{"id":74595,"date":"2025-03-26T17:12:23","date_gmt":"2025-03-26T10:12:23","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=74595"},"modified":"2025-03-26T21:44:44","modified_gmt":"2025-03-26T14:44:44","slug":"rabu-26-maret-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=74595","title":{"rendered":"Rabu, 26 Maret 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 26 Maret 2025<br \/>\nMatius 5:17 (Mat 5:17-19)<br \/>\n\u201dJanganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.\u201d<\/p>\n<p>Kepenuhan Hidup Dalam Yesus<\/p>\n<p>Yesus datang untuk menyempurnakan hukum Taurat dan menggenapinya. Firman yang dulunya hanya bisa didengar dari para nabi atau dibaca dalam Kitab Taurat telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita (Yoh 1:14). Semua janji Allah sejak Abraham hingga para nabi menjadi nyata dalam Yesus.<br \/>\nAllah yang dahsyat dan perkasa, nampak nyata dalam sabda dan karya serta mujizat Yesus. Allah yang penuh kasih dan maharahim, lemah lembut dan sabar, nyata kita saksikan dan alami dalam diri Yesus, Tuhan kita yang lemah lembut dan rendah hati.<br \/>\nKisah sengsara Yesus, derita dan pengorbananNya menunjukkan betapa Allah mencintai kita sampai sehabis-habisnya. KebangkitanNya menyempurnakan seluruh karya keselamatan Allah yang dulunya dirusak oleh dosa.<\/p>\n<p>Bahagianya kita boleh ambil bagian dalam kepenuhan kasih karunia Allah dalam Yesus yang kini hidup bersama kita dalam Roh KudusNya. Rasul Yohanes berkata, \u201cKarena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.&#8221; (1 Yoh 16-17).<\/p>\n<p>Semoga kepenuhan Yesus mengatasi kelemahan kita. Cinta kita yang terbatas disempurnakanNya. Hati kita yang kecil dibesarkanNya. Roh kita yang lemah dikuatkanNya. Yesus hidup di dalam kita dan kita hidup di dalam Dia. Kita menikmati hidup yang penuh dan melimpah kasih karunia dalam Yesus, Gembala kita yang baik, yang tak pernah membiarkan kita berkekurangan.<br \/>\nMari menimba air hidup dan menyantap Roti Kehidupan yang disediakan Yesus bagi kita setiap hari dari FirmanNya yang hidup.<\/p>\n<p>Selamat hari baru. Kiranya kepenuhan kasih Yesus melingkupi kita.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 26 Mar 2025<br \/>\nRabu Prapaskah III<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 6:63b.68a<br \/>\nBacaan Injil: Mat 5:17-19<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 6:63b.68a<br \/>\nSabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan.<br \/>\nEngkau mempunyai sabda kehidupan kekal.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 5:17-19<br \/>\nSiapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah Taurat,<br \/>\nia akan menduduki tempat yang tinggi.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Janganlah kamu menyangka,<br \/>\nbahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat<br \/>\natau kitab para nabi.<br \/>\nAku datang bukan untuk meniadakannya,<br \/>\nmelainkan untuk menggenapinya.<br \/>\nKarena Aku berkata kepadamu:<br \/>\nSungguh, selama belum lenyap langit dan bumi ini,<br \/>\nsatu iota atau satu titik pun<br \/>\ntidak akan ditiadakan dari hukum Taurat,<br \/>\nsebelum semuanya terjadi.<br \/>\nKarena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah Taurat<br \/>\nsekalipun yang paling kecil,<br \/>\ndan mengajarkannya demikian kepada orang lain,<br \/>\nia akan menduduki tempat-tempat yang paling rendah<br \/>\ndi dalam Kerajaan Surga.<br \/>\nTetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan<br \/>\nsegala perintah Taurat,<br \/>\nia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**************<\/p>\n<p>YESUS ADALAH SABDA YANG TELAH MENJADI MANUSIA DAN TINGGAL DI ANTARA KITA<\/p>\n<p>\u201cInti iman Kristen bukan pada buku atau kitab, gedung atau patung, pun bukan simbol-simbol buatan tangan manusia, melainkan pada sosok satu pribadi, yakni: Tuhan Yesus.\u201d<\/p>\n<p>Maka Yesus menegaskan kembali dalam injil hari ini: \u201dJanganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.\u201d ( ayat 17 )<\/p>\n<p>Pelajaran penting bagi kita di hari ini adalah:<\/p>\n<p>1) Bacalah Alkitab agar Anda mengetahui kehendak Tuhan yang tersirat dalam semua tulisan suci;<\/p>\n<p>2) Imanilah Yesus sebagai Tuhan yang adalah Sabda yang telah menjadi daging dan tinggal di antara kita;<\/p>\n<p>3) Rasakanlah kehadiran dan penyertaan-Nya lewat doa dan permenungan pribadimu.<\/p>\n<p>Akhirnya perlu disadari bahwa iman kekristenan bukan pada Alkitab sebagai sebuah buku, melainkan pada seorang pribadi yang tetap hidup dalam keabadian, yakni Yesus Tuhan.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 26 Maret 2025 Matius 5:17 (Mat 5:17-19) \u201dJanganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.\u201d Kepenuhan Hidup&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-74595","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/74595","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=74595"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/74595\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":74628,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/74595\/revisions\/74628"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=74595"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=74595"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=74595"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}