{"id":77062,"date":"2025-05-10T09:37:48","date_gmt":"2025-05-10T02:37:48","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=77062"},"modified":"2025-05-10T09:37:48","modified_gmt":"2025-05-10T02:37:48","slug":"sabtu-10-mei-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=77062","title":{"rendered":"Sabtu, 10 Mei 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 10 Mei 2025<br \/>\nYohanes 6:67-69 (Yoh 6:60-69)<br \/>\nMaka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: &#8220;Apakah kamu tidak mau pergi juga?&#8221; Jawab Simon Petrus kepada-Nya: &#8220;Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.&#8221;<\/p>\n<p>Tantangan Yesus: Mau Pergi Atau Tinggal?<\/p>\n<p>Ketika Yesus meminta orang banyak yang mengikutiNya memakan dagingNya dan meminum darahNya, mereka sulit mengerti maknanya karena tidak masuk di akal. Mereka kecewa dan mengundurkan diri, tidak lagi mau mengikuti Yesus.<br \/>\nMengikut Yesus, menjadi muridNya memang tak selalu menyenangkan. Banyak hal yang sulit dimengerti dan tidak sejalan dengan apa yang kita pikirkan dan inginkan.<br \/>\nKita maunya menjadi besar, diminta menjadi kecil, malah menjadi hamba. Inginnya menjadi hebat, disuruh rendah hati dan mengalah. Maunya hidup itu ringan melangkah tanpa beban, senang karena semua keinginan dan ambisi terpenuhi, malah diminta menyangkal keinginan diri dan memikul salib. Tak heran banyak yang menyerah, kecewa, dan meninggalkan Yesus.<br \/>\nAnehnya, bukannya membujuk murid-muridNya untuk jangan pergi, Yesus malah menantang mereka, \u201c&#8221;Apakah kamu tidak mau pergi juga?&#8221; (Yoh 6:67).<\/p>\n<p>Beriman dan berserah pada Yesus adalah sebuah pilihan dan sebuah komitmen. Janganlah hanya mencari gampang, ikut Yesus sejauh menyenangkan atau sejauh kemauan kita terpenuhi. Memilih Yesus berarti setia padaNya sebagaimana Ia setia mencintai dan menemani kita.<br \/>\nBilamana ada hal-hal yang sulit dimengerti dan dipahami, teruslah mendalami dan belajar menggali dan menemukan nilai dan makna terdalam penyelenggaraan ilahi dalam hidup kita.<br \/>\nBunda Maria memberi kita trladan untuk percaya dan berserah. Katanya, \u201cAku ini hamba Tuhan. Terjadilah padaku menurut perkataanmu.\u201d<br \/>\nSemoga jawaban Petrus atas tantangan Yesus menjadi jawaban kita juga, \u201cTuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal.\u201d<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan. Berbahagialah kita yang tetap percaya dan memberi diri mengikuti Yesus.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 10 Mei 2025<br \/>\nSabtu Paskah III<br \/>\nPF S. Yohanes dari Avila, Imam dan Pujangga Gereja<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 6:63b.68b<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 6:60-69<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 6:63b.68b<br \/>\nPerkataan-perkataan-Mu adalah roh dan hidup.<br \/>\nPerkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 6:60-69<br \/>\nTuhan, kepada siapakah kami akan pergi?<br \/>\nPerkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Setelah Yesus menyelesaikan ajaran-Nya tentang roti hidup,<br \/>\nbanyak dari murid-murid-Nya berkata,<br \/>\n&#8220;Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?&#8221;<\/p>\n<p>Yesus dalam hati-Nya tahu,<br \/>\nbahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu,<br \/>\nmaka berkatalah Ia kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?<br \/>\nLalu bagaimanakah,<br \/>\njikalau kamu melihat<br \/>\nAnak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?<br \/>\nRohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna!<br \/>\nPerkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu<br \/>\nadalah roh dan hidup.<br \/>\nTetapi di antaramu ada yang tidak percaya.&#8221;<\/p>\n<p>Sebab Yesus tahu dari semula,<br \/>\nsiapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia.<br \/>\nLalu Ia berkata, &#8220;Sebab itu telah Kukatakan kepadamu:<br \/>\nTidak ada seorang pun dapat datang kepada-Ku,<br \/>\nkalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.&#8221;<\/p>\n<p>Mulai dari waktu itu banyak murid Yesus mengundurkan diri<br \/>\ndan tidak lagi mengikut Dia.<br \/>\nMaka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Apakah kamu tidak mau pergi juga?&#8221;<\/p>\n<p>Jawab Simon Petrus kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi?<br \/>\nPerkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal.<br \/>\nKami telah percaya dan tahu,<br \/>\nbahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**************<\/p>\n<p>PERCAYA DAN SETIA KEPADA KRISTUS DENGAN SEGALA PERKATAAN, AJARAN DAN TAWARANNYA<br \/>\n(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan)<\/p>\n<p>Yoh. 6:60-69: Murid2 yg mengundurkan diri di Galilea; Pengakuan Petrus.<\/p>\n<p>Menjadi murid Kristus berarti PERCAYA dan SETIA kepada Kristus dengan segala perkataan,ajaran, pekerjaan\/perbuatan, PENCERAHAN dan tawaranNya, meski terasa &#8220;keras\/sulit\/berat&#8221;.<br \/>\nPERCAYA bhw Yesus adalah YANG KUDUS DARI ALLAH, yang DATANG MENAWARKAN KEHIDUPAN DAN KESELAMATAN KEKAL\/ABADI (kabar baik, kabar gembira, sukacita, kedamaian, kebahagian; SEGALA yang terbaik dan terindah). Tawaran untuk SANTAP Tubuh dan DarahNya untuk hidup kekal.<\/p>\n<p>Percaya pada tawaran itu berarti selamat. Tidak percaya, yah binasa! Jadi tdk paksa utk percaya. Di sini ada &#8220;tawar menawar&#8221; untuk mau percaya atau tidak, mau setia kepada Tuhan atau tidak. Dan tawaran Tuhan selalu yang terbaik dan terindah, dan mestinya diterima (meski tawaran\/perkataanNya terasa &#8220;keras&#8221; ketika Yesus menawarkan untuk makan TubuhNya dan minum DarahNya, sehingga ada yang mundur\/tidak mau mengikuti Yesus Kristus). &#8220;Apakah kamu tidak mau pergi juga? Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? PerkataanMu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah&#8221; (Yoh. 6:67-69).<\/p>\n<p>Sikap SETIA. Setia bukan sekedar bertahan di tengah pencobaan atau kehidupan yg gelap. Tetapi lebih dari ITU, ADANYA KEMAUAN, KEHENDAK yg kuat utk MENYELARASKAN SELURUH HIDUP sy, anda (suka-duka, terang &#8211; gelap ) dg HIDUP YESUS. Yesus dan hidupNya, tawaranNya tidak keras bagi org yg sungguh percaya dan setia kpNya. Kepada yg merasa hidup, karya serta perkataan Yesus itu keras, Yesus katakan &#8220;apakah perkataanKu itu (harus makan dagingNya dan minum darahNya) menggoncangkan imanmu??&#8221; (Yoh. 6:61). Bagi murid yg setia (Petrus, saya, anda) RAHMAT ALLAH menjadi nyata dlm hidup. Tidak bisa tidak.<\/p>\n<p>PERCAYA DAN SETIA kepada TUHAN HARUS MENJADI BAGIAN INTEGRAL dari hidup dan karya saya, anda (dalam kesibukan harian) saat ini dan di sini. Itulah hidup kekal atau hidup abadi saya, anda. Selamat menikmatinya.<\/p>\n<p>Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati saya, anda sekalian yang percaya dan setia kepada Kristus dan segala perkataan, ajaran dan tawaranNya. Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 10 Mei 2025 Yohanes 6:67-69 (Yoh 6:60-69) Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: &#8220;Apakah kamu tidak mau pergi juga?&#8221; Jawab Simon Petrus kepada-Nya: &#8220;Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1],"tags":[],"class_list":["post-77062","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/77062","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=77062"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/77062\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":77063,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/77062\/revisions\/77063"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=77062"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=77062"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=77062"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}