{"id":73749,"date":"2025-03-12T09:48:30","date_gmt":"2025-03-12T02:48:30","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=73749"},"modified":"2025-03-12T09:48:30","modified_gmt":"2025-03-12T02:48:30","slug":"rabu-12-maret-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=73749","title":{"rendered":"Rabu, 12 Maret 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 12 Maret 2025<br \/>\nLukas 11:29-30 (Luk 11:29-32)<br \/>\nBerkatalah Yesus: &#8220;Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini.\u201d<\/p>\n<p>Sakramen: Tanda Keselamatan Tuhan<\/p>\n<p>Sebagai manusia yang mengandalkan bukti dan penglihatan, orang Israel meminta tanda dari surga kepada Yesus bahwa Ia adalah Mesias yang dijanjikan Tuhan.<br \/>\nYesus lalu mengingatkan mereka bahwa sudah begitu banyak tanda yang dianugerahkan Allah agar mereka melihat dan percaya dengan iman betapa Allah hadir dengan pelbagai tanda keselamatan bagi mereka. Tapi orang Israel tetap keras kepala, tidak mau percaya dan tidak mau bertobat dari kepicikannya.<br \/>\nYesus menunjuk tanda keselamatan Allah ketika Nabi Yunus diutus ke tengah orang Niniwe untuk mewartakan pertobatan. Orang Niniwe bukanlah umat pilihan Allah seperti umat Israel, tapi diingatkan Allah melalui Nabi Yunus agar bertobat dan meninggalkan kejahatan mereka. Tidak menunggu lama, mereka mendengarkan Yunus dan berbalik dari sikap hidupnya yang salah.<br \/>\nBagaimana dengan kita sekarang ini? Yesus telah datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia. Ia telah rela mati di salib, dimakamkan selama 3 hari, namun bangkit dengan jaya. Misteri Paskah Kristus ini menjadi tanda perjanjian baru Allah dan manusia agar kita diselamatkan. Yesus adalah tanda kehadiran Allah yang menyelamatkan.<br \/>\nIa telah naik ke surga untuk menyediakan tempat bagi kita di surga, agar kita juga dapat sampai ke surga. Yesus tetap hadir di tengah kita oleh Roh KudusNya dan turut bekerja untuk keselamatan kita melalui Sakramen-Sakramen Gereja yang telah ditinggalkanNya melalui para Rasul.<br \/>\nSetidaknya ada 7 Sakramen Yesus dalam Gereja yang menjadi tanda-tanda utama kehadiranNya. Sakramen ini menandai setiap tahap hidup kita dari awal hingga akhir kehidupan kita. Dimulai dengan Sakramen Pembaptisan, Ekaristi dan Krisma, Sakramen Pertobatan, Perkawinan dan Imamat, serta Perminyakan orang sakit. Melalui sakramen-sakramenNya Yesus hadir menemani dan menyelamatkan kita.<br \/>\nYesus setiap hari mengundang kita bersatu denganNya melalui santapan sabda dan tubuh darahNya, serta melalui pertobatan di masa prapaska ini. Sambutlah Ia, nikmatilah kasih setiaNya dalam sakramenNya yang kudus.<\/p>\n<p>Selamat berbahagia melihat Yesus hadir memberkati kita dengan hari yang baru\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 12 Mar 2025<br \/>\nRabu Prapaskah I<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yl 2:12-13<br \/>\nBacaan Injil: Luk 11:29-32<br \/>\n**************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYl 2:12-13<br \/>\nSekarang juga, demikianlah firman Allah,<br \/>\nberbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu,<br \/>\nsebab Aku ini pengasih dan penyayang.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 11:29-32<br \/>\nAngkatan ini tidak akan diberi tanda selain tanda Nabi Yunus.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa<br \/>\nYesus berbicara kepada orang banyak yang mengerumuni Dia,<br \/>\n&#8220;Angkatan ini adalah angkatan yang jahat.<br \/>\nMereka menuntut suatu tanda,<br \/>\ntetapi mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.<br \/>\nSebab sebagaimana Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe,<br \/>\ndemikian pulalah<br \/>\nAnak Manusia akan menjadi tanda bagi angkatan ini.<br \/>\nPada waktu penghakiman<br \/>\nratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini<br \/>\ndan akan menghukum mereka:<br \/>\nSebab ratu ini datang dari ujung bumi<br \/>\nuntuk mendengarkan hikmat Salomo,<br \/>\ndan sungguh, yang ada di sini lebih daripada Salomo!<br \/>\nPada waktu penghakiman,<br \/>\norang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini<br \/>\ndan mereka akan menghukumnya.<br \/>\nSebab orang-orang Niniwe itu bertobat<br \/>\nwaktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus,<br \/>\ndan sungguh, yang ada di sini lebih daripada Yunus!&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cAngkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.\u201d (Luk 1: 29)<\/p>\n<p>Nabi Yunus secara istimewa disebut dalam liturgi masa Prapaskah ini, tentu saja berhubungan dengan beberapa hal berikut:<\/p>\n<p>* Masa Prapaskah mengajak kita memusatkan diri pada pertobatan. Masa Prapaskah adalah masa untuk mawas diri, merenungkan kembali hidup kita dan melihat apa saja yang perlu kita ubah dalam hidup kita. Itulah metanoia. Yunus adalah seorang Nabi yang menyerukan pertobatan kepada penduduk Niniwe. Seruan pertobatannya berhasil kendati kelemahan-kelemahannya.<br \/>\n* Masa Prapaskah mempersiapkan kita untuk merayakan wafat dan kebangkitan. Puncak dari masa ini adalah Misteri Paskah: Yesus yang bangkit setelah tiga hari dimakamkan. Yunus tinggal di perut ikan selama tiga hari sebelum ia dimuntahkan hidup-hidup di pantai Niniwe. Banyak orang yang melihat bahwa peristiwa ini menubuatkan Yesus yang tinggal dalam gelapnya \u201cperut\u201d bumi sebelum kebangkitan yang mulia.<br \/>\n* Kita diingatkan akan peran kita untuk menjadi tanda. Yesus menegur umat Yahudi pada masanya yang meminta tanda. Ia mengingatkan mereka bagaimana Yunus menjadi tanda. Yunus adalah orang biasa, tetapi pengalaman hidupnya menjadi tanda bagi orang lain, kendati kelemahan dan kegagalannya, hingga akhirnya ia memenuhi misi hidunya menjadi tanda. Kita hendaknya hidup dalam kesadaran bahwa kita masing-masing adalah tanda bagi sesama. Sejauh manakah hidup saya menjadi tanda sehingga hidup sesama berubah menjadi lebih baik? Atau hidup saya justru menjadi batu sandungan bagi sesama? Jangan-jangan hidup saya menyesatkan sesama? Hiduplah selalu dalam kesadaran bahwa kita masing-masing adalah tanda bagi sesama, untuk bertumbuh dalam kasih kepada Allah dan sesama.<\/p>\n<p>Suatu kali Fransikus Asisi sedang dalam perjalanan menuju sebuah gereja yang jauh letaknya. Dalam perjalanan, seorang petani dari ladang datang kepadanya dan berkata: \u201cKalau saudara nanti berjumpa dengan Fransiskus, katakan kepadanya supaya ia hidup suci karena kami menghormatinya sebagai seorang kudus.\u201d Sesudah mengatakan hal itu, petani itu kembali ke ladangnya. Fransiskus menoleh kepada Leo, teman seperjalanannya, dan berkata, \u201cLeo, lihat bagaimana Allah datang kepada kita dan mengingatkan kita akan panggilan kita!\u201d<\/p>\n<p>Tuhan, kurniakan kepada kami keberanian untuk bertobat dan membaharui diri terus menerus. Jadikanlah kami tanda kasih-Mu bagi sesama. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Jadilah tanda! \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"gcZ1G1dn74\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/yunus\/\">YUNUS<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;YUNUS&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/yunus\/embed\/#?secret=dE90NREfsN#?secret=gcZ1G1dn74\" data-secret=\"gcZ1G1dn74\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 12 Maret 2025 Lukas 11:29-30 (Luk 11:29-32) Berkatalah Yesus: &#8220;Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Yunus&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-73749","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/73749","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=73749"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/73749\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":73750,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/73749\/revisions\/73750"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=73749"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=73749"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=73749"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}