{"id":74938,"date":"2025-04-01T10:18:28","date_gmt":"2025-04-01T03:18:28","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=74938"},"modified":"2025-04-01T10:18:28","modified_gmt":"2025-04-01T03:18:28","slug":"selasa-01-april-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=74938","title":{"rendered":"Selasa, 01 April 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 01 April 2025<br \/>\nYohanes 5:7-8 (Yoh 5:1-16)<br \/>\nKetika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: &#8220;Maukah engkau sembuh? Jawab orang sakit itu kepada-Nya: &#8220;Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.&#8221; Kata Yesus kepadanya: &#8220;Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.&#8221;<\/p>\n<p>Yesus Selalu Peduli<\/p>\n<p>Diceritakan Penginjil Yohanes bahwa si lumpuh sudah 38 tahun berada di tepi kolam Betesda di Yerusalem, tapi tak pernah mendapatkan kesempatan untuk menjadi yang pertama masuk ke kolam itu ketika Malaikat Tuhan datang menggoncangkan air kolam itu. Malangnya, tak seorangpun mau membantunya. Jadi bukan hanya fisiknya yang sakit, tapi juga batinnya karena tak ada orang yang peduli padanya, termasuk keluarganya.<br \/>\nBukan kebetulan Yesus pergi ke kolam itu. Ia telah mendengar jeritan hati si sakit. Yesus selalu peduli dan Ia pasti bertindak. Tak perlu si sakit masuk ke kolam, Sabda Yesus cukup untuk memulihkan hidupnya. Orang itupun sembuh!<\/p>\n<p>Yesus adalah Allah yang mengerti semua persoalan yang kita hadapi. Ia mengerti pergumulan hidup kita, fisik maupun batin. Yesus selalu datang menemani kita dan menawarkan pertolongan. Ia tidak membiarkan kita menjalaninya sendirian. Ia selalu ada untuk kita, ikut memikul beban salib kita.<br \/>\nOrang lain bisa saja tidak peduli. Bahkan pergi meninggalkan. Tapi tidak untuk Yesus. SabdaNya selalu menguatkan kita saat Ia berkata: \u201cTenanglah! Aku ini, jangan takut.!\u201d (Mat 14:27). Mari menyadari kehadiran Yesus di tengah kita.<br \/>\nJangan lupa untuk menjadi tanda kehadiran Yesus bagi sesama.<\/p>\n<p>Syukur atas hari pertama di bulan April ini. Kita tak sendirian, Yesus menyertai kita.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 01 Apr 2025<br \/>\nSelasa Prapaskah IV<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mzm 51:12a.14a<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 5:1-3a.5-16<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMzm 51:12a.14a<br \/>\nCiptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah,<br \/>\nberilah aku sukacita karena keselamatan-Mu.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 5:1-3a.5-16<br \/>\nOrang itu disembuhkan seketika.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Pada hari raya orang Yahudi, Yesus berangkat ke Yerusalem.<br \/>\nDi Yerusalem, dekat Pintu Gerbang Domba, ada sebuah kolam,<br \/>\nyang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda;<br \/>\nserambinya ada lima,<br \/>\ndan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit.<\/p>\n<p>Ada di situ<br \/>\nseorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.<br \/>\nKetika Yesus melihat orang itu berbaring di sana,<br \/>\ndan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu,<br \/>\nberkatalah Ia kepadanya, &#8220;Maukah engkau sembuh?&#8221;<br \/>\nJawab orang sakit itu kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu,<br \/>\napabila airnya mulai goncang;<br \/>\ndan sementara aku sendiri menuju kolam itu,<br \/>\norang lain sudah turun mendahului aku.&#8221;<br \/>\nKata Yesus kepadanya,<br \/>\n&#8220;Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.&#8221;<br \/>\nDan pada saat itu juga sembuhlah orang itu,<br \/>\nlalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan.<\/p>\n<p>Tetapi hari itu hari Sabat.<br \/>\nKarena itu orang-orang Yahudi berkata<br \/>\nkepada orang yang baru sembuh itu,<br \/>\n&#8220;Hari ini hari Sabat,<br \/>\ndan tidak boleh engkau memikul tilammu.&#8221;<br \/>\nAkan tetapi ia menjawab mereka,<br \/>\n&#8220;Orang yang telah menyembuhkan aku,<br \/>\ndia yang mengatakan kepadaku:<br \/>\nAngkatlah tilammu dan berjalanlah.&#8221;<br \/>\nMereka bertanya kepadanya,<br \/>\n&#8220;Siapakah orang itu yang berkata kepadamu:<br \/>\nAngkatlah tilammu dan berjalanlah?&#8221;<br \/>\nTetapi orang yang baru sembuh itu<br \/>\ntidak tahu siapa orang itu,<br \/>\nsebab Yesus telah menghilang<br \/>\nke tengah-tengah orang banyak di tempat itu.<br \/>\nKemudian ketika bertemu dengan dia dalam Bait Allah,<br \/>\nYesus berkata kepadanya,<br \/>\n&#8220;Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi,<br \/>\nsupaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.&#8221;<br \/>\nOrang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi,<br \/>\nbahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia.<br \/>\nDan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus,<br \/>\nkarena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201dMaukah engkau sembuh?\u201d [YOH 5: 6]<\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini, Yesus bertemu dengan seorang yang telah sakit selama tiga puluh delapan tahun, terbaring di tepi kolam Betesda. Ketika Yesus bertanya kepadanya, \u201cMaukah engkau sembuh?\u201d, orang itu tidak menjawab ya. Sebaliknya, dia mengeluh: \u201cTuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang\u2026..\u201d Dia menyalahkan orang lain atas situasinya dan tampaknya terjebak dalam lingkaran keputusasaan dan rasa kasihan terhadap diri sendiri.<\/p>\n<p>Namun Yesus, dalam belas kasihan-Nya, tetap menyembuhkannya. \u201cBangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.\u201d Dan seketika itu juga orang itu sembuh. Tetapi bahkan setelah kesembuhannya, reaksinya sangat mengejutkan: tidak ada rasa syukur atau sukacita.<\/p>\n<p>Seberapa sering kita bersikap seperti orang ini? Kita mandeg, berada di tempat yang sama secara rohani, emosional, bahkan fisik, menyalahkan orang lain atas situasi kita. Yesus mengundang kita kepada kesembuhan, tetapi kita ragu-ragu, membuat alasan alih-alih menanggapinya dengan iman. Ia hendak menyembuhkan kita dari kelumpuhan akibat dosa-dosa kita, namun kita enggan mengakuinya.<\/p>\n<p>Masa Prapaskah adalah saat ketika Gereja bertanya kepada kita masing-masing: \u201cMaukah engkau sembuh?\u201d Ini adalah sebuah undangan untuk memperbarui janji-janji Pembaptisan kita dan mengizinkan air rahmat kehidupan untuk menggerakkan hati kita. Tetapi kesembuhan membutuhkan sebuah keputusan: untuk bangkit, untuk mengangkat tilam kita, dan berjalan dengan iman.<\/p>\n<p>Mari kita renungkan. Apakah kita terjebak dalam sikap apatis yang penuh dengan keluhan dan alasan? Yesus memanggil kita hari ini untuk bangkit dari kelumpuhan kita, untuk menerima belas kasihan-Nya, dan untuk hidup dengan rasa syukur dan sukacita.<\/p>\n<p>Tuhan Yesus, sembuhkanlah hati kami. Berikan kami keberanian untuk berkata ya, dan berjalan bersama-Mu dalam hidup yang baru. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Ia ingin menyembuhkan anda. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"rmMr3Tbte9\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/undangan-untuk-disembuhkan\/\">UNDANGAN UNTUK DISEMBUHKAN<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;UNDANGAN UNTUK DISEMBUHKAN&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/undangan-untuk-disembuhkan\/embed\/#?secret=Fif1KKR9Fr#?secret=rmMr3Tbte9\" data-secret=\"rmMr3Tbte9\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 01 April 2025 Yohanes 5:7-8 (Yoh 5:1-16) Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: &#8220;Maukah engkau&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-74938","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/74938","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=74938"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/74938\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":74939,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/74938\/revisions\/74939"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=74938"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=74938"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=74938"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}