{"id":73091,"date":"2025-03-01T10:58:01","date_gmt":"2025-03-01T03:58:01","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=73091"},"modified":"2025-03-01T13:38:34","modified_gmt":"2025-03-01T06:38:34","slug":"sabtu-01-maret-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=73091","title":{"rendered":"Sabtu, 01 Maret 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 01 Maret 2025<br \/>\nMarkus 10:14 (Mrk 10:13-16)<br \/>\n\u201dBiarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.\u201d<\/p>\n<p>Menjadi Seperti Anak Kecil<\/p>\n<p>Seorang anak kecil diwarnai oleh kepolosan, kemurnian tanpa prasangka, rasa kagum dan takjub atas semua yang baru dilihat dan dialaminya, rasa ingin tahu yang dalam. Ia melihat dunia ini penuh keajaiban dan kegembiraan, serta selalu bersandar sepenuhnya pada kasih sayang orangtuanya.<br \/>\nBetapa Allah bahagia kita menjadi seperti anak kecil kesayanganNya.<br \/>\nSimak salah satu cerita lucu seorang anak kecil yang baru saja belajar mengenal huruf alfabet. Ia belum mampu menyusun doa dengan kata-katanya sendiri. Maka iapun berdoa demikian, \u201cYa Bapa, saya akan menulis a,b,c sampai z. Biarlah Bapa yang menyusun kata-katanya untuk saya. Amin.\u201d<br \/>\nPastilah Allah Bapa akan tersenyum mendengar doa seperti itu. Mungkin Bapa di surga akan berkata, \u201cinilah doa yang paling indah yang pernah Kudengar.\u201d<br \/>\nMenjadi seperti anak kecil sungguh menyenangkan hati Tuhan. Ia menaruh kepercayaan sepenuhnya pada Bapanya, karena ia tahu, Bapanya lebih tahu apa yang terbaik baginya.<br \/>\nMari menjadi anak kecil dalam pangkuan Bapa Surgawi. Tak perlu cemas dengan segala kelemahan dan kecilnya tangan bahkan pikiran kita. Mari berserah sepenuhnya pada kasih Bapa di surga. Yesus telah mengajarkan kita doa \u201cBapa Kami\u201d, agar kita menjadi anak Bapa yang selalu berkata, \u201cjadilah kehendakMu, di atas bumi seperti di dalam surga.\u201d<br \/>\nTapi ingatlah, menjadi anak kecil bukan berarti menjadi kekanak-kanakan, yang identik dengan manja dan hanya berpusat pada diri sendiri serta pelbagai hal yang menyenangkan diri sendiri. Teruslah bertumbuh dan berkembang dalam cinta kasih, berapapun usia kita, penuh pengharapan dan iman akan tuntunan Bapa di surga.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan, dan selamat memasuki bulan Maret dalam penyerahan diri sepenuhnya pada penyelenggaraan Tuhan.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 01 Mar 2025<br \/>\nSabtu Pekan Biasa VII<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mat 11:25<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 10:13-16<br \/>\n*************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMat 11:25<br \/>\nTerpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi,<br \/>\nsebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 10:13-16<br \/>\nBarangsiapa tidak menerima kerajaan Allah seperti anak-anak ini, tidak akan masuk ke dalamnya.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus<br \/>\nsupaya Ia menjamah mereka.<br \/>\nTetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.<br \/>\nMelihat itu, Yesus marah dan berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku!<br \/>\nJangan menghalang-halangi mereka!<br \/>\nSebab orang-orang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.<br \/>\nAku berkata kepadamu,<br \/>\n&#8220;Sungguh, barangsiapa tidak menerima Kerajaan Allah<br \/>\nseperti seorang anak kecil,<br \/>\nia tidak akan masuk ke dalamnya.&#8221;<\/p>\n<p>Kemudian Yesus memeluk anak-anak itu,<br \/>\nmeletakkan tangan ke atas mereka dan memberkati mereka.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************<\/p>\n<p>\u210d<\/p>\n<p>\u201cBiarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah,\u201d [Mrk 10: 14].<\/p>\n<p>Biasanya melalui perikope Injil hari ini, tentang anak-anak yang datang kepada Yesus, kita diajak belajar dari sikap anak-anak. Namun saya ajak anda bermenung dari sudut pandang yang lain.<\/p>\n<p>Dalam peristiwa itu Yesus menegur murid-murid-Nya karena menghalangi anak-anak untuk datang kepada-Nya, bukan karena mereka tidak baik, tetapi karena mereka berpikir bahwa mereka sedang melindungi Yesus dari \u201cgangguan\u201d dan kekacauan. Mereka telah melakukan hal yang sama di Yerikho, dengan membungkam orang buta yang berseru mohon belas kasih kepada Yesus. Mereka tanpa sadar telah membuat penghalang antara Yesus dan orang-orang yang mencari Dia. Kesalahan yang sama juga sering terjadi pada saat ini ketika kita, orang-orang Kristen, alih-alih memfasilitasi perjumpaan dengan Kristus, malah menciptakan hambatan.<\/p>\n<p>Seberapa sering kita melihat orang-orang datang ke Gereja dengan penuh harapan, namun disambut dengan birokrasi dan sikap dingin? Pasangan yang sudah bertunangan yang bersemangat untuk pernikahan mereka diberi daftar harga alih-alih sebuah berkat. Seorang ibu muda yang mencari Pembaptisan untuk anaknya ditolak karena dia belum menikah. Jika kita cukup jeli, masih ada hal-hal lain yang sering kali tidak menjembatani perjumpaan dengan Kristus, tetapi justru menghalang-halangi. Situasi-situasi seperti ini mengungkapkan sebuah kecenderungan yang berbahaya: mengendalikan iman dan bukan menumbuhkannya. Dengan melakukan hal itu, kita menciptakan sebuah \u201csakramen kedelapan\u201d &#8211; sakramen pengucilan &#8211; sesuatu yang tidak pernah dimaksudkan oleh Yesus.<\/p>\n<p>Undangan Kristus adalah untuk semua orang. Dia tidak datang untuk yang sempurna, tetapi untuk yang hancur, yang terluka, yang mencari, yang bergumul. Gereja-Nya harus menjadi tempat yang ramah, rumah bagi semua orang yang merindukan kasih Allah. Jika kita sungguh-sungguh ingin menjadi Peziarah Harapan di Tahun Yubileum ini, kita harus membuka lebar-lebar pintu-pintu iman. Marilah kita memilih belas kasih daripada menghakimi, mendorong daripada menolak, dan mendampingi daripada birokrasi.<\/p>\n<p>Tuhan, berilah kami hati yang menyambut, tangan yang melayani, dan kata-kata yang menyembuhkan. Semoga setiap orang yang datang kepada Gereja menemukan pintu-pintu yang terbuka menuju kasih-Mu yang tak terbatas. Amin!<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"Q2ioutEnrR\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/membuka-pintu-iman-panggilan-untuk-menyambut-semua\/\">MEMBUKA PINTU IMAN: PANGGILAN UNTUK MENYAMBUT SEMUA<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;MEMBUKA PINTU IMAN: PANGGILAN UNTUK MENYAMBUT SEMUA&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/membuka-pintu-iman-panggilan-untuk-menyambut-semua\/embed\/#?secret=zPiZPbyr6B#?secret=Q2ioutEnrR\" data-secret=\"Q2ioutEnrR\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 01 Maret 2025 Markus 10:14 (Mrk 10:13-16) \u201dBiarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.\u201d Menjadi Seperti Anak Kecil Seorang anak kecil&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-73091","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/73091","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=73091"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/73091\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":73094,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/73091\/revisions\/73094"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=73091"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=73091"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=73091"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}