{"id":75595,"date":"2025-04-12T11:33:44","date_gmt":"2025-04-12T04:33:44","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=75595"},"modified":"2025-04-12T11:33:44","modified_gmt":"2025-04-12T04:33:44","slug":"sabtu-12-april-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=75595","title":{"rendered":"Sabtu, 12 April 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 12 April 2025<br \/>\nYohanes 11:51-52 (Yoh 11:45-56)<br \/>\nHal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia (Kayafas) bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu, dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.<\/p>\n<p>Bukan Sebuah Kebetulan<\/p>\n<p>Menjelang hari raya Paskah Yahudi, eskalasi kebencian terhadap Yesus semakin mencapai puncaknya. Di bawah pimpinan Imam besar Kayafas, para pembenci kebaikan membuat kesepakatan jahat untuk menangkap dan membunuh Yesus. Kejahatan dan dosa selalu menghendaki kematian. Maka jalan untuk penebusan manusia dari dosa dan kematian tidak lain adalah melalui jalan kematian yang paling ngeri yakni kematian di tiang salib.<br \/>\nSiapa sangka inilah cara Allah menebus seluruh umat manusia dari kematian kekal oleh dosa. Maka kesepakatan untuk membunuh Yesus, yang dipimpin oleh Imam Besar Kayafas, ternyata menjadi pemenuhan nubuatan keselamatan Allah bagi segala bangsa.<br \/>\nKelak Paskah Yahudi menjadi Paskah dunia, Paskah seluruh umat manusia. Misteri Paskah ini dimulai saat Yesus memasuki kota Yerusalem, kota Allah. Dia akan disambut dengan daun palem sebagai Raja Daud yang baru. Besok kita akan merayakannya dalam hari Minggu Palem.<br \/>\nHari Raya Paskah adalah juga hari raya Roti Tak Beragi bagi orang Israel. Menjelang Paskah mereka makan roti tak beragi dalam sebuah perjamuan keluarga. Ini adalah peringatan keluarnya bangsa Israel dari perbudakan Mesir. Dan pada hari Jumat, mereka akan menyembelih domba Paskah untuk dimakan bersama.<br \/>\nLihatlah betapa hari-hari ini akan menjadi puncak dari misteri Paskah Kristus. Hari Kamis malam Yesus mengadakan perjamuan Paskah bersama murid-muridNya dengan menyantap roti tak beragi dan anggur. Saat itu Yesus menjadikan perjamuan ini menjadi perjamuan malam terakhir yang menjadi awal Perayaan Ekaristi. Domba Paskah yang akan disembelih esoknya, pada hari Jumat, secara sakramental menyatu dengan pemberian diri Kristus, Tubuh dan DarahNya dalam perjamuan itu. Yesus sendiri menjadi Domba Paskah yang disembelih untuk santapan jiwa kita dan penebusan kita dari dosa dan kematian.<br \/>\nHari Jumat kemudian menjadi Jumat Agung penyaliban Yesus, dan hari Minggunya menjadi Hari Raya Kemenangan Kristus melalui kebangkitanNya yang jaya atas dosa dan maut.<br \/>\nBetapa bersyukurnya kita yang percaya pada Yesus, semua malapetaka, derita, sengsara dan kematianNya telah menjadi hari-hari penyelamatan kita. Mak tak ada satu kejadianpun dalam hidup kita baik untung maupun malang, yang luput dari penyelenggaraan Allah yang Maharahim. Mari kita syukuri hari-hari penuh rahmat ini selama pekan suci ini.<br \/>\nApapun yang terjadi dalam hidup kita selalu ada makna di balik itu. Yakni sebagai bagian dari pemenuhan nubuatan Tuhan, bukan sekedar sebuah kebetulan belaka. Kita ada dalam tangan Tuhan. Mari berserah dan bersandar pada kasih setia Tuhan, sambil kita tak henti terus percaya dan berbuat baik. Menjauh dari dosa dan menyatukan diri dengan misteri Paskah Kristus.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan. Siap sedia memasuki Pekan Suci dalam naungan berkat Tuhan.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 12 Apr 2025<br \/>\nSabtu Prapaskah V<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yeh 18:31<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 11:45-56<br \/>\n*************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYeh 18:31<br \/>\nBuanglah dari padamu<br \/>\nsegala durhaka yang kamu buat terhadap Aku<br \/>\ndan perbaharuilah hati serta rohmu.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 11:45-56<br \/>\nYesus akan mati untuk mengumpulkan dan mempersatukan<br \/>\nanak-anak Allah yang tercerai berai.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria,<br \/>\ndan yang menyaksikan sendiri<br \/>\napa yang telah dibuat Yesus terhadap Lazarus<br \/>\npercaya kepada-Nya.<br \/>\nTetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi,<br \/>\ndan menceriterakan kepada mereka,<br \/>\napa yang telah dibuat Yesus itu.<\/p>\n<p>Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi<br \/>\nmemanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul.<br \/>\nMereka berkata, &#8220;Apakah yang harus kita buat?<br \/>\nSebab orang itu membuat banyak mujizat.<br \/>\nApabila kita biarkan Dia,<br \/>\nmaka semua orang akan percaya kepada-Nya,<br \/>\nlalu orang-orang Roma akan datang,<br \/>\ndan merampas tempat suci kita serta bangsa kita.&#8221;<\/p>\n<p>Tetapi seorang di antara mereka,<br \/>\nyaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu,<br \/>\nberkata kepada mereka, &#8220;Kamu tidak tahu apa-apa!<br \/>\nKamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu,<br \/>\njika satu orang mati untuk bangsa kita<br \/>\ndari pada seluruh bangsa kita ini binasa.&#8221;<\/p>\n<p>Hal itu dikatakan Kayafas bukan dari dirinya sendiri.<br \/>\nTetapi, sebagai Imam Besar pada tahun itu, ia bernubuat<br \/>\nbahwa Yesus akan mati untuk seluruh bangsa;<br \/>\nbukan untuk bangsa itu saja,<br \/>\ntetapi juga untuk mengumpulkan dan<br \/>\nmempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.<br \/>\nMulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia.<\/p>\n<p>Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum<br \/>\ndi antara orang-orang Yahudi.<br \/>\nIa berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun,<br \/>\nke sebuah kota yang bernama Efraim.<br \/>\nDi situ Ia tinggal bersama murid-murid-Nya.<\/p>\n<p>Waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat,<br \/>\ndan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem<br \/>\nuntuk menyucikan diri sebelum Paskah itu.<br \/>\nMereka mencari Yesus, dan sambil berdiri di dalam Bait Allah,<br \/>\nmereka berkata seorang kepada yang lain,<br \/>\n&#8220;Bagaimana pendapatmu?<br \/>\nAkan datang jugakah Ia ke pesta?&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA LANGGUR, TANAH PARA MARTIR KEI<\/p>\n<p>SEKONGKOL DALAM MELAKUKAN KEJAHATAN<\/p>\n<p>\u201dJika kecemburuan menikah dengan iri hati dan jika kebencian menyatu dengan amarah maka akan melahirkan kejahatan yang paling mengerikan, yakni keinginan yang menggebu-gebu untuk menghancurkan bahkan melenyapkan orang lain.\u201d<\/p>\n<p>Inilah yang dilakukan oleh orang-orang Farisi terhadap Yesus dalam injil hari ini: &#8220;Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia.\u201d ( ayat 53 )<\/p>\n<p>Pelajaran penting bagi kita di hari ini adalah:<\/p>\n<p>1) Jangan memelihara amarah, benci, iri dan cemburu di dalam hatimu karena akan menjadi penyakit yang mematikan baik tubuh maupun jiwamu;<\/p>\n<p>2) Janganlah bersekongkol dengan orang lain untuk menghancurkan dan melenyapkan orang lain, karena tiba saatnya kematian pun mencari dan merenggutmu;<\/p>\n<p>3) Akuilah kelebihan dan rayakanlah kesuksesan para tentanggamu, dan motivasikanlah dirimu agar berjuang menggapai sukses;<\/p>\n<p>Ingatlah, bila setiap saat kehadiran dan kesuksesan orang lain menyakitimu maka engkau sesungguhnya masih terpenjara oleh kekerdilan hati dan rasamu.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 12 April 2025 Yohanes 11:51-52 (Yoh 11:45-56) Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia (Kayafas) bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu,&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-75595","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/75595","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=75595"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/75595\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":75597,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/75595\/revisions\/75597"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=75595"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=75595"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=75595"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}