{"id":76569,"date":"2025-05-01T10:46:56","date_gmt":"2025-05-01T03:46:56","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=76569"},"modified":"2025-05-01T10:46:56","modified_gmt":"2025-05-01T03:46:56","slug":"kamis-01-mei-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=76569","title":{"rendered":"Kamis, 01 Mei 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 01 Mei 2025<br \/>\nYohanes 3:31 (Yoh 3:31-36)<br \/>\n\u201dSiapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya.&#8221;<\/p>\n<p>Memadukan Bahasa Surga Dan Bahasa Bumi<\/p>\n<p>Kutipan Injil di atas adalah kata-kata Yohanes Pembaptis yang memberi kesaksian tentang Yesus untuk menyatakan siapakah Yesus itu sebenarnya dan apa maksud kedatanganNya ke dunia.<br \/>\nYesus datang dari sorga ke bumi, sebagai Anak Allah yang diutus menyampaikan firman Allah (ayat 34). Bahasa firman Allah sesungguhnya adalah bahasa surga. Dengan penjelmaanNya menjadi manusia, Yesus memadukan dua bahasa yang berbeda ini menjadi satu yakni bahasa surga dan bahasa bumi menjadi bahasa kasih. Bukan kasih sekedar kasih manusiawi yang penuh syarat dan pamrih, melainkan kasih ilahi kasih Allah yang bersyarat dan tak berkesudahan.<\/p>\n<p>Oleh wafat dan kebangkitan Yesus, bahasa bumi dan bahasa surga terpadu menjadi satu. Salib yang dalam bahasa bumi adalah tanda penghinaan, oleh Paskah Kristus menjadi tanda keselamatan dan pengorbanan diri yang mulia.<br \/>\nSemua yang hina dan kecil di mata dunia diangkat Allah menjadi berharga dan mulia. Semua kepahitan dan derita oleh jalan salib menjadi pemenuhan rencana Allah bagi kita untuk terus percaya dan berserah serta bersandar pada kekuatan kasih Allah. Karena itu dalam doa Bapa Kami, Yesus mengajak kita untuk berserah, \u201cJadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.\u201d<\/p>\n<p>Kehadiran Kristus dalam hati kita, kiranya memampukan kita untuk terus memadukan bahasa surga dan bahasa bumi, menjadi bahasa iman, harap dan kasih.<br \/>\nDalam perspektif ini, semua realitas insani, seburuk apapun, termasuk kematian, menjadi realitas surgawi yang indah dan penuh makna. Ada Yesus yang selalu menemani kita. Ada Bunda Maria yang selalu mendoakan kita dari surga.<\/p>\n<p>Selamat memasuki bulan Mei yang penuh rahmat ini.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 01 Mei 2025<br \/>\nKamis Paskah II<br \/>\nPF S. Yusuf, Pekerja<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 20:29<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 3:31-36<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 20:29<br \/>\nKarena telah melihat Aku, engkau percaya.<br \/>\nBerbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 3:31-36<br \/>\nBapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Yohanes Pembaptis memberi kesaksian tentang Yesus<br \/>\ndi hadapan murid-muridnya,<br \/>\n&#8220;Siapa yang datang dari atas ada di atas semuanya;<br \/>\nsiapa yang berasal dari bumi,<br \/>\ntermasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi.<br \/>\nSiapa yang datang dari surga ada di atas semuanya.<br \/>\nIa memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya<br \/>\ndan yang didengar-Nya,<br \/>\ntetapi tak seorang pun menerima kesaksian-Nya itu.<br \/>\nSiapa yang menerima kesaksian-Nya,<br \/>\nia mengaku bahwa Allah adalah benar.<\/p>\n<p>Sebab siapa yang diutus Allah,<br \/>\nDialah yang menyampaikan firman Allah,<br \/>\nkarena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas.<br \/>\nBapa mengasihi Anak<br \/>\ndan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya.<br \/>\nBarangsiapa percaya kepada Anak,<br \/>\nia beroleh hidup yang kekal,<br \/>\ntetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak,<br \/>\nia tidak akan melihat hidup,<br \/>\nmelainkan murka Allah tetap ada di atasnya.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE<br \/>\nKamis, 01 Mei 2025<\/p>\n<p>DIUTUS UNTUK MENYAMPAIKAN FIRMAN ALLAH<\/p>\n<p>\u201cKita dipanggil dan diutus untuk menyampaikan Firman Allah yang bertujuan untuk menguatkan, menghibur dan menghantar pendengar kepada pengakuan kepada Allah sebagai Bapa, Anak sebagai Putra dan Roh Kudus sebagai Penyelenggara kehidupan.\u201d<\/p>\n<p>Tugas pewartaan ini tertulis dalam Injil hari ini:\u201cSebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas.\u201d ( ayat 34 )<\/p>\n<p>Beberapa pokok permenungan bagi kita di pagi ini:<\/p>\n<p>1) Bacalah dan renungkanlah Firman Tuhan setiap hari, yang akan menghantarmu kepada pengetahuan akan Allah;<\/p>\n<p>2) Doakanlah agar firman itu meresap ke dalam hati nubarimu;<\/p>\n<p>3) Jadilah pelaksana utama dari firman yang Anda wartakan itu.<\/p>\n<p>Akhirnya sadarlah bahwa sesaat ketika Anda rela mewartakan firman maka sesungguhnya Anda sedang membawa Tuhan kepada sesamamu.<\/p>\n<p>Selamat memasuki dan berdoa bersama Bundamu yang suci di bulan Maria ini untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 01 Mei 2025 Yohanes 3:31 (Yoh 3:31-36) \u201dSiapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-76569","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/76569","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=76569"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/76569\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":76570,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/76569\/revisions\/76570"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=76569"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=76569"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=76569"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}