{"id":76055,"date":"2025-04-22T09:51:01","date_gmt":"2025-04-22T02:51:01","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=76055"},"modified":"2025-04-22T09:51:01","modified_gmt":"2025-04-22T02:51:01","slug":"selasa-22-april-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=76055","title":{"rendered":"Selasa, 22 April 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 22 April 2025<br \/>\nYohanes 20:15-16 (Yoh 20:11-18)<br \/>\nKata Yesus kepadanya: &#8220;Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?&#8221; Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: &#8220;Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.&#8221; Kata Yesus kepadanya: &#8220;Maria!&#8221; Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: &#8220;Rabuni!&#8221;, artinya Guru.<\/p>\n<p>Doa Dan Cinta Kita Bagi Mereka Yang Sudah Meninggal<\/p>\n<p>Sekalipun Yesus sudah mati dan dikubur, Maria Magdalena tidak pernah melupakanNya. Pagi-pagi sekali ia sudah pergi ke kubur Yesus untuk membawa rempah-rempah sebagai tanda kasihnya.<br \/>\nCoba kita bayangkan, suatu waktu ketika saatnya tiba, kita dipanggil Tuhan menghadapNya. Kira-kira, siapakah orang yang akan datang mengunjungi kubur kita untuk mengungkapkan kasihnya?<br \/>\nBila kita masih diperkenankan Tuhan untuk melihat mereka yang datang ke kubur kita saat mereka mengingat hari kematian kita, atau mungkin hari ulangtahun kita, bagaimana perasaan kita melihat dia atau mereka datang membawa bunga serta mendoakan kita dalam misa?<br \/>\nBila kita dapat menyebut nama mereka yang akan mengunjungi makam kita saat kita telah pergi, mereka itulah keluarga kita, sahabat sejati kita.<br \/>\nMaka janganlah heran bila Yesus pertama kali menampakkan diri dan memberitahukan kebangkitanNya kepada Maria Magdalena dan beberapa wanita lain yang datang ke kubur Yesus membawa bunga. Cinta dan perhatian mereka tidak berhenti hanya saat Yesus masih hidup. Mereka tetap mencari Dia, karena Yesus tetap hidup dalam hati mereka.<\/p>\n<p>Senin kemarin kita semua dan seluruh dunia sangat berduka atas meninggalnya Paus Fransiskus. Sejak masih sebagai imam, sebagau uskup dan terutama sebagai Paus, ia telah memberikan seluruh dirinya untuk Tuhan, Gereja dan seluruh dunia. Ia telah menjadi duta perdamaian, pembela kaum miskin dan orang yang terpinggirkan, pembawa harapan akan masa depan yang lebih baik.<br \/>\nKita bersyukur karena Tuhan telah membawa Sri Paus sampai ke Indonesia dan kitapun ikut mengalami senyum kasih sayangnya yang menghangatkan dan membawa damai dan persaudaraan bagi semua umat beragama di Indonesia.<br \/>\nMari kita bawa dalam doa kepada Yesus, Paus Fransiskus dan semua anggota keluarga kita yang sudah meninggal sebagai tanda cinta kita. Tak ada kuasa apapun yang dapat memisahkan kita dan saudara kita dari cinta Kristus.<br \/>\nPaskah Kristus telah membawa kemenangan atas dosa dan maut dan menggantinya dengan kehidupan kekal di surga. Sekalipun berduka kita tetap bersuka oleh janji Paskah Kristus bagi kita semua.<\/p>\n<p>Selamat hari baru, harapan baru mengalami kasih setia Tuhan.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 22 Apr 2025<br \/>\nSelasa Oktaf Paskah<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mzm 118:24<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 20:11-18<br \/>\n**************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMzm 118:24<br \/>\nInilah hari yang dijadikan Tuhan,<br \/>\nmarilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 20:11-18<br \/>\nAku telah melihat Tuhan,<br \/>\ndan Dialah yang mengatakan hal-hal itu kepadaku.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Setelah makam Yesus kedapatan kosong,<br \/>\nMaka Maria Magdalena, berdiri dekat kubur dan menangis.<br \/>\nSambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,<br \/>\ndan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih,<br \/>\nyang seorang duduk di sebelah kepala<br \/>\ndan yang lain di sebelah kaki<br \/>\ndi tempat mayat Yesus terbaring.<\/p>\n<p>Kata malaikat-malaikat itu kepadanya,<br \/>\n&#8220;Ibu, mengapa engkau menangis?&#8221;<br \/>\nJawab Maria kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Tuhanku telah diambil orang,<br \/>\ndan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan.&#8221;<\/p>\n<p>Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang,<br \/>\ndan melihat Yesus berdiri di situ,<br \/>\ntetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.<br \/>\nKata Yesus kepadanya,<br \/>\n&#8220;Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?&#8221;<br \/>\nMaria menyangka orang itu adalah penunggu taman.<br \/>\nMaka ia berkata kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia,<br \/>\nkatakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia,<br \/>\nsupaya aku dapat mengambil-Nya.&#8221;<br \/>\nKata Yesus kepadanya, &#8220;Maria!&#8221;<br \/>\nMaria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani,<br \/>\n&#8220;Rabuni!&#8221;, artinya Guru.<br \/>\nKata Yesus kepadanya,<br \/>\n&#8220;Janganlah engkau memegang Aku,<br \/>\nsebab Aku belum pergi kepada Bapa.<br \/>\nTetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku<br \/>\ndan katakanlah kepada mereka,<br \/>\nbahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu,<br \/>\nkepada Allah-Ku dan Allahmu.&#8221;<br \/>\nMaria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid,<br \/>\n&#8220;Aku telah melihat Tuhan!&#8221;<br \/>\ndan juga bahwa Tuhanlah yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE<\/p>\n<p>TANGISAN SEDIH BERUBAH MENJADI TANGISAN SUKACITA<\/p>\n<p>\u201dTubuh boleh meneteskan air mata kesedihan karena kematian, tetapi jiwa harus bersukacita karena kebangkitan Tuhan dari kubur. Bagaimana mungkin pemilik kehidupan dikalahkan oleh kematian? Sungguh, Yesus kita sungguh dasyat.\u201d<\/p>\n<p>Tangisan kesedihan Maria karena tubuh Sang Guru telah hilang berubah menjadi tangisan kebahagiaan karena Dia telah bangkit dan menyapanya. Inilah kekuatan bagi Maria untuk berani bersaksi dalam injil hari ini: &#8220;Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: &#8220;Aku telah melihat Tuhan!\u201d ( ayat 18 )<\/p>\n<p>Beberapa pertanyaan penting bagi kita di hari ini adalah:<\/p>\n<p>1) Paskah telah lewat, namun pengalaman menarik menyentuh apa yang sangat membekas hatimu selama perayaan suci itu?<\/p>\n<p>2) Apa yang telah dan akan Anda wartakan kepada sesama dari rangkaian perayaan paskah kali ini?<\/p>\n<p>3) Bersediakah Anda mewartakan dengan lantang seperti Maria bahwa Anda telah merasakan dampak dari kebangkitan Yesus?<\/p>\n<p>Maria telah melihat, mendengar dan merasakan kehadiran Yesus yang bangkit, maka ia pun berani bersaksi tentang kebangkitan Yesus. Semoga kita pun dengan lantang mewartakan berita gembira ini kepada dunia.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 22 April 2025 Yohanes 20:15-16 (Yoh 20:11-18) Kata Yesus kepadanya: &#8220;Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?&#8221; Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: &#8220;Tuan, jikalau tuan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-76055","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/76055","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=76055"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/76055\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":76056,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/76055\/revisions\/76056"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=76055"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=76055"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=76055"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}