{"id":75938,"date":"2025-04-19T10:19:36","date_gmt":"2025-04-19T03:19:36","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=75938"},"modified":"2025-04-19T10:19:36","modified_gmt":"2025-04-19T03:19:36","slug":"tuhan-yesus-turun-ke-neraka-apa-yang-terjadi-di-sabtu-sepi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=75938","title":{"rendered":"Tuhan Yesus Turun Ke &#8220;Neraka&#8221;? Apa yang terjadi di Sabtu Sepi?"},"content":{"rendered":"<p>Tuhan Yesus Turun Ke &#8220;Neraka&#8221;? Apa yang terjadi di Sabtu Sepi?<\/p>\n<p>Waktu terasa berjalan cepat\u2014hari-hari berlalu dan hidup terus bergerak tanpa jeda. Tapi di balik segala yang fana dan berubah, ada satu yang tetap: kasih Allah. Konsep waktu hanya berlaku bagi manusia; kita dibatasi oleh detik, jam, dan tahun. Namun Allah hidup dalam kekekalan\u2014di luar waktu\u2014dan kasih-Nya pun tak terikat oleh masa. Gereja mengajarkan kebenaran luar biasa ini: bahwa kasih Allah adalah kasih yang turun-temurun, kasih yang menyentuh generasi demi generasi, tanpa habis dan tanpa syarat. Sabtu pagi yang sepi ini adalah undangan untuk break sejenak dari rutinitas dan merenungkan betapa besar kasih Allah dalam hidup kita. Di tengah keheningan, dengarlah suara-Nya yang lembut, mengingatkan kita bahwa meskipun dunia berubah, Dia tetap sama\u2014dulu, sekarang, dan selamanya.<\/p>\n<p>Bagi rekan-rekan yang rindu berbagi kasih dan syukur, bisa dititipkan pada kami melalui:<br \/>\nBCA 855 5077111<br \/>\nan. Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus Yesus<br \/>\nKeterangan: Karya Sosial Dehonian<\/p>\n<p>Tuhan Yesus Sayang Padamu!<\/p>\n<p>Sumber Romo Koko<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tuhan Yesus Turun Ke &#8220;Neraka&#8221;? Apa yang terjadi di Sabtu Sepi? Waktu terasa berjalan cepat\u2014hari-hari berlalu dan hidup terus bergerak tanpa jeda. Tapi di balik segala yang fana dan berubah, ada satu yang tetap:&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28971,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-75938","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-kateketik","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/ki.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/75938","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=75938"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/75938\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":75939,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/75938\/revisions\/75939"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/28971"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=75938"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=75938"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=75938"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}