{"id":76768,"date":"2025-05-05T14:27:38","date_gmt":"2025-05-05T07:27:38","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=76768"},"modified":"2025-05-05T14:27:38","modified_gmt":"2025-05-05T07:27:38","slug":"senin-05-mei-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=76768","title":{"rendered":"Senin, 05 Mei 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 05 Mei 2025<br \/>\nYohanes 6:27 (Yoh 6:22-29)<br \/>\n\u201dBekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.&#8221;<\/p>\n<p>Santapan Ilahi Untuk Hidup Ilahi<\/p>\n<p>Aristoteles, filsuf Yunani, membagi 3 jenis tingkatan prinsip hidup di dunia ini. Yang pertama, anima vegetativa, makluk hidup yang dengan makan-minum-bernapas, bereproduksi, ia hidup. Di antaranya adalah tumbuh-tumbuhan.<br \/>\nYang ke dua, anima sensitiva. Untuk hidup ia perlu makan-minum-bernapas sambil menggunakan inderanya. Entah penglihatan, penciuman dan rasa. Inilah kehidupan binatang di bumi ini.<br \/>\nTingkatan yang ke 3, anima intelletiva atau rationale, adalah manusia, yang untuk hidup perlu makan-minum-bernapas-menggunakan panca indra dan terutama akal budi.<br \/>\nHanya saja, ketiga tingkatan kehidupan ini berakhir saat kematian datang menjemput.<\/p>\n<p>Allah yang menciptakan kita menghendaki agar supaya kita mencapai hidup kekal. Untuk itu Ia mengutus Yesus PutraNya menganugerahkan bagi kita tingkat yang tertinggi dari semua kehidupan di dunia ini, yang tidak lain hidup Allah sendiri, yakni hidup ilahi (anima divina).<br \/>\nUntuk tingkatan ini, makanannya berbeda. Bukan hanya untuk raga tapi juga untuk jiwa. Bukan hanya makanan biasa, namun Firman Allah dan Firman yang telah menjelma menjadi manusia, dalam rupa Tubuh dan Darah Kristus.<br \/>\nMakanan ini hanya berasal dari Allah dan untuk mendapatkannya kita harus percaya dan dibaptis, serta diangkat menjadi putra putri Allah. Inilah martabat kita yang paling dalam.<\/p>\n<p>Puji syukur, Allah Bapa kita telah menjadikan kita putra putri kesayangannya dalam Yesus PutraNya, Tuhan kita.<br \/>\nMari percaya padaNya, menjadikan Yesus pokok anggur hidup kita, sumber air hidup dan roti kehidupan kita. Jangan habiskan waktu hanya mengejar apa yang hanya sementara dan fana bahkan sia-sia. Mari hidup dari santapan ilahi yang diberikan Yesus, firman dan tubuhNya sendiri, serta pekerjaan-pekerjaan iman untuk menghidupi hidup ilahi yang Tuhan berikan. Kata Yesus, \u201ccarilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan padamu.\u201d (Mat 6:33).<\/p>\n<p>Selamat berkarya di pekan yang baru, semakin bertumbuh dalam iman.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 05 Mei 2025<br \/>\nSenin Paskah III<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mat 4:4ab<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 6:22-29<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMat 4:4ab<br \/>\nManusia hidup bukan dari roti saja,<br \/>\ntetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 6:22-29<br \/>\nBekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa,<br \/>\nmelainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Setelah Yesus mempergandakan roti,<br \/>\nkeesokan harinya orang banyak,<br \/>\nyang masih tinggal di seberang danau Tiberias,<br \/>\nmelihat bahwa di situ tidak ada perahu<br \/>\nselain yang dipakai murid-murid Yesus.<br \/>\nMereka melihat juga bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu<br \/>\nbersama-sama dengan murid-murid-Nya,<br \/>\ndan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat.<br \/>\nTetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias<br \/>\nke dekat tempat mereka makan roti,<br \/>\nsesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya.<\/p>\n<p>Ketika orang banyak melihat<br \/>\nbahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak,<br \/>\nmereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum<br \/>\nuntuk mencari Yesus.<br \/>\nKetika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu,<br \/>\nmereka berkata kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?&#8221;<br \/>\nYesus menjawab, &#8220;Aku berkata kepadamu,<br \/>\nsesungguhnya kamu mencari Aku,<br \/>\nbukan karena kamu telah melihat tanda-tanda,<br \/>\nmelainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.<br \/>\nBekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa,<br \/>\nmelainkan untuk makanan<br \/>\nyang bertahan sampai kepada hidup yang kekal,<br \/>\nyang akan diberikan Anak Manusia kepadamu;<br \/>\nsebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.&#8221;<\/p>\n<p>Lalu kata mereka kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Apakah yang harus kami perbuat,<br \/>\nsupaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?&#8221;<br \/>\nJawab Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah,<br \/>\nyaitu hendaklah kamu percaya<br \/>\nkepada Dia yang telah diutus Allah.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA TUAL<\/p>\n<p>BUKAN HANYA FIRMAN-NYA TAPI JUGA TUBUH-NYA<\/p>\n<p>\u201cBersyukurlah karena Anda menjadi anggota Gereja yang Yesus dirikan, karena di dalamnya Anda tidak hanya mendengar firman-Nya, tetapi juga menyantap Tubuh dan Darah-Nya sebagai santapan jiwamu.\u201d<\/p>\n<p>Maka iman kita kepada Yesus dikuatkan oleh firman Tuhan dalam Injil hari ini:\u201cBekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.\u201d ( ayat 27 )<\/p>\n<p>Beberapa pokok permenungan bagi kita di pagi ini:<\/p>\n<p>1) Akui dan imanilah Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat;<\/p>\n<p>2) Baca, renungkan dan lakukanlah apa yang disabdakannya di dalam Kitab Suci;<\/p>\n<p>3) Jadikanlah sabda-Nya sebagai pelita bagi jalanmu di dunia ini.<\/p>\n<p>Akhirnya bersyukurlah karena Yesus tidak hanya memuaskan telingamu dengan firman-Nya, tetapi Ia juga menyenangkan jiwamu dengan kehadiran-Nya dalam Ekaristi kudus.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 05 Mei 2025 Yohanes 6:27 (Yoh 6:22-29) \u201dBekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu;&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-76768","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/76768","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=76768"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/76768\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":76769,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/76768\/revisions\/76769"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=76768"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=76768"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=76768"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}