{"id":77158,"date":"2025-05-12T09:33:34","date_gmt":"2025-05-12T02:33:34","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=77158"},"modified":"2025-05-12T09:33:38","modified_gmt":"2025-05-12T02:33:38","slug":"senin-12-mei-2025-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=77158","title":{"rendered":"Senin, 12 Mei 2025"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Roma 6:9\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kristus yang bangkit dari alam maut takkan wafat lagi. Maut takkan menguasai-Nya lagi. Aleluya.\u2063<strong>\u2063<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Antara gembala dan kawanan domba, ada sambung rasa dan sambung nasib. Yesus menyebut diri-Nya \u201cGembala Baik.\u201d Di sebut-Nya pula pintu kandang, pintu masuk ke dalam keselamatan dan kebahagiaan. Sebab, la datang agar semua orang, pun yang masih jauh dari Tuhan, bertobat dan menikmati hidup yang melimpah.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa mahaluhur, Putra-Mu telah merendahkan diri untuk mengangkat dunia yang telah jatuh dan membebaskan kami dari dosa. Berilah umat-Mu kegembiraan sejati, agar mampu menikmati sukacita abadi. Demi Kristus, \u2026.\u2063<strong>\u2063<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU:\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa Gembala Baik umat manusia, janji kedamaian Kautujukan kepada semua orang. Maka, bukakan kami pintu gerbang kerajaan-Mu berkat Yesus, sabda kebenaran-Mu, Tuhan dan pengantara kami, yang\u2026.\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 11:1-18<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>\u201cJadi kepada bangsa-bangsa lain pun Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup.\u201d<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Rasul-rasul dan saudara-saudara di Yudea mendengar, bahwa bangsa-bangsa lain juga menerima firman Allah. Ketika Petrus tiba di Yerusalem, orang-orang dari golongan yang bersunat berselisih pendapat dengan dia. Kata mereka: \u201cEngkau telah masuk ke rumah orang-orang yang tidak bersunat dan makan bersama-sama dengan mereka.\u201d Tetapi Petrus menjelaskan segala sesuatu berturut-turut, katanya: \u201cAku sedang berdoa di kota Yope, tiba-tiba rohku diliputi kuasa ilahi dan aku melihat suatu penglihatan: suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya diturunkan dari langit sampai di depanku. Aku menatapnya dan di dalamnya aku lihat segala jenis binatang berkaki empat dan binatang liar dan binatang menjalar dan burung-burung. Lalu aku mendengar suara berkata kepadaku: Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah! Tetapi aku berkata: Tidak, Tuhan, tidak, sebab belum pernah sesuatu yang haram dan yang tidak tahir masuk ke dalam mulutku. Akan tetapi untuk kedua kalinya suara dari sorga berkata kepadaku: Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram! Hal itu terjadi sampai tiga kali, lalu semuanya ditarik kembali ke langit. Dan seketika itu juga tiga orang berdiri di depan rumah, di mana kami menumpang; mereka diutus kepadaku dari Kaisarea. Lalu kata Roh kepadaku: Pergi bersama mereka dengan tidak bimbang! Dan keenam saudara ini menyertai aku. Kami masuk ke dalam rumah orang itu, dan ia menceriterakan kepada kami, bagaimana ia melihat seorang malaikat berdiri di dalam rumahnya dan berkata kepadanya: Suruhlah orang ke Yope untuk menjemput Simon yang disebut Petrus. Ia akan menyampaikan suatu berita kepada kamu, yang akan mendatangkan keselamatan bagimu dan bagi seluruh isi rumahmu. Dan ketika aku mulai berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama seperti dahulu ke atas kita. Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan: Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus. Jadi jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?\u201d Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya: \u201cJadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup.\u201d<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 42:2-3; 43:3-4<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Ref.<\/em><em>&nbsp;Jiwaku, haus, pada-Mu Tuhan, ingin melihat wajah Allah.<\/em><\/strong><br><strong>Atau<em>&nbsp;Jiwaku haus akan Allah, akan Allah yang hidup!<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Seperti rusa merindukan sungai berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus akan Allah, akan Allah yang hidup! Bilakah aku boleh datang melihat Allah.<\/li>\n\n\n\n<li>Suruhlah terang dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-gunung yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!<\/li>\n\n\n\n<li>Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, sukacita dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku!<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;&nbsp;<em>Alleluya, alleluya, alleluya.<\/em><br>S : (Yoh 10:14)&nbsp;<em>Akulah gembala yang baik, sabda Tuhan, Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 10:11-18<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>\u201cGembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.\u201c<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang Farisi, \u201cAkulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu. Ia lari karena ia seorang upahan, dan tidak memperhatikan domba-domba itu.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Akulah gembala yang baik. Aku mengenal domba-domba-Ku, dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga; mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorang pun mengambilnya daripada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Demikianlah Sabda Tuhan<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Anselmus Inharjanto SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Vivat cor Iesu per cor Mariae.&nbsp;<\/em>Terpujilah Hati Yesus melalui hati Maria.<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Hari ini kita merenungkan Injil Yohanes 10: 1-10.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sobat resi terkasih, pertama-tama, sudah semestinya kita terkesan dengan bunyi ayat terakhir dalam perikopa Injil hari ini: Aku datang supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Kalau Tuhan Yesus digambarkan sebagai gembala domba dan kita semua, umat Allah, adalah domba-domba-Nya, keadaan inilah yang menjadi tanda kebahagiaan dan keselamatan. Bukankah kita merindukan hidup dan bukan maut? Bahkan, dikatakan bahwa kita akan mempunyai hidup itu dengan segala kelimpahannya. Gembala yang baik pasti mempunyai visi dan misi yang sama untuk kawanan domba gembalaannya. Kita sebagai domba sangatlah bersyukur mempunyai gembala yang mau datang dan memberikan kehidupan itu. Memang tantangan bagi kita adalah mau mempercayai dan mempercayakan diri kita dalam bimbingan Sang Gembala agung itu.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Selain pesan keselamatan dengan gambaran relasi gembala-domba, disebut pula istilah \u2018pintu\u2019. Pintu kandang domba adalah tempat domba-domba dapat keluar masuk kandang. Tuhan Yesus adalah gambaran pintu itu juga. Melalui Dia, kita dijembatani menuju surga atau sukacita kekal. Silakan membayangkan saat pintu kandang itu dibuka, domba-domba atau ternak lain biasanya akan tampak gembira keluar kandang. Biasanya mereka berjalan lebih cepat atau berlari karena tahu bahwa di luar sana mereka bebas, merdeka, menghirup udara segar dan merumput sepuasnya. Kita pun merasa yang sama saat Yesus menjadi pintu kita, kita menjadi pribadi merdeka dan bahagia. Pertanyaan refleksi selanjutnya: maukah kita keluar melalui pintu itu?<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Semoga Hati Kudus Yesus semakin membimbing kita.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN: \u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa sumber sukacita abadi, terimalah kiranya persembahan Gereja-Mu, yang sedang bergembira dan kurniakanlah sukacita abadi kepada kami. Demi Kristus, \u2026.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU: \u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa Gembala umat manusia, jadikanlah kami umat-Mu, kawanan domba-domba-Mu, yang Kaugembalakan dengan perantaraan Yesus Putra-Mu, dan anugerahkanlah roti anggur ini kepada kami sebagai bekal dalam perjalanan kami. Demi Kristus, \u2026.\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI&nbsp; \u2014 Yohanes 20:19\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ref. Yesus berdiri di tengah-tengah para murid dan berkata, \u201cSalam damai bagimu sekalian!\u201d Aleluya.\u2063<strong>\u2063<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa sumber pembaharuan hidup, Engkau telah&nbsp; membaharui kami dengan sakramen-Mu. Maka kami mohon, pandanglah kami dengan rela, dan bangkitkanlah kami untuk hidup mulia. Demi Kristus, \u2026.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU: \u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa Gembala utama, barangsiapa mengetuk pintu, takkan dibiarkan saja. Maka, dengarkanlah kami yang mohon cahaya terang dan kebenaran demi Yesus, Gembala kami, yang telah mendahului kami menghadap Engkau, dan kini hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Resi-Senin-12-Mei-2025-oleh-Rm.-Anselmus-Inharjanto-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Seminari-Menengah-St.-Paulus-Palembang-Indonesia.mp3\">Resi-Senin 12 Mei 2025 oleh Rm. Anselmus Inharjanto SCJ dari Komunitas SCJ Seminari Menengah St. Paulus Palembang Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2025\/05\/11\/senin-12-mei-2023-hari-biasa-pekan-iv-paskah\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2025\/05\/11\/senin-12-mei-2023-hari-biasa-pekan-iv-paskah\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=77158-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_5557\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-77158-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Resi-Senin-12-Mei-2025-oleh-Rm.-Anselmus-Inharjanto-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Seminari-Menengah-St.-Paulus-Palembang-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Resi-Senin-12-Mei-2025-oleh-Rm.-Anselmus-Inharjanto-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Seminari-Menengah-St.-Paulus-Palembang-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Resi-Senin-12-Mei-2025-oleh-Rm.-Anselmus-Inharjanto-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Seminari-Menengah-St.-Paulus-Palembang-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Resi-Senin-12-Mei-2025-oleh-Rm.-Anselmus-Inharjanto-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Seminari-Menengah-St.-Paulus-Palembang-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=77158-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Resi-Senin-12-Mei-2025-oleh-Rm.-Anselmus-Inharjanto-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Seminari-Menengah-St.-Paulus-Palembang-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Senin-12-Mei-2025-oleh-Rm.-Anselmus-Inharjanto-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Seminari-Menengah-St.-Paulus-Palembang-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Roma 6:9\u2063 Kristus yang bangkit dari alam maut takkan wafat lagi. Maut takkan menguasai-Nya lagi. Aleluya.\u2063\u2063 PENGANTAR\u2063 Antara gembala dan kawanan domba, ada sambung rasa dan sambung nasib. Yesus menyebut diri-Nya&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-77158","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/77158","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=77158"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/77158\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":77160,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/77158\/revisions\/77160"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=77158"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=77158"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=77158"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}