{"id":76318,"date":"2025-04-26T12:39:15","date_gmt":"2025-04-26T05:39:15","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=76318"},"modified":"2025-04-26T12:39:15","modified_gmt":"2025-04-26T05:39:15","slug":"sabtu-26-april-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=76318","title":{"rendered":"Sabtu, 26 April 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 26 April 2025<br \/>\nMarkus 16:15 (Mrk 16:9-15)<br \/>\nLalu Ia berkata kepada mereka: &#8220;Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk&#8230;\u201d<\/p>\n<p>Menjadi Pewarta Injil Jaman Now<\/p>\n<p>Yesus memberi perintah kepada para Rasul untuk memberitakan Injil kepada segala bangsa. Mulanya, para Rasul mewartakan Injil sesuai langkah kaki membawa mereka. Sejauh mereka bisa berlayar ke pelosok yang terjangkau dan sebatas usia yang Tuhan berikan kepada mereka. Di akhir era para Rasul, tahun 80an Injil sudah diwartakan sampai ke Afrika, India (Asia) dan Eropa (Roma &#8211; Italia).<br \/>\nDi era penjelajahan dunia, yakni di era Christopher Columbus (1492), sampailah Injil ke Amerika, termasuk ke Indonesia oleh bangsa Portugis dan Spanyol.<br \/>\nDi era pesawat terbang, Injil sudah tersebar ke seluruh dunia. Memasuki era digital saat ini, internet telah membawa Injil sampai ke setiap pribadi manusia di manapun ia berada, dan bisa diakses di mana saja, kapan saja.<br \/>\nSesungguhnya semua ini terjadi oleh kuasa Allah. Kata Paulus, \u201cInjil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya,\u201d (Rom 1:16).<\/p>\n<p>Mari kitapun menjadi pewarta Injil zaman ini melalui kesaksian hidup kita di era digital ini. Dimulai dari keluarga kita dan lingkungan sekitarnya, serta tempat di mana kita hidup dan berkarya. Seperti Rasul Paulus, katakanlah kepada diri sendiri, \u201cCelakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil\u201d (1 Kor 9:16).<br \/>\nZaman bisa berbeda namun semangat mewartakan kiranya tetap sama. Biarlah cinta Allah kepada manusia dalam diri Yesus dialami semua umat manusia. Oleh tuntunan Roh Kudus biarlah semua orang dapat bersatu dengan Yesus, mengalami cintaNya dan menjadi saksi kebaikan Tuhan. Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya.<\/p>\n<p>Selamat bersaksi, Yesus hidup! Ia hidup di hatiku dan hatimu.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 26 Apr 2025<br \/>\nSabtu Oktaf Paskah<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mzm 118:24<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 16:9-15<br \/>\n**************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMzm 118:24<br \/>\nInilah hari yang dijadikan Tuhan,<br \/>\nmarilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 16:9-15<br \/>\nPergilah ke seluruh dunia,<br \/>\nberitakanlah Injil kepada segala makhluk.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Setelah Yesus bangkit dari antara orang mati,<br \/>\npagi-pagi pada hari pertama minggu itu,<br \/>\nIa mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena.<br \/>\nDaripadanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.<br \/>\nLalu perempuan itu pergi memberitahukannya<br \/>\nkepada mereka yang selalu mengiringi Yesus,<br \/>\ndan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.<br \/>\nTetapi ketika mereka mendengar bahwa Yesus hidup<br \/>\ndan telah dilihat olehnya,<br \/>\nmereka tidak percaya.<br \/>\nSesudah itu Yesus menampakkan diri dalam rupa yang lain<br \/>\nkepada dua orang dari para murid,<br \/>\nketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.<br \/>\nKetika mereka kembali<br \/>\ndan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain,<br \/>\nkepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya.<\/p>\n<p>Akhirnya Yesus menampakkan diri kepada kesebelas orang itu<br \/>\nketika mereka sedang makan.<br \/>\nYesus mencela ketidak-percayaan dan kedegilan hati mereka,<br \/>\noleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang<br \/>\nyang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.<\/p>\n<p>Lalu Yesus berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Pergilah ke seluruh dunia,<br \/>\nberitakanlah Injil kepada segala makhluk!&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA MANOKWARI<\/p>\n<p>WARTAKANLAH KABAR GEMBIRA KEPADA DUNIA<\/p>\n<p>\u201dYesus adalah Kabar Gembira Surga untuk dunia. Jika kita percaya kepada-Nya maka sesungguhnya kita telah menerima kabar gembira itu, sehingga menjadi tugas kita untuk mewartakannya kepada semua makluk.\u201d<\/p>\n<p>Perintah untuk mewartakan kabar gembira ini tertulis dalam Injil hari ini: \u201cLalu Ia berkata kepada mereka: &#8220;Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.\u201d ( ayat 15 )<\/p>\n<p>Beberapa pokok permenungan bagi kita di pagi ini:<\/p>\n<p>1) Yakinlah bahwa satu-satunya kabar gembira terbesar adalah ketika Yesus diutus oleh Bapa untuk menebus dosa manusia;<\/p>\n<p>2) Ketika kita dibaptis sesungguhnya kita telah menerima dan menjadikan Yesus, Kabar Gembira surgawi itu menjadi milik kita;<\/p>\n<p>3) Maka adalah tugas kita untuk mewartakan kabar gembira Tuhan kepada dunia.<\/p>\n<p>Akhirnya sadarlah bahwa orang ingin menerima firman Tuhan sebagai kabar gembira, bukan kabar penghakiman atau penghukuman.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 26 April 2025 Markus 16:15 (Mrk 16:9-15) Lalu Ia berkata kepada mereka: &#8220;Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk&#8230;\u201d Menjadi Pewarta Injil Jaman Now Yesus memberi perintah kepada para&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-76318","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/76318","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=76318"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/76318\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":76319,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/76318\/revisions\/76319"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=76318"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=76318"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=76318"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}