{"id":75831,"date":"2025-04-17T09:20:30","date_gmt":"2025-04-17T02:20:30","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=75831"},"modified":"2025-04-17T09:20:30","modified_gmt":"2025-04-17T02:20:30","slug":"kamis-putih-17-april-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=75831","title":{"rendered":"Kamis Putih, 17 April 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 17 April 2025<br \/>\nKamis Putih: Mengenang Perjamuan Malam Terakhir<br \/>\nYohanes 13:1 (Yoh 13:1-15)<br \/>\nYesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.<\/p>\n<p>Three In One<\/p>\n<p>Hari ini kita memulai Tri Hari Suci (Kamis Putih-Jumat Agung-Sabtu Suci Vigili Paskah). Pada hari Kamis Putih kita mengenangkan Perjamuan Malam terakhir. Para penginjil Synoptik (Matius, Markus, Lukas) telah mencatat peristiwa Perjamuan Terakhir Yesus dengan mengambil roti dan anggur dan memberikannya kepada para murid sebagai Tubuh dan DarahNya sendiri.<br \/>\nPenginjil Yohanes menambahkan kisah pembasuhan kaki yang terjadi saat itu sebagai ungkapan cinta Yesus bagi mereka sampai sehabis-habisnya.<br \/>\nYesus lebih dahulu membasuh kaki murid-muridNya, termasuk Yudas yang akan mengkhianatiNya. Sebagai Tuhan dan Guru, tidak pantas Ia membasuh kaki murid-muridNya. Seharusnya murid-muridNya yang membasuh kakiNya. Tapi bagi Yesus cinta yang tulus dan total tidak ditentukan oleh status dan kedudukan. Ia menanggalkan semuanya itu dan menjadikan diriNya hamba bagi murid-muridNya.<br \/>\nTidak berhenti sampai di situ, Yesus bukan saja melayani sampai tuntas, Ia-pun memberikan tubuh dan darahNya menjadi santapan jiwa, menjadi roti dan anggur pemuas lapar dan dahaga bagi jiwa untuk dapat hidup bersama Yesus selamanya di surga.<\/p>\n<p>Mulanya pengorbanan Yesus sebagai Domba Paskah dirayakannya dalam bentuk sakramental dalam perjamuan malam terakhir. Lalu keesokan harinya Ia mengorbankan diriNya melalui derita sengsara, penyaliban dan kematianNya di atas kayu salib.<br \/>\nItulah sebabnya, perjamuan malam terakhir (ekaristi &#8211; Kamis Putih) tidak bisa dipisahkan dengan Jumat Agung kematianNya.<br \/>\nKebangkitan Yesus pada Hari Raya Paskah, memahkotai semua peristiwa Kamis Putih dan Jumat Agung, sehingga Perjamuan Malam terakhir menjadi perayaan kenangan pemyelamatan Tuhan seumur hidup, sepanjang masa, dan menjadi perjamuan surgawi. Roti dan anggur telah menjadi Tubuh dan Darah Yesus yang dikorbankan sebagai Domba Paskah demi penebusan dosa dan keselamatan manusia. Tiga peristiwa mulia itu menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan, tritunggal.<br \/>\nMaka setiap kali kita merayakan Perjamuan Tuhan, kita mengenangkan wafat dan kebangkitan Kristus hingga kedatanganNya kembali. Ekaristi menjadi saat terindah, Yesus hadir memberikan diriNya dan menyatukan hidupNya dengan hidup kita.<\/p>\n<p>\u201dTerimakasih ya Yesus, Engkau mencintai kami sampai sehabis-habisnya. Perkenankan kami membalas kasihMu dengan memberikan seluruh hidup kami menjadi roti yang dipecah-pecah dan anggur yang diperas untuk berbagi kasih bersamaMu bagi sesama kami. Semoga hidup kami menjadi ungkapan syukur dan pujian serta persembahan bagi kemuliaanMu. Amin.\u201d<\/p>\n<p>Selamat merayakan Trihari Suci dengan penuh syukur dan sukacita!\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 17 Apr 2025<br \/>\nKamis Pekan Suci<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 13:34<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 13:1-15<br \/>\n*************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 13:34<br \/>\nAku memberikan perintah baru kepadamu,<br \/>\nyaitu supaya kamu saling mengasihi.<br \/>\nSeperti Aku telah mengasihi kamu,<br \/>\ndemikian pula kamu harus saling mengasihi.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 13:1-15<br \/>\nIa mengasihi mereka sampai saat terakhir.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Sebelum hari raya Paskah mulai,<br \/>\nYesus sudah tahu bahwa saatnya sudah tiba<br \/>\nuntuk beralih dari dunia ini kepada Bapa.<br \/>\nSebagaimana Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya,<br \/>\ndemikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai saat terakhir.<br \/>\nKetika mereka sedang makan bersama,<br \/>\nIblis membisikkan dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon,<br \/>\nrencana untuk mengkhianati Yesus.<br \/>\nYesus tahu,<br \/>\nbahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya<br \/>\ndan bahwa Ia datang dari Allah dan akan kembali kepada Allah.<br \/>\nMaka bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya.<br \/>\nIa mengambil sehelai kain lenan<br \/>\ndan mengikatkannya pada pinggang-Nya,<br \/>\nkemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi,<br \/>\ndan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya,<br \/>\nlalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.<\/p>\n<p>Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus.<br \/>\nKata Petrus kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?&#8221;<br \/>\nJawab Yesus kepadanya,<br \/>\n&#8220;Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang,<br \/>\ntetapi engkau akan memahaminya kelak.&#8221;<br \/>\nKata Petrus kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Selama-lamanya Engkau tidak akan membasuh kakiku!&#8221;<br \/>\nJawab Yesus, &#8220;Jikalau Aku tidak membasuh engkau,<br \/>\nengkau tidak akan mendapat bagian bersama Aku.&#8221;<br \/>\nKata Simon Petrus kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Tuhan, jangan hanya kakiku saja,<br \/>\ntetapi juga tangan dan kepalaku!&#8221;<br \/>\nKata Yesus kepadanya,<br \/>\n&#8220;Barangsiapa sudah mandi, cukuplah ia membasuh kakinya,<br \/>\nkarena ia sudah bersih seluruhnya.<br \/>\nKamu pun sudah bersih, hanya tidak semua!&#8221;<br \/>\nYesus tahu siapa yang akan menyerahkan Dia;<br \/>\nkarena itu Ia berkata, &#8220;Tidak semua kamu bersih.&#8221;<\/p>\n<p>Sesudah membasuh kaki mereka,<br \/>\nYesus mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya.<br \/>\nLalu Ia berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu?<br \/>\nKamu menyebut Aku Guru dan Tuhan,<br \/>\ndan katamu itu tepat,<br \/>\nsebab memang Akulah Guru dan Tuhan.<br \/>\nNah, jikalau Aku, Tuhan dan Gurumu, membasuh kakimu,<br \/>\nmaka kamu pun wajib saling membasuh kaki.<br \/>\nsebab Aku telah memberikan suatu teladan kepadamu,<br \/>\nsupaya kamu juga berbuat seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE<\/p>\n<p>MEWARTAKAN DAN MENJADIKAN DIRI SEBAGAI KABAR BAIK<\/p>\n<p>\u201dTidak cukup bagi seseorang untuk mewartakan kabar gembira, tetapi ia harus menjadi kabar gembira itu sendiri.\u201d<\/p>\n<p>Model terbaik mewartakan dan menjadikan diri sebagai kabar gembira adalah Yesus yang kita temukan peranan-Nya dalam injil hari ini: &#8220;Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku.\u201d( ayat 18 )<\/p>\n<p>Pelajaran penting bagi kita di hari ini adalah:<\/p>\n<p>1) Berpikirlah positif selalu kepada orang-orang di sekitarmu;<\/p>\n<p>2) Berusahalah agar semua kata yang terucapkan dari mulutmu adalah kata-kata yang memberi inspirasi dan memberkati;<\/p>\n<p>3) Perdengarkanlah Firman Tuhan sebagai kabar gembira kepada sesama yang mendengarkanmu.<\/p>\n<p>Akhirnya, jika kehidupan hanya bisa terberi sekali saja maka marilah kita menjadikan hidup, kata dan perbuatan kita sebagai kabar gembira bagi sesama.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 17 April 2025 Kamis Putih: Mengenang Perjamuan Malam Terakhir Yohanes 13:1 (Yoh 13:1-15) Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-75831","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/75831","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=75831"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/75831\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":75832,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/75831\/revisions\/75832"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=75831"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=75831"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=75831"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}