{"id":74638,"date":"2025-03-27T14:52:53","date_gmt":"2025-03-27T07:52:53","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=74638"},"modified":"2025-03-27T14:55:35","modified_gmt":"2025-03-27T07:55:35","slug":"kamis-27-maret-2025-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=74638","title":{"rendered":"Kamis, 27 Maret 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 27 Maret 2025<br \/>\nLukas 11:23 (Luk 11:14-23)<br \/>\n\u201dSiapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.&#8221;<\/p>\n<p>Selalu Berada Bersama Yesus<\/p>\n<p>Dalam perang melawan Iblis dengan segala bentuk dan manifestasinya, murid-murid Yesus harus tegas menentukan pilihan: berada bersama Yesus dan bersatu-hati denganNya.<br \/>\nPrinsip kesatuan dengan Yesus inilah jaminan keselamatan kita. Yesus adalah Pokok Anggur dan kita ranting-rantingNya. Saat terpisah dari Kristus kita akan kehilangan daya ilahi yang memampukan kita melawan kejahatan serta bertahan di jalan kebenaran dan menghasilkan buah-buah kebenaran.<\/p>\n<p>Iblis menghendaki kita tercerai berai dan terpisah dari Tuhan. Salah satu jalan masuknya adalah dengan menaburkan prasangka buruk, pikiran negatif, perasaan iri dan dengki atas capaian orang lain. Dorongan si Jahat mulai bekerja saat kita merasa diri paling benar, dan tidak mampu menghargai apa yang baik yang dilakukan orang lain.<br \/>\nYesus sendiri mengalami bahwa apapun yang baik yang Ia lakukan selalu orang yang tidak senang denganNya mencari alasan negatif untuk menolak percaya kepadaNya. Ada saja orang yang berprasangka buruk dan ingin menjatuhkanNya. Namun semuanya itu tidak mengecilkan hati Yesus untuk terus berbuat baik, dan tidak tergoda untuk mencari aman sendiri.<\/p>\n<p>Jangan biarkan prasangka buruk merasuki pikiran dan hati kita sehingga kita menolak menghargai apa yang baik yang dilakukan orang lain. Persatuan dan persaudaraan adalah jalan Tuhan untuk keselamatan kita.<br \/>\n\u201dYa Yesus, jauhkanlah keluarga kami, komunitas dan bangsa kami dari perpecahan. Kami ingin ikut mengumpulkan bersamaMu dan berjalan bersama dengan sesama saudara kami. Jadikanlah kami pembawa damaiMu. Amin.\u201d<\/p>\n<p>Selamat Hari Kamis. Damai selalu di hati.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 27 Mar 2025<br \/>\nKamis Prapaskah III<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yl 2:12-13<br \/>\nBacaan Injil: Luk 11:14-23<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYl 2:12-13<br \/>\nBerbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, sabda Tuhan,<br \/>\nsebab Aku ini pengasih dan penyayang.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 11:14-23<br \/>\nSiapa tidak bersama aku, ia melawan Aku.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa<br \/>\nYesus mengusir dari seorang<br \/>\nsuatu setan yang membisukan.<br \/>\nKetika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata.<br \/>\nMaka heranlah orang banyak.<\/p>\n<p>Tetapi ada di antara mereka yang berkata,<br \/>\n&#8220;Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan.&#8221;<br \/>\nAda pula yang meminta suatu tanda dari surga kepada Yesus<br \/>\nuntuk mencobai Dia.<\/p>\n<p>Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata,<br \/>\n&#8220;Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa,<br \/>\ndan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh.<br \/>\nJikalau Iblis itu terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri,<br \/>\nbagaimanakah kerajaannya dapat bertahan?<br \/>\nSebab kamu berkata,<br \/>\nbahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.<br \/>\nJadi, jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul,<br \/>\ndengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya?<br \/>\nNah, merekalah yang akan menjadi hakimmu!<br \/>\nTetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah,<br \/>\nmaka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.<br \/>\nApabila seorang yang kuat dan yang bersenjata lengkap<br \/>\nmenjaga rumahnya sendiri,<br \/>\nmaka amanlah segala miliknya.<br \/>\nTetapi jika seorang yang lebih kuat daripadanya<br \/>\nmenyerang dan mengalahkannya,<br \/>\nmaka orang itu akan merampas perlengkapan senjata<br \/>\nyang diandalkannya,<br \/>\ndan akan membagi-bagikan rampasannya.<br \/>\nSiapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku,<br \/>\ndan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku,<br \/>\nia mencerai-beraikan.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************<\/p>\n<p>\u210d<\/p>\n<p>\u201cSiapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan,\u201d (Luk 14: 23).<\/p>\n<p>Perikope Injil hari ini mengingatkan kita bahwa hidup dan misi Yesus di bumi adalah suatu peperangan melawan si jahat. Masa Prapaskah dan Pekan Suci menunjukkan pertarungan yang semakin meningkat. Lukas menulis bahwa sesudah Pembaptisan Yesus, Setan pergi meninggalkan Yesus dan menunggu waktu yang baik (Luk 4: 13).<\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini Yesus menegaskan, \u201cSiapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan,\u201d (Luk 14: 23). Bersama Yesus dalam peperangan itu, kita tidak dapat bersikap netral, acuh-tak acuh, atau setengah-setengah. Ikut Tuhan, atau melawan Tuhan! Jika kita menolak untuk berpihak dengan Tuhan, itu berarti kita berada di pihak Setan. Kita tahu bahwa Tuhan pasti akan memenangkan peperangan ini. Jadi, mengapa kita membiarkan diri berada di pihak yang kalah?<\/p>\n<p>Bagaimana cara berpihak kita kepada Allah? Pertama, melalui ketaatan kita kepada-Nya. Yesus sendiri menghadapi perlawanan pribadi dan pertempuran dengan Iblis ketika Dia diuji di padang gurun sebelum pelayanan publik-Nya. Tetapi Dia mengalahkan si jahat melalui ketaatan-Nya kepada kehendak Bapa-Nya. Kita dapat melakukan hal yang sama. Ketaatan itu sulit karena kita menginginkan kebebasan dan dapat membuat pilihan-pilihan berdasarkan kebebasan itu. Tak jarang kita menyalahgunakan kebebasan dan pilihan kita.<\/p>\n<p>Yang kedua adalah dengan setia kepada-Nya. Kesetiaan yang dibangun atas dasar kepercayaan dan kasih kepada-Nya. Kesetiaan yang kita peroleh dengan mendengarkan Dia. \u201cDengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!\u201d (Yer 7: 23). Seberapa jauh kesetiaan kita kepada Yesus Kristus?<\/p>\n<p>Maka memilih dengan bijak menjadi hal yang penting dalam masa Prapaskah ini. Mari kita perbarui komitmen kita untuk selalu berada di pihak Yesus melalui pembaharuan komitmen dalam hidup perkawinan; sebagai orang tua; dalam hidup religius sebagai rohaniwan, biarawan, biarawati; dalam usaha kita untuk membuat suatu perbedaan yang baik dalam hidup kita.<\/p>\n<p>Tuhan terkasih, aku berdoa agar aku selalu diberi anugerah untuk selalu taat dan setia kepada-Mu, apa pun yang dikatakan dunia. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Bersama Yesus kita lawan si jahat. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<\/p>\n<p>https:\/\/heypasjon.com\/bersama-yesus-melawan-kejahatan\/<\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 27 Maret 2025 Lukas 11:23 (Luk 11:14-23) \u201dSiapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.&#8221; Selalu Berada Bersama Yesus Dalam perang melawan Iblis dengan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-74638","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/74638","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=74638"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/74638\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":74641,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/74638\/revisions\/74641"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=74638"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=74638"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=74638"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}