{"id":76120,"date":"2025-04-23T09:27:20","date_gmt":"2025-04-23T02:27:20","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=76120"},"modified":"2025-04-23T09:27:20","modified_gmt":"2025-04-23T02:27:20","slug":"rabu-23-april-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=76120","title":{"rendered":"Rabu, 23 April 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 23 April 2025<br \/>\nLukas 24:15-16 (Luk 24:13-35)<br \/>\nKetika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.<\/p>\n<p>Jangan Biarkan Persoalan Hidup Menutup Mata Kita Akan Kehadiran Yesus<\/p>\n<p>Sesudah Yesus disalibkan, dua murid dari Emaus pulang kampung dengan sedih dan kecewa. Pahlawan dan junjungan mereka mati secara terhina di kayu salib. Semua impian dan harapan mereka sirna. Mereka memandang ke belakang dengan penuh penyesalan akan semua yang terjadi. Tak ada harapan ke depan karena Yesus tidak ada lagi. Begitu dalam kekecewaan mereka karena persoalan hidup yang mereka hadapi, hingga mereka tak mengenali kehadiran Yesus yang telah menemani mereka berjalan bersama.<br \/>\nPrihatin dengan keputusasaan mereka, Yesus pun memberi mereka perspektif baru dengan menggali isi Kitab Suci. Tentang semua nubuatan para nabi mengenai Mesias, Hamba Yahwe yang harus menderita untuk menyelamatkan seluruh umat manusia.<br \/>\nHati merekapun berkobar-kobar lagi, semangat mereka pulih kembali. Saat Yesus mengadakan Ekaristi, mata mereka tiba-tiba terbuka. Itu Yesus! Yesus bangkit dan hadir bersama mereka!<\/p>\n<p>Semoga kisah dua rasul Emaus mengingatkan kita hal yang sama yang kita alami. Persoalan dan kesulitan hidup yang berat seakan menutup mata kita terhadap kehadiran Yesus dan campur tangan Tuhan dalam kehidupan kita.<br \/>\nSengsara dan derita, duka nestapa, sakit penyakit sering kita lihat sebagai hukuman yang menjauhkan kita dari Tuhan. Betapa sulit melihat Tuhan ketika kita lagi kecewa dan putus asa.<br \/>\nPaskah Kristus mengingatkan kita bahwa Yesus bangkit untuk memulihkan keyakinan kita akan kasih Allah yang tak pernah berkesudahan.<br \/>\nGairahkan hidup, carilah selalu wajah Yesus dalam setiap perjumpaan kita, kenalilah wajahNya di setiap wajah yang kita jumpai. Kenalilah kehadiranNya yang kudus dan nyata dalam Ekaristi, dalam ibadah syukur, di saat dua tiga orang berkumpul dalam namaNya, di saat kita berdoa di hadiratNya. Kita tak pernah ditinggalkan sendirian.<\/p>\n<p>Tetaplah optimis, gembira, penuh harapan, Tuhan Yesus menemani kita.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 23 Apr 2025<br \/>\nRabu Oktaf Paskah<br \/>\n(Ditiadakan) PF S. Georgius, Martir<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mzm 118:24<br \/>\nBacaan Injil: Luk 24:13-35<br \/>\n*************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMzm 118:24<br \/>\nInilah hari yang dijadikan Tuhan,<br \/>\nmarilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 24:13-35<br \/>\nMereka mengenali Yesus pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Pada hari Sabat sesudah Yesus dimakamkan,<br \/>\ndua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung<br \/>\nbernama Emaus,<br \/>\nyang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem,<br \/>\ndan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu<br \/>\nyang telah terjadi.<br \/>\nKetika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran,<br \/>\ndatanglah Yesus sendiri mendekati mereka,<br \/>\nlalu berjalan bersama-sama dengan mereka.<br \/>\nTetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka,<br \/>\nsehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.<br \/>\nYesus berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?&#8221;<br \/>\nMaka berhentilah mereka dengan muka muram.<br \/>\nSeorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya,<br \/>\n&#8220;Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem,<br \/>\nyang tidak tahu apa yang terjadi di situ<br \/>\npada hari-hari belakangan ini?&#8221;<br \/>\nKata-Nya kepada mereka, &#8220;Apakah itu?&#8221;<br \/>\nJawab mereka, &#8220;Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret!<br \/>\nDia adalah seorang nabi,<br \/>\nyang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan<br \/>\ndi hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.<br \/>\nTetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami<br \/>\ntelah menyerahkan Dia untuk dihukum mati<br \/>\ndan mereka telah menyalibkan-Nya.<br \/>\nPadahal kami dahulu mengharapkan,<br \/>\nbahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel.<br \/>\nTetapi sementara itu telah lewat tiga hari,<br \/>\nsejak semuanya itu terjadi.<br \/>\nDan beberapa perempuan dari kalangan kami<br \/>\ntelah mengejutkan kami:<br \/>\nPagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur,<br \/>\ndan tidak menemukan mayat-Nya.<br \/>\nLalu mereka datang dengan berita,<br \/>\nbahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat,<br \/>\nyang mengatakan bahwa Yesus hidup.<br \/>\nDan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati,<br \/>\nbahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu,<br \/>\ntetapi Yesus sendiri tidak mereka lihat.&#8221;<\/p>\n<p>Lalu Ia berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Hai kamu orang bodoh,<br \/>\nbetapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya<br \/>\nakan segala sesuatu yang telah dikatakan para nabi!<br \/>\nBukankah Mesias harus menderita semuanya itu<br \/>\nuntuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?&#8221;<br \/>\nLalu Ia menjelaskan kepada mereka<br \/>\napa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci,<br \/>\nmulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.<br \/>\nSementara itu mereka mendekati kampung yang mereka tuju.<br \/>\nIa berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya.<br \/>\nTetapi mereka mendesak-Nya dengan sangat,<br \/>\n&#8220;Tinggallah bersama-sama dengan kami,<br \/>\nsebab hari telah menjelang malam<br \/>\ndan matahari hampir terbenam.&#8221;<br \/>\nLalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.<br \/>\nWaktu duduk makan dengan mereka,<br \/>\nIa mengambil roti, mengucap berkat,<br \/>\nlalu memecah-mecahkannya dan<br \/>\nmemberikannya kepada mereka.<br \/>\nKetika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia,<br \/>\ntetapi Yesus lenyap dari tengah-tengah mereka.<br \/>\nKata mereka seorang kepada yang lain,<br \/>\n&#8220;Bukankah hati kita berkobar-kobar,<br \/>\nketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan<br \/>\ndan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?&#8221;<\/p>\n<p>Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem.<br \/>\nDi situ mereka mendapati kesebelas murid itu.<br \/>\nMereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka.<br \/>\nKata mereka kepada kedua murid itu,<br \/>\n&#8220;Sungguh, Tuhan telah bangkit,<br \/>\ndan telah menampakkan diri kepada Simon.&#8221;<br \/>\nLalu kedua orang itu pun menceriterakan<br \/>\napa yang terjadi di tengah jalan,<br \/>\ndan bagaimana mereka mengenal Yesus<br \/>\npada waktu Ia memecah-mecahkan roti.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cTetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: \u201cTinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam,\u201d (Luk 24: 29).<\/p>\n<p>Kisah perjalanan kedua murid pulang ke Emmaus ini amat menarik. Para murid telah putus asa, frustrasi, tak ada harapan. Hidup terasa berat, kelabu. Mereka berada pada titik terendah dari hidup mereka. Lalu mereka berjumpa dengan Yesus dan Ia membuka hati mereka. Ia menjelaskan Kitab Suci kepada mereka dan membuat hati mereka berkobar-kobar. Ketika senja telah tiba dan matahari hampir terbenam, mereka merasakan suatu ikatan kuat dengan \u201corang asing\u201d itu. Beban dalam hati mereka terasa lebih ringan dan mereka merasa dipenuhi dengan harapan baru.<\/p>\n<p>Saat mengenangkan kehadiran Yesus yang bangkit dalam Oktaf Paskah ini, kita dapat juga \u201cmendesak-Nya\u201d untuk tinggal bersama dengan kita. Ini dapat menjadi saat yang baik untuk merenungkan saat-saat kita membutuhkan kasih, tuntunan, dan kekuatan dari-Nya.<\/p>\n<p>Adakah saat-saat hidup kita di mana kita berusaha berjalan sendiri? Adakah keputusan-keputusan, pilihan-pilihan dalam hidup di mana mengundang Yesus bersama dengan kita membantu kita menemukan arah yang kita cari? Saat kita bangun pagi hari, apakah kita dengan sadar meminta-Nya untuk bersama-sama dengan kita? Apakah kita mengundangnya untuk bersama-sama dengan kita sepanjang hari? Sebelum kita tidur setiap malam, apakah kita berdoa: \u201cTinggalah bersama-sama dengan kami malam ini,\u201d?<\/p>\n<p>Saat kita mengundang-Nya untuk \u201cbersama-sama dengan kami\u201d kita diingatkan, betapa dekat Yesus yang bangkit dengan kita. Kita diteguhkan betapa kita membutuhkan kehadiran-Nya dalam hidup kita.<\/p>\n<p>Setiap kali anda membutuhkan-Nya, Ia tak pernah jauh. Anda hanya perlu mengundang-Nya untuk bersama-sama dengan anda!<\/p>\n<p>Tuhan Yesus Kristus, bukalah mata hatiku untuk mengenali kehadiran-Mu bersamaku dan untuk memahami kebenaran firman-Mu yang menyelamatkan. Peliharalah aku dengan firman-Mu yang memberi hidup dan dengan roti kehidupan.<\/p>\n<p>Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Yesus bersama kita selalu. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<\/p>\n<p>https:\/\/heypasjon.com\/mane-nobiscum-domine\/<\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 23 April 2025 Lukas 24:15-16 (Luk 24:13-35) Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka,&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-76120","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/76120","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=76120"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/76120\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":76121,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/76120\/revisions\/76121"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=76120"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=76120"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=76120"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}