{"id":73277,"date":"2025-03-04T15:58:12","date_gmt":"2025-03-04T08:58:12","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=73277"},"modified":"2025-03-04T15:58:12","modified_gmt":"2025-03-04T08:58:12","slug":"selasa-04-maret-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=73277","title":{"rendered":"Selasa, 04 Maret 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 04 Maret 2025<br \/>\nMarkus 10:28 (Mrk 10:28-31)<br \/>\nBerkatalah Petrus kepada Yesus: &#8220;Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!&#8221;<\/p>\n<p>Upah Mengikuti Yesus<\/p>\n<p>Setelah sekian lama mengikuti Yesus dan meninggalkan segala sesuatunya, Petrus mewakili para murid lainnya mempertanyakan mengenai upah yang akan mereka terima.<br \/>\nMereka bukan lagi nelayan. Selama ini mereka tidak mempunyai rumah yang tetap, pekerjaan mereka hanyalah berjalan dari satu tempat ke tempat yang lain. Uang kas yang ada hanya tergantung pemberian orang.<br \/>\nPetrus mulai mempertanyakan masa depan mereka yang tidak pasti. Tak heran ketika Yesus ditangkap buyarlah segala impian dan harapan mereka untuk menjadi pejabat dalam kerajaan Yesus, punya fasilitas istimewa dan hidup sejahtera.<br \/>\nApakah Petrus dan para rasul lainnya merasa sia-sia mengikuti Yesus? Mari kita lihat perbedaan besar yang terjadi dengan impian dan harapan para rasul sebelum dan sesudah Yesus bangkit.<br \/>\nPetrus yang berharap mendapat upah saat Yesus masih bersama mereka, sesudah Yesus bangkit sungguh menyadari bahwa bukan emas dan perak yang dijanjikan Yesus melainkan hidup Yesus sendiri. Ini tak ada bandingannya di dunia. Simak kata-kata Petrus yang begitu meyakinkan ini: \u201cEmas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!&#8221; (Kis 3:6).<br \/>\nBagi Petrus bukan lagi soal apa yang akan ia terima sebagai upah atau pahala, tapi hidup dalam Yesus dan semua kepenuhan rahmat dan anugerah dalam namaNya, telah membuatnya berkelimpahan dalam segala hal yang dicari semua orang. Itulah sukacita, damai sejahtera dan jaminan hidup kekal.<br \/>\nTak ada upah yang lebih berharga selain memiliki Yesus yang adalah segalanya bagi mereka dan bagi kita semua. Katakanlah dengan penuh iman, \u201cTuhanlah Gembalaku, aku takkan berkekurangan.\u201d<\/p>\n<p>Selamat berkarya untuk Tuhan. Upah kita besar di surga.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 04 Mar 2025<br \/>\nSelasa Pekan Biasa VIII<br \/>\nPF S. Kasimirus<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mat 11:25<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 10:28-31<br \/>\n*************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMat 11:25<br \/>\nTerpujilah Engkau Bapa, Tuhan langit dan bumi,<br \/>\nsebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 10:28-31<br \/>\nSekalipun disertai penganiayaan,<br \/>\npada masa ini juga kalian akan menerima kembali seratus kali lipat,<br \/>\ndan dimasa datang menerima hidup yang kekal.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Setelah Yesus berkata<br \/>\nbetapa sukarnya orang kaya masuk Kerajaan Allah,<br \/>\nberkatalah Petrus kepada Yesus,<br \/>\n&#8220;Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu<br \/>\ndan mengikuti Engkau.&#8221;<\/p>\n<p>Maka Yesus menjawab,<br \/>\n&#8220;Sesungguhnya Aku berkata kepadamu,<br \/>\nbarangsiapa meninggalkan rumah,<br \/>\nsaudara-saudari, ibu atau bapa, anak-anak atau ladangnya,<br \/>\npada masa ini juga ia akan menerima kembali seratus kali lipat:<br \/>\nrumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu,<br \/>\nanak dan ladang,<br \/>\nsekalipun disertai berbagai penganiayaan;<br \/>\ndan di masa datang ia akan menerima hidup yang kekal.<\/p>\n<p>Tetapi banyak orang yang terdahulu<br \/>\nakan menjadi yang terakhir,<br \/>\ndan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201dAku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal,\u201d [Mrk 10: 29 \u2013 30].<\/p>\n<p>Injil hari ini mengingatkan kita bahwa mengikut Yesus membutuhkan pilihan setiap hari, kesediaan untuk melepaskan keterikatan duniawi dan mencari apa yang kekal. Ketika Petrus berkata kepada Yesus, \u201cKami telah meninggalkan segala sesuatu untuk mengikut Engkau,\u201d Yesus menjawab dengan sebuah janji: mereka yang meninggalkan rumah, keluarga, dan harta benda demi Dia akan menerima lebih banyak lagi sebagai balasannya \u2013 baik dalam kehidupan ini maupun kehidupan kekal.<\/p>\n<p>Apa yang dikatakan Injil ini berlaku bagi kita semua, bukan hanya bagi mereka yang menjalani hidup bakti sebagai imam atau religius. Setiap orang Kristen dipanggil untuk membuat pilihan-pilihan sesuai dengan kehendak Tuhan. Memilih untuk menghadiri Ekaristi daripada memprioritaskan hiburan, mendedikasikan waktu untuk berdoa daripada rekreasi, memilih untuk bekerja dengan jujur daripada mengikuti godaan korupsi, atau menghidupi panggilan kita dengan Kristus sebagai pusatnya \u2013 ini adalah keputusan sehari-hari yang menentukan iman kita.<\/p>\n<p>Mengikuti Yesus juga berarti mengizinkan Dia memasuki panggilan kita sepenuhnya. Jika Anda sudah menikah, undanglah Kristus ke dalam pernikahan Anda. Jika Anda seorang imam atau religius, biarkan Kristus menjadi pusat pelayanan Anda. Tanpa Dia, pelayanan kita dapat menjadi rutinitas, dan kita berisiko menjadi aktor dalam sebuah peran dan bukannya menjadi murid yang sejati.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, Yesus mengingatkan kita bahwa tujuan kita adalah Surga. Dia tidak meminta kita untuk meninggalkan segala sesuatu dengan cuma-cuma \u2013 melainkan, meninggalkan yang lebih kecil untuk mendapatkan yang lebih besar. Apa yang kita pegang teguh hari ini yang menghalangi kita untuk sepenuhnya memeluk-Nya? Apakah kita mencari kekekalan, atau apakah kita puas dengan apa yang bersifat sementara?<\/p>\n<p>Kiranya Tuhan memberi kita keberanian untuk berjalan di jalan-Nya, percaya bahwa dengan meninggalkan segala sesuatu bagi-Nya, kita menerima segala sesuatu yang benar-benar penting: kasih-Nya, damai sejahtera-Nya, dan kehidupan kekal.<\/p>\n<p>Tuhan, semoga kami mampu menjadikan Engkau yang utama dalam hidup kami. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Utamakan Tuhan. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"dEaZKXQPXd\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/meninggalkan-semuanya\/\">MENINGGALKAN SEMUANYA<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;MENINGGALKAN SEMUANYA&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/meninggalkan-semuanya\/embed\/#?secret=E6NBtUHV70#?secret=dEaZKXQPXd\" data-secret=\"dEaZKXQPXd\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 04 Maret 2025 Markus 10:28 (Mrk 10:28-31) Berkatalah Petrus kepada Yesus: &#8220;Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!&#8221; Upah Mengikuti Yesus Setelah sekian lama mengikuti Yesus dan meninggalkan segala&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-73277","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/73277","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=73277"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/73277\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":73278,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/73277\/revisions\/73278"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=73277"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=73277"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=73277"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}