{"id":75190,"date":"2025-04-05T09:22:07","date_gmt":"2025-04-05T02:22:07","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=75190"},"modified":"2025-04-05T11:59:09","modified_gmt":"2025-04-05T04:59:09","slug":"sabtu-05-april-2025-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=75190","title":{"rendered":"Sabtu, 05 April 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 05 April 2025<br \/>\nYohanes 7:40-41 (Yoh 7:40-53)<br \/>\nBeberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: &#8220;Dia ini benar-benar nabi yang akan datang.&#8221; Yang lain berkata: &#8220;Ia ini Mesias.&#8221; Tetapi yang lain lagi berkata: &#8220;Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea!\u201d<\/p>\n<p>You Get What You See<\/p>\n<p>Dalam pandangan beberapa orang yang mendengar dan menyaksikan pengajaran Yesus, mereka begitu kagum dan tersentuh. Ada yang berkata, \u201cDia ini benar-benar nabi yang akan datang.\u201d Yang lain lagi berkata, \u201cBelum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!&#8221;<br \/>\nInilah orang-orang yang mampu melihat apa yang indah, mengagumkan dan luar biasa dalam diri Yesus. Mereka diliputi rasa kagum dan bahagia.<br \/>\nDi pihak lain ada beberapa orang yang merasa tersaingi oleh karya Yesus. Mereka adalah para imam kepala dan orang Farisi. Orang-orang yang tinggi hati dan memandang rendah orang lain, apalagi Yesus yang mereka anggap orang kampung dan tidak terpelajar. Mereka menolak untuk melihat apapun yang baik dalam diri Yesus. Mereka tak mendapatkan apa-apa selain rasa dengki dan iri, bahkan berujung pada niat jahat ingin membunuh Yesus.<\/p>\n<p>Pepatah mengatakan, \u201cYou get what you see\u201d (engkau mendapatkan apa yang kau lihat). Bila seorang melihat yang baik, positif, indah dan istimewa dalam diri orang lain, itulah yang ia dapatkan. Seperti halnya lebah, ia selalu memandang yang indah dan harum.<br \/>\nNamun sebaliknya bila orang hanya melihat yang negatif, buruk, tak berharga, maka itulah yang ia dapatkan. Bagaikan lalat, matanya hanya melihat yang kotor dan busuk.<\/p>\n<p>Marilah kita mohon rahmat Allah, terang Roh Kudus, agar mata hati kita dimurnikan dan mampu melihat semua kebaikan Tuhan dalam diri sesama, dalam seluruh alam ciptaan serta dalam seluruh peristiwa hidup kita. Bangunlah selalu rasa kagum melihat semua kebaikan Tuhan serta penyelenggaraan ilahi dalam seluruh peristiwa hidup kita. Biarlah hidup kita penuh dengan pujian dan syukur atas semua yang Tuhan kerjakan dalam hidup kita.<br \/>\nBahagianya kita karena mampu memaknai semua peristiwa yang terjadi, baik suka maupun duka dalam terang kasih Allah, yang selalu hadir dan menyertai kita.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan dengan penuh syukur dan bahagia dalam penyertaan Tuhan.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 05 Apr 2025<br \/>\nSabtu Prapaskah IV<br \/>\nPF S. Vinsensius Ferrer, Imam<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBait Pengantar Injil: Luk 8:15<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 7:40-53<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nLuk 8:15<br \/>\nOrang yang mendengarkan firman Tuhan,<br \/>\ndan menyimpannya dalam hati yang baik,<br \/>\ndan menghasilkan buah dalam ketekunan.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 7:40-53<br \/>\nApakah Engkau juga orang Galilea?<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa Yesus mengajar di Yerusalem.<br \/>\nBeberapa di antara orang banyak,<br \/>\nyang mendengarkan perkataan Yesus, berkata,<br \/>\n&#8220;Dia ini benar-benar nabi yang akan datang.&#8221;<br \/>\nYang lain berkata, &#8220;Ia ini Mesias.&#8221;<br \/>\nTetapi yang lain lagi berkata,<br \/>\n&#8220;Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea!<br \/>\nKarena Kitab Suci mengatakan<br \/>\nbahwa Mesias berasal dari keturunan Daud<br \/>\ndan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal.&#8221;<br \/>\nMaka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Yesus.<br \/>\nBeberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia,<br \/>\ntetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuh-Nya.<\/p>\n<p>Maka ketika penjaga-penjaga<br \/>\nyang ditugaskan imam-imam kepala dan orang-orang Farisi<br \/>\npergi kepada imam-imam kepala,<br \/>\norang-orang Farisi berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Mengapa kamu tidak membawa-Nya?&#8221;<br \/>\nJawab penjaga-penjaga itu,<br \/>\n&#8220;Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!&#8221;<br \/>\nJawab orang Farisi itu kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Adakah kamu juga disesatkan?<br \/>\nAdakah seorang di antara pemimpin-pemimpin<br \/>\nyang percaya kepada-Nya,<br \/>\natau seorang di antara orang-orang Farisi?<br \/>\nOrang banyak itu tidak mengenal hukum Taurat!<br \/>\nTerkutuklah mereka!&#8221;<\/p>\n<p>Nikodemus, seorang dari mereka,<br \/>\nyang dahulu telah datang kepada Yesus,<br \/>\nberkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang<br \/>\nsebelum ia didengar,<br \/>\ndan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?&#8221;<br \/>\nJawab mereka, &#8220;Apakah engkau juga orang Galilea?<br \/>\nSelidikilah Kitab Suci,<br \/>\ndan engkau akan tahu<br \/>\nbahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea.&#8221;<br \/>\nLalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya,<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA SAUMLAKI, KEPULAUAN TANIMBAR<\/p>\n<p>NILAILAH ORANG LAIN SETELAH MENDENGARKAN DIA DAN KISAHNYA<\/p>\n<p>\u201cBanyak orang menjadi pribadi yang tersandra, tersudutkan dan bahkan tercemar nama baiknya akibat dari penilaian dan penghakiman kita bukan berdasarkan fakta tapi hanya berdasarkan cerita hoaks yang disebarkan berulang-ulang sehingga dianggap sebagai sesuatu benar.\u201d<\/p>\n<p>Kita diingatkan oleh Nikodemus dalam injil hari ini: &#8220;Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?\u201d ( ayat 50 &#8211; 51 )<\/p>\n<p>Pelajaran penting bagi kita di hari ini adalah:<\/p>\n<p>1) Pada hakekatnya setiap orang itu baik karena tercipta secitra dengan Allah;<\/p>\n<p>2) Banyak orang mengalami ketidakadilan bukan karena keburukan atau kejahatan yang mereka lakukan tapi karena cerita tentang mereka yang dikisahkan secara tidak adil oleh para pembencinya, dan kita mempercaiya;<\/p>\n<p>3) Dengarkan dan komfirmasi ulang sebuah berita kepada sumber utamanya sebelum Anda berkisah kepada orang lain atau menyebarkannya.<\/p>\n<p>Ingatlah, janganlah menjadi penyebar atau loudspeaker bagi kisah pilu orang lain kepada orang lain. Dan, ingatlah pesan Tuhan: Jika Anda ingin diperlakukan dengan baik oleh sesama maka lakukanlah kebaikan yang Anda inginkan itu kepada mereka.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 05 April 2025 Yohanes 7:40-41 (Yoh 7:40-53) Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: &#8220;Dia ini benar-benar nabi yang akan datang.&#8221; Yang lain berkata: &#8220;Ia ini Mesias.&#8221;&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-75190","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/75190","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=75190"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/75190\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":75198,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/75190\/revisions\/75198"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=75190"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=75190"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=75190"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}