{"id":73020,"date":"2025-02-28T10:50:03","date_gmt":"2025-02-28T03:50:03","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=73020"},"modified":"2025-02-28T10:50:03","modified_gmt":"2025-02-28T03:50:03","slug":"jumat-28-februari-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=73020","title":{"rendered":"Jumat, 28 Februari 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 28 Februari 2025<br \/>\n_Markus 10:6-9 (Mrk 10:1-12)<br \/>\nPada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.&#8221;<\/p>\n<p>Kasih Kristus Dasar Kebahagiaan Hidup Suami Istri<\/p>\n<p>Sejak semula Allah menghendaki agar suami istri bahagia melalui persekutuan mereka yang erat dan intim, sehati sejiwa, baik dalam suka maupun duka.<br \/>\nDalam pernikahan putra putri Allah yang telah dibaptis, Yesus sendiri yang menyatukan suami istri seperti halnya Gereja menjadi mempelai Kristus (Baca Efesus 5:22-33). Sebagaimana Kristus sebagai Kepala tak terpisahkan dari Gereja sebagai tubuhNya, demikian halnya ikatan kasih suami istri tak terpisahkan.<br \/>\nBetapa indahnya ikrar suami dan istri yang dipersatukan dalam nikah yang kudus saat mereka berjanji di hadapan Tuhan \u201cAku memilihmu sebagai istriku &#8211; sebagai suamiku, dan berjanji untuk mencintaimu, dalam keadaan sehat maupun sakit, dalam untung dan malang, hingga maut memisahkan kita. Demikianlah janji saya demi Allah dan Injil suci ini.\u201d<br \/>\nBerjuanglah untuk memenuhi ikrar suci saling setia satu sama lain. Rahmat Allah dalam Sakramen Perkawinan tak pernah berhenti bekerja, dan Roh Kudus, Roh Pemersatu terus mempersatukan suami dan istri.<br \/>\nBersandarlah pada kasih Kristus, jangan biarkan kelemahan dan keterbatasan manusiawi membuat kita menyerah dan putus asa. Kasih Kristus dan kerelaan untuk saling mengampuni antara suami dan istri adalah kunci kebahagiaan.<br \/>\nBaharuilah selalu setiap hari komitmen untuk terus mencintai sekalipun terluka, sebagaimana Kristus hatiNya tertusuk duri namun tak pernah berhenti mencintai.<br \/>\nDoa kami semua untuk kesatuan cinta suami istri dan kebahagiaan keluarga-keluarga kita.<\/p>\n<p>Selamat hari baru. Harapan baru untuk terus berjuang dan terus berdoa.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 28 Feb 2025<br \/>\nJumat Pekan Biasa VII<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 17:17ab<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 10:1-12<br \/>\n*************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 17:17ab<br \/>\nSabda-Mu, ya Tuhan, adalah kebenaran.<br \/>\nKuduskanlah kami dalam kebenaran.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 10:1-12<br \/>\nYang dipersatukan Allah, janganlah diceraikan manusia.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Pada suatu hari Yesus berangkat ke daerah Yudea<br \/>\ndan ke daerah seberang sungai Yordan.<br \/>\ndi situ orang banyak datang mengerumuni Dia,<br \/>\ndan seperti biasa Yesus mengajar mereka.<br \/>\nMaka datanglah orang-orang Farisi hendak mencobai Yesus.<br \/>\nMereka bertanya,<br \/>\n&#8220;Bolehkah seorang suami menceraikan isterinya?&#8221;<br \/>\nTetapi Yesus menjawab kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Apa perintah Musa kepada kamu?&#8221;<br \/>\nMereka menjawab,<br \/>\n&#8220;Musa memberi izin untuk menceraikannya<br \/>\ndengan membuat surat cerai.&#8221;<\/p>\n<p>Lalu Yesus berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Karena ketegaran hatimulah Musa menulis perintah untukmu.<br \/>\nSebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka pria dan wanita;<br \/>\nkarena itu pria meninggalkan ibu bapanya<br \/>\ndan bersatu dengan isterinya.<br \/>\nKeduanya lalu menjadi satu daging.<br \/>\nMereka bukan lagi dua, melainkan satu.<br \/>\nKarena itu apa yang dipersatukan Allah,<br \/>\njanganlah diceraikan manusia.&#8221;<\/p>\n<p>Setelah mereka tiba di rumah,<br \/>\npara murid bertanya pula tentang hal itu kepada Yesus.<br \/>\nLalu Yesus berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Barangsiapa menceraikan isterinya<br \/>\nlalu kawin dengan wanita lain,<br \/>\nia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu.<br \/>\nDan jika isteri menceraikan suaminya<br \/>\ndan kawin dengan pria yang lain,<br \/>\nia berbuat zinah.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE<\/p>\n<p>DIPERSATUKAN ALLAH, DICERAIKAN MANUSIA<\/p>\n<p>\u201cApa pun alasan perceraian pasangan, sesungguhnya melawan kehendak Allah terhadap keluhuran perkawinan. Dan, perceraian adalah bentuk perlawanan manusia ( pasangan ) terhadap kehendak Allah itu sendiri.\u201d<\/p>\n<p>Yesus sejak dulu mengingatkan kita: &#8220;Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.\u201d ( ayat 9 )<\/p>\n<p>Pelajaran penting bagi kita di hari ini adalah:<\/p>\n<p>1) Sadarlah bahwa sejak awal mula, Allah menghendaki adanya perkawinan antara laki-laki dan perempuan, maka berbanggalah!<\/p>\n<p>2) Allah percaya bahwa kalian berdua, pasangan suami-istri dapat melewati badai kehidupan dengan bathera rumah tanggamu;<\/p>\n<p>3) Ingatlah bahwa Tuhan tetap ada di dalam perahu rumah tanggamu sehingga apa pun ombak dan gelombang yang menghadangmu, bangunkanlah Tuhan untuk meredakannya.<\/p>\n<p>Akhirnya, yakinlah bahwa kalau Allah telah mempersatukan kalian berdua dalam sebuah perkawinan, maka pasti Ia juga akan menjaga, melindungi dan memberkatimu.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 28 Februari 2025 _Markus 10:6-9 (Mrk 10:1-12) Pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-73020","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/73020","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=73020"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/73020\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":73021,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/73020\/revisions\/73021"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=73020"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=73020"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=73020"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}