{"id":76470,"date":"2025-04-29T12:46:36","date_gmt":"2025-04-29T05:46:36","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=76470"},"modified":"2025-04-29T12:46:36","modified_gmt":"2025-04-29T05:46:36","slug":"selasa-29-april-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=76470","title":{"rendered":"Selasa, 29 April 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 29 April 2025<br \/>\nPeringatan St Katarina dari Siena<br \/>\nYohanes 3:13-15 (Yoh 3:7-15)<br \/>\n\u201dTidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.\u201d<\/p>\n<p>Pandanglah Salib Yesus<\/p>\n<p>Dalam percakapanNya dengan Nikodemus, Yesus memyampaikan pesan yang indah kepada kita mengenai rencana keselamatan Allah bagi semua umat manusia.<br \/>\nOleh dosanya manusia tidak mampu lagi untuk selamat. Yesus mengingatkan Nikodemus tentang apa yang terjadi dengan umat Israel yang memberontak terhadap Musa di padang gurun. (Lihat Bilangan 21:4-9). Mereka sudah diselamatkan dari perbudakan Mesir tapi tidak tahu berterimakasih. Mereka diberi makan \u2018manna\u2019 roti yang turun dari surga, tapi mereka malah muak dengan roti yang hambar rasanya itu.<br \/>\nBegitu marahnya Allah sehingga Ia mengirim ular berbisa membunuh mereka. Tapi karena mereka akhirnya bertobat, maka Allah menyelamatkan mereka melalui patung ular tembaga yang ditinggikan Musa. Siapa yang memandang ular tembaga itu tidak binasa. (Bil 21:9)<\/p>\n<p>Demikian Yesus menyampaikan apa yang akan terjadi dengan diriNya, yang harus ditinggikan di kayu salib untuk menyelamatkan manusia dari kebinasaan. Ia telah turun dari surga, menjadi sama dengan manusia, menderita dan wafat di salib untuk kita.<br \/>\nKini salib Yesus telah terpajang di mana-mana untuk mengingatkan kita setiap kali kita memandang salib Yesus, betapa berharga kita di mata Allah, sehingga PutraNya rela mati untuk menebus kita.<br \/>\nYesus yang telah turun dari surga, ingin agar kita hidup bersamaNya di surga. Segala kepahitan hidup di dunia ini, sengsara dan derita, tak sebanding dengan kemuliaan surgawi yang akan dinyatakan bagi kita (Rom 8:18).<br \/>\nPandanglah salib Yesus. Semoga kita kuat dan tabah berjalan terus bersama Yesus, agar semua kesulitan dan persoalan hidup ini kita hadapi dengan iman yang teguh dan pengharapan yang kokoh akan kasih dan pertolongan Tuhan.<\/p>\n<p>Selamat hari baru dengan semangat iman yang baru.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 29 Apr 2025<br \/>\nSelasa Paskah II<br \/>\nPW S. Katarina dari Siena, Perawan dan Pujangga Gereja<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 3:15<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 3:7-15<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 3:15<br \/>\nAnak manusia harus ditinggikan<br \/>\nsupaya setiap orang yang percaya kepada-Nya<br \/>\nberoleh hidup yang kekal.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 3:7-15<br \/>\nTidak ada seorang pun yang telah naik ke surga,<br \/>\nselain Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Dalam percakapannya dengan Nikodemus, Yesus berkata,<br \/>\n&#8220;Janganlah engkau heran<br \/>\nkarena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.<br \/>\nAngin bertiup ke mana ia mau;<br \/>\nengkau mendengar bunyinya,<br \/>\ntetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang<br \/>\natau ke mana ia pergi.<br \/>\nDemikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.&#8221;<\/p>\n<p>Nikodemus menjawab, katanya,<br \/>\n&#8220;Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?&#8221;<br \/>\nJawab Yesus,<br \/>\n&#8220;Engkau adalah pengajar Israel,<br \/>\ndan engkau tidak mengerti hal-hal itu?<br \/>\nAku berkata kepadamu,<br \/>\nsesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui,<br \/>\ndan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat,<br \/>\ntetapi kamu tidak menerima kesaksian kami.<br \/>\nKamu tidak percaya<br \/>\nwaktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi,<br \/>\nbagaimana kamu akan percaya<br \/>\nkalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal surgawi?<br \/>\nTidak ada seorang pun yang telah naik ke surga,<br \/>\nselain Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia.<br \/>\nDan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun,<br \/>\ndemikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,<br \/>\nsupaya setiap orang yang percaya kepada-Nya<br \/>\nberoleh hidup yang kekal.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cKumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa.\u201d (Kis 4: 32)<\/p>\n<p>Dalam diskusinya dengan Nikodemus, Yesus menegaskan satu hal: seorang murid harus dilahirkan kembali. Dilahirkan kembali berarti menemukan kembali kebebasan sebagai anak-anak Allah. Yesus mengajarkan bahwa kelahiran kembali yang sejati berasal dari Roh Kudus &#8211; nafas kehidupan yang memperbaharui dan memerdekakan. Namun seringkali, kita terjebak dalam struktur yang kita ciptakan untuk mendukung iman kita. Pada awalnya, kebiasaan dan rutinitas ini membantu kita dengan baik. Namun seiring berjalannya waktu, semua itu dapat menjadi kaku dan tidak bernyawa. Kita melupakan Tuhan, dan malah berpegang teguh pada aturan dan rutinitas.<\/p>\n<p>Komunitas Kristen perdana dalam Kisah Para Rasul adalah model yang indah tentang menjadi seperti apa Gereja itu jika sepenuhnya terbuka kepada Roh Kudus: sebuah komunitas yang harmonis, bersatu, dan mengasihi. Mereka sehati dan sejiwa, one heart and one mind (bdk. Kisah Para Rasul 4:32-37). Sementara kelemahan manusia sering membawa masalah dan perpecahan, komunitas yang \u201cideal\u201d ini ditunjukkan kepada kita, agar kita tahu dan senantiasa ingat apa yang mungkin terjadi apabila kita hidup dalam keterbukaan penuh kepada Allah.<\/p>\n<p>Namun, bahkan sejak awal, ada tiga hal yang sering merusak keharmonisan ini: uang, kesombongan, dan gosip.<\/p>\n<p>Uang dan cinta akan uang memecah belah hati. Seperti yang ditunjukkan oleh Santo Yakobus dan Santo Paulus, keberpihakan kepada orang kaya dan pengabaian kepada orang miskin telah melukai hati Gereja secara mendalam (bdk. Yakobus 2:2; 1 Kor. 11:20-22). Kesombongan &#8211; keinginan untuk dilihat, dipuji dan diakui &#8211; menjauhkan kita dari kerendahan hati dan komunitas. Dan\u2026.. gosip, racun yang halus namun sangat kuat, menghancurkan hubungan dan menimbulkan perpecahan.<\/p>\n<p>Namun Roh Kudus adalah Roh keharmonisan, kasih antara Bapa dan Putera, dan Dia yang menciptakan kesatuan di mana ada perpecahan. Hanya Dia yang dapat membebaskan kita dari jebakan keduniawian.<\/p>\n<p>Marilah kita memohon kepada Tuhan untuk memiliki hati yang tunduk pada Roh Kudus. Kiranya Dia mengubahkan kita dan komunitas kita sehingga kita dapat mencerminkan kesatuan, kesederhanaan, dan kasih seperti nampak dalam komunitas jemaat perdana.<\/p>\n<p>Tuhan, hembuskanlah Roh-Mu ke dalam diriku. Bebaskanlah aku dari apa saja yang membelenggu. Jadikanlah aku baru. Dan semoga hidupku menjadi kesaksian nyata akan sukacita hidup dalam kesatuan, cinta dan belas kasih. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Senantiasa sehati dan sejiwa! \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"QG6qL9HUgC\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/sehati-sejiwa\/\">SEHATI SEJIWA<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;SEHATI SEJIWA&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/sehati-sejiwa\/embed\/#?secret=MjUhtVY8d7#?secret=QG6qL9HUgC\" data-secret=\"QG6qL9HUgC\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 29 April 2025 Peringatan St Katarina dari Siena Yohanes 3:13-15 (Yoh 3:7-15) \u201dTidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-76470","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/76470","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=76470"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/76470\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":76471,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/76470\/revisions\/76471"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=76470"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=76470"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=76470"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}