{"id":75427,"date":"2025-04-09T13:09:34","date_gmt":"2025-04-09T06:09:34","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=75427"},"modified":"2025-04-09T13:22:43","modified_gmt":"2025-04-09T06:22:43","slug":"rabu-09-april-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=75427","title":{"rendered":"Rabu, 09 April 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 09 April 2025<br \/>\nYohanes 8:31-32 (Yoh 8:31-42)<br \/>\n\u201dJikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.&#8221;<\/p>\n<p>Kebenaran Yang Mememerdekakan Kita<\/p>\n<p>Ketakutan kita yang sangat besar adalah jangan sampai orang mengetahui siapakah kita ini sebenarnya dengan segala kelemahan, cacat, kerapuhan dan dosa-dosa kita.<br \/>\nKarena itu orang berusaha memoles diri sedemikian rupa sehingga kelihatan indah dan sempurna dan terus berusaha menutupi semua kekuarangannya. Orang memakai kedok dan hidup dalam kepalsuan. Inilah penjara manusia. Di sana kuasa kegelapan bersemayam dan dengan sangat senangnya membelenggu kita, dengan dakwaan-dakwaan yang menyiksa diri, membuat orang merasa tak berarti dan hampa. Kebahagiaan yang ia peroleh hanyalah semu dan sementara, karena hidup dari satu kompensasi ke kompensasi lain.<\/p>\n<p>Yesus tahu siapakah kita sebenarnya. Ia datang mengulurkan tangan menarik kita keluar dari penjara batin ini dan memerdekakan kita. Siapapun kita, Yesus menyebut kita \u201csahabatKu, saudaraKu.\u201d Di dalam Yesus kita adalah anak-anak kesayangan Allah. Doa Yesus menjadi doa kita saat Ia mengajarkan doa Bapa Kami. Kita punya Bapa yang selalu rela mengampuni kita seberapapun dosa yang kita buat. Pengorbanan dan derita Yesus di salib adalah bukti nyata betapa Ia rela mati untuk menebus kita. Betapa beraharga kita di mata Allah, sehingga darahNya yang mahal harus ditumpahkan agar kita dibebaskan dari belenggu dosa.<br \/>\nInilah kebenaran Firman Allah yang memerdekakan kita. Apapun yang dikatakan dunia tentang kita, bahkan yang dituduhkan diri sendiri tentang kelemahan dan kekurangan kita, ingatlah apa yang dikatakan Bapa di surga tentang kita, \u201cEngkau adalah anak yang Kukasihi.\u201d (Markus 1:11).<br \/>\nPeganglah kebenaran iman ini, dan hiduplah dalam kebenaran sebagai anak Allah. Mengakui kesalahan dan dosa, melepaskan segala kepalsuan adalah jalan untuk menemukan jati diri kita sebagai anak kesayangan Allah, dan mengalami selalu kasih dan pengampunanNya.<\/p>\n<p>Mari bersyukur atas rahmat pengampunan Tuhan, kemerdekaan kita anak-anak Allah.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 09 Apr 2025<br \/>\nRabu Prapaskah V<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBait Pengantar Injil: Luk 8:15<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 8:31-42<br \/>\n*************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nLuk 8:15<br \/>\nBerbahagialah orang<br \/>\nyang menyimpan sabda Allah dalam hati yang baik<br \/>\ndan menghasilkan buah dalam ketekunan.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 8:31-42<br \/>\nApabila Anak memerdekakan kamu,<br \/>\nkamu pun benar-benar merdeka.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa<br \/>\nYesus berkata kepada orang-orang Yahudi<br \/>\nyang percaya kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku,<br \/>\nkamu benar-benar adalah murid-Ku,<br \/>\ndan kamu akan mengetahui kebenaran,<br \/>\ndan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.&#8221;<\/p>\n<p>Jawab mereka, &#8220;Kami adalah keturunan Abraham,<br \/>\ndan tidak pernah menjadi hamba siapa pun.<br \/>\nBagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?&#8221;<br \/>\nKata Yesus kepada mereka, &#8216;Aku berkata kepadamu,<br \/>\nsesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa,<br \/>\ndan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah;<br \/>\nyang tetap tinggal dalam rumah adalah anak.<br \/>\nTetapi apabila Anak itu memerdekakan kamu,<br \/>\nkamu pun benar-benar merdeka.<br \/>\nAku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham,<br \/>\ntetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku<br \/>\nkarena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu.<br \/>\nApa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan,<br \/>\nseperti halnya kamu melakukan<br \/>\napa yang kamu dengar dari bapamu.&#8221;<\/p>\n<p>Jawab mereka kepada-Nya, &#8220;Bapa kami ialah Abraham.&#8221;<br \/>\nKata Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Sekiranya kamu anak-anak Abraham,<br \/>\ntentulah kamu mengerjakan pekerjaan<br \/>\nyang dikerjakan oleh Abraham.<br \/>\nTetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku;<br \/>\nAku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu,<br \/>\nyaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah!<br \/>\nPekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham.<br \/>\nKamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri.&#8221;<\/p>\n<p>Jawab mereka, &#8220;Kami tidak dilahirkan dari zinah.<br \/>\nBapa kami satu, yaitu Allah.&#8221;<br \/>\nKata Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku,<br \/>\nsebab Aku keluar dan datang dari Allah.<br \/>\nDan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri,<br \/>\nmelainkan Dialah yang mengutus Aku.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE<\/p>\n<p>KONTRASKANLAH PERBUATANMU DENGAN IMANMU<\/p>\n<p>\u201dSelaku umat beriman seharusnya kita merasa malu karena banyak kata dan perbuatan kita tak selaras dengan iman atau ajaran agama yang kita anut. Menghujat, merusak dan membunuh sering dilakukan oleh umat beragama. Maka pantaslah orang-orang seperti ini disebut orang beragama yang tak beriman.\u201d<\/p>\n<p>Kelakuan yang tak selaras itu ditampilkan oleh orang-orang Yahudi dalam injil hari ini: &#8220;Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu.\u201d ( ayat 37 )<\/p>\n<p>Pelajaran penting bagi kita di hari ini adalah:<\/p>\n<p>1) Dalamilah agama dan ajarannya secara mendalam dan benar;<\/p>\n<p>2) Kontraskanlah kata dan perbuatan serta pola hidupmu dengan ajaran agamamu;<\/p>\n<p>3) Hindari bahkan tolaklah segala bentuk kejahatan yang diperbuat atas nama agama.<\/p>\n<p>Ingatlah bahwa yang dikehendaki Allah kebaikan, maka setitik saja kejahatan yang dilakukan pasti bukan berasal dari Allah.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat._<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 09 April 2025 Yohanes 8:31-32 (Yoh 8:31-42) \u201dJikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.&#8221; Kebenaran Yang Mememerdekakan Kita&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-75427","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/75427","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=75427"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/75427\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":75435,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/75427\/revisions\/75435"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=75427"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=75427"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=75427"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}