{"id":7447,"date":"2016-01-15T16:25:36","date_gmt":"2016-01-15T09:25:36","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=7447"},"modified":"2016-02-01T15:55:00","modified_gmt":"2016-02-01T08:55:00","slug":"sabtu-16-januari-2016","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=7447","title":{"rendered":"Sabtu, 16 Januari 2016"},"content":{"rendered":"<div class=\"idx_kal_perayaan\">Hari Biasa<\/div>\n<div class=\"idx_kal_perayaan\"><\/div>\n<div class=\"idx_kal_alkitab\">\n<div><a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/alkitabq.php?q=1Sam9:1-4;1Sam9:17-19;1Sam10:1;\" target=\"_blank\">1Sam. 9:1-4,17-19; 10:1a<\/a>; <a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/alkitabq.php?q=Mzm21:2-3;Mzm21:4-5;Mzm21:6-7;\" target=\"_blank\">Mzm. 21:2-3,4-5,6-7<\/a>; <a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/alkitabq.php?q=Mrk2:13-17;\" target=\"_blank\">Mrk. 2:13-17<\/a>.<br \/>\nBcO <a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/alkitabq.php?q=Kej8:1-22;\" target=\"_blank\">Kej. 8:1-22<\/a><\/div>\n<div><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"idx_kal_pakaian\">\n<div>warna liturgi Hijau<\/div>\n<\/div>\n<div><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/dailyfreshjuice.net\/?powerpress_pinw=5695-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/div>\n<div>\n<div>\n<p class=\"style142\" align=\"justify\"><span class=\"style143\">Santa Priscila <\/span><\/p>\n<p class=\"style142\" align=\"justify\">Priscila dikenal sebagai seorang gadis Romawi. Ia juga dikenal sebagai pendiri salah satu katakombe tertua di Roma, yakni Katakombe Santa Priscila, di jalan Salaria, Roma.<br \/>\nTidak banyak hal yang diketahui tentang Pricila, kemungkinan ia adalah isteri Manius Acilius Glabrio, yang meninggal dunia karena teguh mempertahankan imannya pada masa penganiyaan terhadap orang Kristen oleh kaisar Domitianus (81-96).Menurut cerita, Santo Petrus pernah menggunakan rumah Priscila di jalan Salaria sebagai markasnya. Dibawah rumah itu, digali katakombe &#8211; katakombe. Santo Pundens dianggap sebagai putera dari Priscila. Priscila meninggal pada tahun 98.<\/p>\n<p><span class=\"style143\">Santo Marsellus I, Paus dan Martir<\/span><\/p>\n<p class=\"style142\" align=\"justify\"><a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/sejarahpaus\/Santo%20Marcellus%20I.html\">Marsellus<\/a> menjadi Paus pada tahun 308-309. ia ditetapkan oleh gereja sebagai Martir. Tempat dan hari kelahirannya serta kisah masa mudanya tidak diketahui dengan pasti. Meskipun demikian ia dikenal sebagai seorang imam dalam masa kePausan Santo Marselinus I (296-304).<br \/>\nKisah tentang dirinya dihubungkan dengan peristiwa penganiyaan dan pembunuhan atas diri Paus(Santo) <a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/sejarahpaus\/Santo%20Marcellinus.html\">Marselinus I<\/a>. Kematian Marselinus mengakibatkan kekosongan kepemimpinan gereja di Tahkta Suci selama beberapa saat. Gereja pada masa itu mengalami kegoncangan besar karena usaha penganiyaan orang &#8211; orang Kristen oleh Kaisar Diokletianus (284-305). Tiga tahun setelah kematian Diokletianus yaitu tahun 308, terpilihlah seorang Paus baru, yaitu Marsellus.<br \/>\nKepemimpinan Marsellus berlangsung ditengah situasi Gereja yang kacau balau. Pelayanan iman dan pewarta sabda tidak berjalan. Umat tercerai berai tanpa bimbingan seorang gembala. <a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/sejarahpaus\/Santo%20Marcellus%20I.html\">Marsellus<\/a> berkewajiban mengatur kembali administrasi Gereja dan mengatasi semua masalah Gereja. Tindakan pertama yang dilakukan adalah membagi Gereja kedalam wilayah &#8211; wilayah pelayanan (paroki) di bawah pimpinan seorang imam. Para imam bertugas mengajar umat, terutama para katekumen; melayani sakramen Pengakuan; mendoakan dan turut menguburkan jenazah orang &#8211; orang Kristen yang meninggal; dan bersama umat merayakan upacara untuk mengenang para martir. Marsellus pun membangun sebuah kuburan baru untuk orang &#8211; orang Kristen di Jalan Salaria, Roma.<br \/>\nUsaha &#8211; usaha Marsellus untuk mengatur kembali Gereja terhambat oleh perbedaan pendapat tentang masalah orang &#8211; orang Kristen yang mutrad ketika adanya penganiyaan. Mereka ingin kembali menjadi Kristen lagi tanpa menjalani kewajiban bertobat. Marsellus bertindak tegas dengan menuntut agar orang &#8211; orang itu terlebih dahulu harus bertobat, dan mangakui kesalahannya serta menjalankan penitensi yang berat. Hal ini ditentang oleh banyak orang hingga memuncak menjadi suatu peristiwa berdarah. Karena peristiwa ini, Kaisar Maxentius (306-312), menangkap dan mengasingkan <a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/sejarahpaus\/Santo%20Marcellus%20I.html\">Marsellus<\/a> ke luar Roma. Ia meninggal di pengasingan itu.<br \/>\nAda banyak cerita yang beredar tentang akhir hidup Marsellus. Salah satu cerita adalah bahwa Kaisar Maxentius yang tidak setuju dengan usaha &#8211; usaha Marsellus, menghukumnya dengan menjalankan kerja paksa: membersihkan kandang &#8211; kandang ternah Kaisar. Tetapi dengan bantuan umat, <a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/sejarahpaus\/Santo%20Marcellus%20I.html\">Marsellus<\/a> dapat meloloskan diri dari tempat siksaan itu dan berlindung di dalam rumah seorang keluarga bangsawan di kota. Namun kemudian tempat persembunyian ini diketahui oleh kaki tangan Kaisar Maxentius. Marsellus kemudian ditangkap dan dibunuh dengan sangat keji.<\/p>\n<p><span class=\"style143\">Santo Honoratus, Uskup dan Pengaku Iman <\/span><\/p>\n<p class=\"style142\" align=\"justify\">Sepulang dari berziarah, Honoratus memilih tinggal di pulau terpencil di Perancis Selatan. Disitu ia mendirikan biara Lerin yang termasyur, karena sebagian besar biarawannya adalah cendekiawan. Ia ditabhiskan menjadi Imam dan diangkat menjadi Uskup Arles, walaupun ia sendiri tidak menginginkannya. Santo Hilarius sangat memujinya. Honoratus meninggal dunia pada tahun 429.<\/p>\n<p class=\"style142\" align=\"justify\">Sumber<br \/>\nhttp:\/\/imankatolik.or.id\/kalender\/16Jan.html<br \/>\nhttp:\/\/dailyfreshjuice.net\/wp-content\/uploads\/2016\/01\/FJ2016-01-16-Ikutlah-Aku-Sandy-Kusuma.mp3<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hari Biasa 1Sam. 9:1-4,17-19; 10:1a; Mzm. 21:2-3,4-5,6-7; Mrk. 2:13-17. BcO Kej. 8:1-22 warna liturgi Hijau Santa Priscila Priscila dikenal sebagai seorang gadis Romawi. Ia juga dikenal sebagai pendiri salah satu katakombe tertua di Roma,&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7613,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-7447","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/Kerahiman-Allah.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7447","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7447"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7447\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7451,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7447\/revisions\/7451"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7613"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7447"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7447"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7447"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}