{"id":75316,"date":"2025-04-07T12:01:39","date_gmt":"2025-04-07T05:01:39","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=75316"},"modified":"2025-04-07T12:01:39","modified_gmt":"2025-04-07T05:01:39","slug":"senin-07-april-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=75316","title":{"rendered":"Senin, 07 April 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 07 April 2025<br \/>\nYohanes 8:10-11 (Yoh 8:1-11)<br \/>\nLalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: &#8220;Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?&#8221; Jawabnya: &#8220;Tidak ada, Tuhan.&#8221; Lalu kata Yesus: &#8220;Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.&#8221;<\/p>\n<p>Sebagai Siapakah Saya Dalam Kisah Injil Ini?<\/p>\n<p>Bacalah keseluruhan kisah Injil hari ini mengenai seorang perempuan yang kedapatan berzinah dan dibawa ke hadapan Yesus oleh para ahli Taurat dan orang Farisi untuk dimintai pendapatNya.<br \/>\nMarilah kita merenungkan kisah Injil ini dengan bertanya pada diri sendiri, \u201cSebagai siapakah saya dalam kisah Injil ini?\u201d<br \/>\nKita mulai dengan menjadi seperti ahli Taurat dan orang Farisi. Mereka datang membawa batu untuk merajam perempuan malang yang kedapatan berbuat zinah. Mereka merasa orang-orang suci yang pantas menghakimi orang lain yang berdosa. Mereka juga datang hendak menjebak Yesus untuk mencari kesalahanNya dengan memanfaatkan kesalahan perempuan itu. Jadi mereka datang dengan membawa batu kebencian, prasangka dan iri serta dengki, yang siap dilemparkan kepada orang lain. Apakah kita punya sikap seperti itu?<br \/>\nYesus mengajak kita untuk masuk ke dalam diri sendiri, memeriksa hati nurani agar jangan cepat menghakimi orang lain. Ada waktu bagi kita untuk berbalik dan membatalkan semua niat buruk melalui penyesalan dan pertobatan.<\/p>\n<p>Mari melihat diri sebagai perempuan yang tertangkap berzinah. Ia seharusnya mati dirajam dengan batu karena dosanya. Hukum Taurat membenarkan hukuman mati ini. Perempuan ini tidak punya harapan untuk selamat. Baginya itulah hari terakhir hidupnya. Namun ia mendapati bahwa ternyata ia masih hidup. Para penghukum telah pergi dan tinggallah ia bersama Yesus. Yesus pun tidak menghukum dia sesudah Yesus menyelamatkannya dari singa-singa buas yang menghendaki kematiannya.<br \/>\nKita juga adalah pendosa seperti perempuan ini. Kita pantas dihukum dan kehilangan martabat kita. Tapi Yesus rela mati bagi kita sekalipun kita pendosa. Ia tidak membenarkan kedosaan kita, tapi Ia sangat mencintai kita dan ingin kita selamat dan bahagia bersamaNya. Mari datang selalu pada Yesus dan berterimakasih atas pertolonganNya. Jangan pernah lagi menjauh dariNya.<\/p>\n<p>Yang terutama, mari menjadi seperti Yesus yang selalu peduli dan tergerak hati oleh belaskasihan. Ia selalu melihat kebaikan orang lain dan meneguhkannya. Ia mengangkat mereka yang hina dan yang tidak diperhitungkan lagi. Ia memulihkan martabat sesama dan menuntunnya pulang. Bahagianya punya hati seperti Yesus.<br \/>\n\u201dYa Yesus yang lemah lembut dan rendah hati, jadikanlah hati kami seperti hatiMu. Amin.\u201d<\/p>\n<p>Semangat Senin! Mari bangkit dari kejatuhan dan berjalan bersama Yesus.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 07 Apr 2025<br \/>\nSenin Prapaskah V<br \/>\nPF S. Yohanes Baptista de la Salle, Imam<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 33:11<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 8:1-11<br \/>\n**************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 33:11<br \/>\nAku tidak berkenan kepada kematian orang fasik,<br \/>\nmelainkan kepada pertobatannyalah Aku berkenan,<br \/>\nsupaya ia hidup.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 8:1-11<br \/>\nBarangsiapa di antara kamu tidak berdosa,<br \/>\nhendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan ini.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa Yesus pergi ke bukit Zaitun.<br \/>\nDan pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah,<br \/>\ndan seluruh rakyat datang kepada-Nya.<br \/>\nYesus duduk dan mengajar mereka.<\/p>\n<p>Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi<br \/>\nmembawa kepada Yesus<br \/>\nseorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.<br \/>\nMereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah<br \/>\nlalu berkata kepada Yesus,<br \/>\n&#8220;Rabi, perempuan ini tertangkap basah<br \/>\nketika ia sedang berbuat zinah.<br \/>\nMusa dalam hukum Taurat memerintahkan kita<br \/>\nuntuk melempari dengan batu<br \/>\nperempuan-perempuan yang demikian.<br \/>\nApakah pendapatmu tentang hal itu?&#8221;<br \/>\nMereka mengatakan hal itu untuk mencobai Yesus,<br \/>\nsupaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya.<br \/>\nTetapi Yesus membungkuk lalu menulis di tanah dengan jari-Nya.<br \/>\nDan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya,<br \/>\nIa pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa,<br \/>\nhendaklah ia yang pertama melemparkan batu<br \/>\nkepada perempuan itu.&#8221;<br \/>\nLalu Yesus membungkuk pula dan menulis di tanah.<br \/>\nTetapi setelah mereka mendengar perkataan itu,<br \/>\npergilah mereka seorang demi seorang,<br \/>\nmulai dari yang tertua.<br \/>\nAkhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu,<br \/>\nyang tetap di tempatnya.<\/p>\n<p>Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya,<br \/>\n&#8220;Hai perempuan, di manakah mereka?<br \/>\nTidak adakah seorang yang menghukum engkau?&#8221;<br \/>\nJawabnya, &#8220;Tidak ada, Tuhan.&#8221;<br \/>\nLalu kata Yesus, &#8220;Aku pun tidak menghukum engkau.<br \/>\nPergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA SAUMLAKI, KEPULAUAN TANIMBAR<\/p>\n<p>MENDENGAR SUARA KATA-KATA PENGAMPUNAN BAPA DI SURGA<\/p>\n<p>\u201dAllah itu Maha Mulia sehingga mata nanusiawi kita tak dapat melihat rupa-Nya, telinga tak mampu mendengar suara-Nya, mulut tak sanggup saling berkata-kata dengan-Nya, namun di dalam kamar pengakuan dosa Gereja Katoliklah kata-kata pengampunan Allah Bapa itu terdengar jelas: \u201cAnak-Ku, dosa-dosamu telah Kuampuni.\u201d<\/p>\n<p>Kata-kata pengampunan Allah itu terlukis indah dalam injil hari ini: &#8220;Lalu kata Yesus: &#8220;Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.\u201d ( ayat 11 )<\/p>\n<p>Pelajaran penting bagi kita di hari ini adalah:<\/p>\n<p>1) Sadarlah bahwa hobi atau kesukaan Allah Bapa itu adalah mengampunani;<\/p>\n<p>2) Sebagai Bapa yang baik, Allah senantiasa menantikan kita putra-putri-Nya yang berdosa dalam pertobatan;<\/p>\n<p>3) Hanya di dalam kamar pengakuan dosa Gereja Katoliklah kata-kata pengampunan Allah itu terdengar jelas di telinga;<\/p>\n<p>Akhirnya, janganlah berkeras hati karena Allah sedang menantimu sebelum paskah, karena Ia ingin Anda merayakan paskah dengan hati yang suci.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 07 April 2025 Yohanes 8:10-11 (Yoh 8:1-11) Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: &#8220;Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?&#8221; Jawabnya: &#8220;Tidak ada, Tuhan.&#8221; Lalu kata&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-75316","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/75316","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=75316"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/75316\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":75317,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/75316\/revisions\/75317"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=75316"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=75316"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=75316"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}