{"id":76183,"date":"2025-04-24T09:27:07","date_gmt":"2025-04-24T02:27:07","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=76183"},"modified":"2025-04-24T09:27:07","modified_gmt":"2025-04-24T02:27:07","slug":"kamis-24-april-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=76183","title":{"rendered":"Kamis, 24 April 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 24 April 2025<br \/>\nLukas 24:47-48 (Luk 35-48)<br \/>\n\u201dDalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini.\u201d<\/p>\n<p>Kisah Para Rasul Adalah Kisah Kita Sekarang<\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini dikisahkan mengenai Yesus yang menampakkan diri kepada semua muridNya. Perjumpaan para murid dengan Yesus yang bangkit telah mengubah semua duka dan kekecewaan mereka menjadi sukacita karena Yesus hadir bersama mereka lagi.<br \/>\nYesus tidak datang untuk menghukum mereka karena sikap pengecut yang mereka tunjukkan ketika Yesus ditangkap dan dihukum mati. Mereka mengalami pengampunan dan diberi hidup baru dan semangat baru untuk menjadi saksi kasih Allah yang tak terhingga oleh cinta dan pengorbanan Kristus.<br \/>\nPengampunan dan belas kasih Allah jauh melampaui dosa manusia. Yesus menghendaki agar berita tentang pertobatan dan pengampunan dalam namaNya, disampaikan ke segala bangsa, sepanjang masa.<\/p>\n<p>Mari menjadi saksi sukacita hidup baru bersama Kristus oleh pengampunanNya yang tak terbatas. Kisahkanlah terus cinta Kristus kepada dunia karena kita sendiri telah menyaksikan dan mengalaminya.<br \/>\nIngatlah bahwa kitab Kisah Para Rasul sesungguhnya belum berakhir pada Bab 28. Masih ada Bab 29 dan seterusnya. Itulah kesaksian orang percaya pada Kristus yang tak pernah berhenti hingga kapanpun.<br \/>\nCeritakanlah pada dunia di jaman now betapa baiknya Tuhan. Yesus mencintai dan mengampuni kita bila kita bertobat. PadaNya kita percaya dan berharap, tak pernah kita dikecewakan.<\/p>\n<p>Selamat hari baru, kesempatan baru untuk bersaksi. Yesus menyertai kita.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 24 Apr 2025<br \/>\nKamis Oktaf Paskah<br \/>\n(Ditiadakan) PF S. Fidelis dari Sigmaringen, Imam dan Martir<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mzm 118:24<br \/>\nBacaan Injil: Luk 24:35-48<br \/>\n**************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMzm 118:24<br \/>\nInilah hari yang dijadikan Tuhan,<br \/>\nmarilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 24:35-48<br \/>\nMesias harus menderita<br \/>\ndan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Dua murid yang dalam perjalanan ke Emaus,<br \/>\nditemui oleh Yesus yang bangkit,<br \/>\nsegera kembali ke Yerusalem.<br \/>\nMereka menceriterakan kepada saudara-saudara<br \/>\napa yang terjadi di tengah jalan,<br \/>\ndan bagaimana mereka mengenal Yesus<br \/>\npada waktu Ia memecah-mecahkan roti.<\/p>\n<p>Sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu,<br \/>\nYesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata,<br \/>\n&#8220;Damai sejahtera bagi kamu!&#8221;<br \/>\nMereka terkejut dan takut,<br \/>\nkarena menyangka bahwa mereka melihat hantu.<br \/>\nAkan tetapi Ia berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Mengapa kamu terkejut,<br \/>\ndan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hatimu?<br \/>\nLihatlah tangan dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini!<br \/>\nRabalah Aku dan lihatlah,<br \/>\nkarena hantu kan tidak ada daging dan tulangnya,<br \/>\nseperti yang kamu lihat ada pada-Ku.&#8221;<br \/>\nSambil berkata demikian<br \/>\nIa memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.<\/p>\n<p>Dan ketika mereka belum juga percaya<br \/>\nkarena girang dan masih heran,<br \/>\nberkatalah Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Adakah padamu makanan di sini?&#8221;<br \/>\nLalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.<br \/>\nIa mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.<\/p>\n<p>Yesus berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Inilah perkataan yang telah Kukatakan kepadamu<br \/>\nketika Aku masih bersama-sama kamu,<br \/>\nyakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku<br \/>\ndalam kitab Taurat Musa, kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.&#8221;<br \/>\nLalu Yesus membuka pikiran mereka,<br \/>\nsehingga mereka mengerti Kitab Suci.<\/p>\n<p>Kata-Nya kepada mereka, &#8220;Ada tertulis demikian:<br \/>\nMesias harus menderita<br \/>\ndan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga.<br \/>\nDan lagi: dalam nama-Nya<br \/>\nberita tentang pertobatan dan pengampunan dosa<br \/>\nharus disampaikan kepada segala bangsa,<br \/>\nmulai dari Yerusalem.<br \/>\nKamu adalah saksi dari semuanya ini.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cKamu adalah saksi dari semuanya ini.\u201d [Luk 24: 48]<\/p>\n<p>Dalam liturgi hari ini, kata \u201csaksi\u201d muncul dua kali: pertama, dalam pernyataan Petrus yang berani setelah menyembuhkan orang lumpuh, yang menyatakan, \u201cPemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi,\u201d (Kisah Para Rasul 3:15). Kedua kalinya, Yesus sendiri menugaskan murid-murid-Nya, dengan berkata, \u201cKamu adalah saksi dari semuanya itu\u201d (Luk. 24:48). Para Rasul, setelah berjumpa dengan Tuhan yang telah bangkit, tidak dapat tinggal diam. Mereka membagikan pengalaman mereka sehingga kebenaran tentang Kebangkitan Kristus dapat menjangkau semua orang.<\/p>\n<p>Misi ini tidak berakhir dengan mereka. Sebagai orang Kristen yang telah dibaptis, kita semua dipanggil untuk menjadi saksi-saksi Kristus yang hidup. Tetapi apakah yang dimaksud dengan menjadi seorang saksi? Seorang saksi melihat, mengingat, dan menceritakan. Melihat bukan berarti hanya melihat dengan mata jasmani, tetapi mengenali kebenaran yang mendalam tentang kehadiran Kristus. Mengingat berarti membiarkan pengalaman iman membentuk hati dan pikiran kita. Dan menceritakan bukan hanya menceritakan kembali sebuah peristiwa tetapi menyatakan, dengan keyakinan dan sukacita, bagaimana Yesus telah mengubah hidup kita. Seorang saksi yang sejati tidak berbicara dengan sikap acuh tak acuh, tetapi dengan hati yang telah diubahkan oleh kasih Kristus.<\/p>\n<p>Iman kita bukanlah seperangkat aturan atau teori-teori abstrak; iman kita adalah sebuah hubungan pribadi dengan Yesus, Tuhan yang telah bangkit. Kita mengenal-Nya melalui Injil-Nya, Kitab Suci, Sakramen-sakramen, dan kehidupan Gereja. Melalui rahmat Pembaptisan, santapan Ekaristi, dan pembaharuan hati kita dalam pengakuan dosa, kita diperlengkapi untuk membagikan kasih-Nya.<\/p>\n<p>Ketika kita hanya berfokus pada diri kita sendiri atau menutup mata terhadap pergumulan orang lain, kita kehilangan kesempatan untuk menunjukkan kepada dunia tentang iman kita kepada Kristus dan nilai-nilai pemuridan. Namun, dengan menjalani hidup yang penuh dengan sukacita, keberanian, belas kasihan, dan kedamaian, kita dapat menyinari dunia dengan kasih Kristus yang luar biasa. Mari kita memohon kepada Maria, Bunda kita, untuk membimbing dan mendukung kita, sehingga kita dapat dengan penuh sukacita membagikan berkat-berkat Tuhan yang telah Bangkit kepada setiap orang yang kita jumpai.<\/p>\n<p>Tuhan Yesus, bukalah pikiran kami untuk memahami Kitab Suci sehingga kami dapat sepenuhnya memahami kebenaran firman-Mu. Urapilah kami dengan kuasa-Mu dan berilah kami sukacita dan keberanian untuk memberitakan Injil dalam perkataan dan perbuatan. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas hari ini. Selamat bersaksi. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"HPKv5MEfWx\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/diutus-sebagai-saksi\/\">DIUTUS SEBAGAI SAKSI<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;DIUTUS SEBAGAI SAKSI&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/diutus-sebagai-saksi\/embed\/#?secret=xlrAFWPsuq#?secret=HPKv5MEfWx\" data-secret=\"HPKv5MEfWx\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 24 April 2025 Lukas 24:47-48 (Luk 35-48) \u201dDalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini.\u201d Kisah Para&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-76183","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/76183","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=76183"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/76183\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":76184,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/76183\/revisions\/76184"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=76183"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=76183"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=76183"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}