggal di dalam kasih-Nya.<br \/>\nSemuanya itu Kukatakan kepadamu,<br \/>\nsupaya sukacita-Ku ada di dalam kamu<br \/>\ndan sukacitamu menjadi penuh.<\/p>\n<p>Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi,<br \/>\nseperti Aku telah mengasihi kamu.<br \/>\nTidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang<br \/>\nyang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.<br \/>\nKamu adalah sahabat-Ku,<br \/>\njikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.<br \/>\nAku tidak menyebut kamu lagi hamba,<br \/>\nsebab hamba tidak tahu apa yang diperbuat oleh tuannya.<br \/>\nTetapi Aku menyebut kamu sahabat,<br \/>\nkarena Aku telah memberitahukan kepadamu<br \/>\nsegala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.<\/p>\n<p>Bukan kamu yang memilih Aku,<br \/>\ntetapi Akulah yang memilih kamu.<br \/>\nDan Aku telah menetapkan kamu,<br \/>\nsupaya kamu pergi dan menghasilkan buah,<br \/>\ndan buahmu itu tetap,<br \/>\nsupaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku,<br \/>\ndiberikan-Nya kepadamu.<br \/>\nInilah perintah-Ku kepadamu:<br \/>\nKasihilah seorang akan yang lain.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***************<\/p>\n<p>MENJADI SAHABAT TUHAN YANG TIDAK PERNAH BERHENTI MENGASIHI SAYA, ANDA, apapun keadaan<br \/>\n(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)<\/p>\n<p>&#8220;Seperti Bapa telah MENGASIHI Aku, demikianlah juga Aku TELAH MENGASIHI KAMU; Tinggallah DI DALAM (jgn di luar) KASIHKU itu.&#8221; (Yoh. 15:9). &#8220;Tidak ada KASIH yg LEBIH BESAR drpd KASIH seorang yg MEMBERIKAN NYAWANYA utk sahabat2nya. Kamu adalah sahabatKu, jikalau kamu BERBUAT apa yg Kuperintahkan kepadamu&#8221; (Yoh. 15:13-14).<\/p>\n<p>Yesus meminta dan mengundang para muridNya (saya, anda) utk MEMILIKI, MENGHAYATI dan MENGAMALKAN SIKAP dan SEMANGAT CINTAKASIH (mengasihi, mencintai). Saya, anda diajak utk TINGGAL DALAM KASIHNYA (sama seperti DIA, tinggal dalam Kasih BapaNya); Yesus pasti mencintai saya, anda sama seperti DIA dikasihi oleh BapaNya. DIA pun mengajak saya, anda utk MENGASIHI DIA dan SESAMA dan Lingkungan alam ciptaan lainnya. Mencintai\/mengasihi mengandung arti &#8221; memberi dan memberi dan memberi, dan TERUS memberi yg terbaik dan terindah&#8221; utk Tuhan dan orang lain dan lingkungan alam ciptaan lainnya, apapun keadaan! Di sana saya, anda sdh, sedang dan akan menemukan SUKACITA, KEGEMBIRAAN, KEDAMAIAN, KEBAHAGIAAN HIDUP. Itulah perintah baru dari Tuhan untuk saya, anda. Itu baru namanya saya, anda adalah SAHABAT Tuhan! &#8220;Kamu (saya,anda) adalah sahabatKu, jikalau kamu BERBUAT apa yang Kuperintahkan kepadamu&#8221; (Yoh.15:14).<\/p>\n<p>Selamat menjadi sahabat Tuhan. Selamat melaksanakan perintah baru dari Tuhan Yesus: mencintai dan saling mencintai\/mengasihi. Jgn pernah berhenti utk mengasihi: mengasihi Tuhan dan orang lain dan lingkungan alam ciptaan lainnya seperti yang telah Tuhan buat untuk saya, anda! Ingat, ingat, ingat: Tuhan tidak pernah berhenti mencintai saya, anda dan lingkungan alam ciptaan lainnya, apapun keadaan.<\/p>\n<p>Semoga DENGAN BANTUAN DOA BUNDA MARIA DAN ST.YOSEF dan ST. MATIAS, Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati saya, anda yang tidak berhenti mencintai Tuhan, sesama dan alam ciptaan lainnya. Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 14 Mei 2025 Pesta St Matias Rasul Yohanes 15:15 (Yoh 15:9-17) \u201dAku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat,&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-77263","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/77263","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=77263"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/77263\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":77264,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/77263\/revisions\/77264"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=77263"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=77263"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=77263"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}