{"id":75384,"date":"2025-04-08T13:57:36","date_gmt":"2025-04-08T06:57:36","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=75384"},"modified":"2025-04-08T13:57:37","modified_gmt":"2025-04-08T06:57:37","slug":"rabu-09-april-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=75384","title":{"rendered":"Rabu, 09 April 2025"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA&nbsp; \u2014 Mazmur 18:48-49\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tuhan, Engkau membebaskan daku dari musuh. Engkau memberi aku kemenangan atas segala lawan dan merebut aku dari tangan orang jahat.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:<\/strong>&nbsp;\u2063<\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">\u201cMati membela kebenaran dapatkah dianggap bernilai?\u201d Tiga orang pemuda harus memilih: menyembah berhala atau di bakar hidup-hidup. Yesus pun terancam ketika menyatakan, \u201cKalian berusaha membunuh Aku, sementara Aku mengatakan kebenaran yang Kudengar dari Allah.\u201d Siap sediakah kita mem pertaruhkan nyawa membela kebenaran?\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA KOLEKTAN:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa maha penyayang, Engkaulah yang membangkitkan semangat tobat Dengarkanlah permohonan kami dan terangilah hati putra dan putri-Mu, dalam hati umat-Mu. agar kami Kaukuduskan karena usaha tobat kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu\u2026..\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU :&nbsp;\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa sumber hidup damai, berilah sabda pembawa kebebasan dan kedamaian kepada dunia dalam diri Yesus Putra Manusia. Semoga kami meyakini bahwa hanya kekuatan-Mu sajalah yang mampu melestarikan hidup kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, \u2026.\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Daniel 3:14-20.24-25.28<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cIa telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sekali peristiwa berkatalah Nebukadnezar, raja Babel, kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego, \u201cApakah benar, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu? Sekarang, jika kamu bersedia, demi mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah kamu menyembah patung yang kubuat ini! Tetapi jika kamu tidak menyembah, seketika itu juga kamu akan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala. Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab, \u201cTidak ada gunanya kami memberi jawab kepada Tuanku dalam hal ini. Jika Allah yang kami puja sanggup melepaskan kami, Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya Raja. Tetapi seandainya tidak, hendaklah Tuanku mengetahui, bahwa kami tidak akan memuja dewa Tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang Tuanku dirikan itu.\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Maka meluaplah kegeraman Nebukadnezar. Air mukanya berubah terhadap Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Lalu diperintahkannya supaya perapian itu dibuat tujuh kali lipat lebih panas dari yang biasa. Kepada beberapa orang yang sangat kuat di antara tentaranya dititahkannya untuk mengikat Sadrakh, Mesakh dan Abednego, dan mencampakkan mereka ke dalam perapian yang menyala-nyala itu. Tetapi terkejutlah Raja Nebukadnezar, lalu bangun dengan segera.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Berkatalah ia kepada para menterinya, \u201cBukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?\u201d Jawab mereka kepada raja, \u201cBenar, ya Raja!\u201d Kata raja, \u201cTetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu. Mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!\u201d Maka berkatalah Nebukadnezar, \u201cTerpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya tetapi melanggar titah raja, yang menyerahkan tubuh mereka karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah mana pun kecuali Allah mereka.\u201d<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>KIDUNG TANGGAPAN: Daniel&nbsp;<\/strong><strong>3:52.53.54.55.56<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">P. Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah leluhur kami.<br>U. Kepada-Mulah pujian selama segala abad.<br>P. Terpujilah nama-Mu yang mulia dan kudus.<br>U Kepada-Mulah pujian selama segala abad.<br>P. Terpujilah Engkau dalam bait-Mu yang mulia dan kudus.<br>U Kepada-Mulah pujian selama segala abad.<br>I. Terpujilah Engkau di atas takhta kerajaan-Mu.<br>U. Kepada-Mulah pujian selama segala abad.<br>P. Terpujilah Engkau yang mendugai samudera raya.<br>U. Kepada-Mulah pujian selama segala abad.<br>P. Terpujilah Engkau di bentangan langit.<br>U. Kepada-Mulah pujian selama segala abad.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;<em>Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.<\/em><br>S :<em>&nbsp;Berbahagialah orang yang menyimpan sabda Allah dalam hati yang baik dan menghasilkan buah dalam ketekunan.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 8:31-42<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cApabila Anak memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya, \u201cJikalau kamu tetap dalam firman-Ku, maka kamu benar-benar murid-Ku, dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.\u201d Jawab mereka, \u201cKami adalah keturunan Abraham, dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kata Yesus kepada mereka, \u201cAku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa, dan hamba tidak tetap tinggal di rumah; yang tetap tinggal dalam rumah adalah anak. Tetapi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka. Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku, karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu. Apa yang kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, seperti halnya kamu melakukan apa yang kamu dengar dari bapamu.\u201d Jawab mereka kepada-Nya, \u201cBapa kami ialah Abraham.\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kata Yesus kepada mereka, \u201cSekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah! Pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham. Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri.\u201d Jawab mereka, \u201cKami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah.\u201d Kata Yesus kepada mereka, \u201cJikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.\u201d<br>Demikianlah Sabda Tuhan!<br>U. Terpujilah Kristus!<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Antonius Edi Prasetyo SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pendengar Resi Dehonian terkasih, Jumpa kembali dengan saya, Romo Antonius Edi Prasetyo SCJ, dari Komunitas SCJ Paroki St. Petrus Palembang. Dalam Resi \u2013 Renungan Singkat Dehonian, edisi Rabu, 9 April 2025,<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara\/I, Para Sahabat Hati Kudus Yesus yang terkasih. Hari ini kita merenungkan sabda Tuhan dari Injil Yohanes 8:31\u201342, bagian yang amat mendalam tentang identitas murid sejati, kebenaran, dan kebebasan sejati dalam Kristus. Ada beberapa hal yang bisa kita renungkan bersama pada hari ini ini:<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pertama, Tinggal dalam Firman Tuhan: Kita dipanggil bukan hanya untuk mendengar atau membaca firman, tetapi tinggal di dalamnya \u2014 menjadikannya dasar kehidupan sehari-hari. Tinggal dalam Firman berarti, kita tidak hanya sekedar membaca Alkitab, tapi merenungkannya dan melakukannya. Kita dipanggil untuk Mencari kehendak Tuhan dalam setiap keputusan, besar maupun kecil. Dan kita diundang untuk Membangun relasi dengan Yesus, bukan sekadar rutinitas agama.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kedua,&nbsp; Kebenaran yang memerdekakan: Banyak hal hari ini menjanjikan \u201ckebebasan\u201d \u2014 tetapi hanya Kristus, Sang Kebenaran sejati, yang bisa memerdekakan kita dari dalam: dari rasa bersalah, ketakutan, dan dosa. Banyak dari kita secara lahiriah aktif di gereja, tapi di dalam hati mungkin masih terikat oleh kemarahan, iri hati, kesombongan; belum bisa mengampuni atau berdamai dan masih terjebak dalam kebiasaan buruk: pornografi, gosip, konsumtif, dll. Mulailah dengan mengaku dosa. Jangan tunda sakramen tobat. Pengakuan dosa bukan beban, tapi pintu menuju kebebasan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ketiga. Iman bukan warisan, tapi relasi: Seperti orang Yahudi yang mengandalkan keturunan Abraham, kita diingatkan bahwa menjadi Katolik bukan soal tradisi keluarga semata, tapi relasi pribadi dengan Kristus yang nyata dalam perbuatan. Kita pun mungkin berkata: \u201cSaya Katolik sejak lahir!\u201d, tapi apakah hidup kita mencerminkan Kristus? Iman bukan warisan yang statis, tapi cara hidup yang terus menerus membutuhkan pembaruan. Tunjukkan imanmu dalam Kejujuran di tempat kerja, Kelembutan dalam keluarga, Kesetiaan dalam pelayanan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Mari kita mohon rahmat agar hidup kita sungguh dibebaskan oleh Kristus. Biarlah kita menjadi murid-murid sejati yang tinggal dalam Firman-Nya yang menghidupkan mengenal kebenaran-Nya yang membebaskan, dan hidup sebagai anak-anak Allah yang menghasilkan buah-buah Rohani bagi keluarga dan sesama kita.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saya memberkati saudara dengan berkat Allah yang melimpah, dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Amin. Semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita semua. Amin . Tuhan memberkati. Berkah Dalem.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN\u2063:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa mahamulia, kepada-Mu kami hunjukkan roti anggur ini, yang Kauanugerahkan kepada kami.&nbsp; Terimalah kiranya demi kemuliaan nama-Mu dan jadikanlah rahmat guna menyehatkan jiwa raga kami. Demi Kristus, \u2026.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU : \u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa mahakudus, berkat roti anggur persembahan ini, sucikanlah kiranya kami dengan Roh-Mu, dan perkenankanlah kami menyambut Utusan-Mu yang datang mengunjungi kami, yaitu Yesus Kristus, \u2026.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI&nbsp; \u2014&nbsp; Kolose 1:13-14\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah telah memindahkan kita ke dalam Putra-Nya terkasih. Dalam Dialah kita memperoleh penebusan dan dalam darah-Nya penghapusan dosa.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI\u2063:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa yang kekal dan kuasa, semoga anugerah yang baru kami terima ini menyembuhkan dan membersihkan kami dari kejahatan serta menguatkan kami dengan perlindungan-Mu. Demi Kristus, .\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU :\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kehidupan, jadikanlah kami putra dan putri Bapa Abraham, dan ajarilah kami mengakui bahwa Engkaulah Allah mahaesa, dan bahwa Engkau selalu menaruh cinta kasih kepada kami serta menghidupi kami. Demi Kristus, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Resi-Rabu-09-April-2025-oleh-Rm.-Antonius-Edi-Prasetyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Petrus-Kenten-Palembang-Indonesia.mp3\">Resi-Rabu 09 April 2025 oleh Rm. Antonius Edi Prasetyo SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St. Petrus Kenten Palembang \u2013 Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2025\/04\/07\/rabu-09-april-2025-hari-biasa-pekan-v-prapaskah\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2025\/04\/07\/rabu-09-april-2025-hari-biasa-pekan-v-prapaskah\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=75384-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_1259\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-75384-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Resi-Rabu-09-April-2025-oleh-Rm.-Antonius-Edi-Prasetyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Petrus-Kenten-Palembang-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Resi-Rabu-09-April-2025-oleh-Rm.-Antonius-Edi-Prasetyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Petrus-Kenten-Palembang-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Resi-Rabu-09-April-2025-oleh-Rm.-Antonius-Edi-Prasetyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Petrus-Kenten-Palembang-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Resi-Rabu-09-April-2025-oleh-Rm.-Antonius-Edi-Prasetyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Petrus-Kenten-Palembang-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=75384-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Resi-Rabu-09-April-2025-oleh-Rm.-Antonius-Edi-Prasetyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Petrus-Kenten-Palembang-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Rabu-09-April-2025-oleh-Rm.-Antonius-Edi-Prasetyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Petrus-Kenten-Palembang-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA&nbsp; \u2014 Mazmur 18:48-49\u2063 Tuhan, Engkau membebaskan daku dari musuh. Engkau memberi aku kemenangan atas segala lawan dan merebut aku dari tangan orang jahat.\u2063\u2063 PENGANTAR:&nbsp;\u2063 \u201cMati membela kebenaran dapatkah dianggap bernilai?\u201d Tiga orang&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-75384","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/75384","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=75384"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/75384\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":75386,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/75384\/revisions\/75386"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=75384"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=75384"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=75384"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}