{"id":72983,"date":"2025-02-27T19:25:01","date_gmt":"2025-02-27T12:25:01","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=72983"},"modified":"2025-02-27T19:25:01","modified_gmt":"2025-02-27T12:25:01","slug":"profil-calon-sekolah-adiwiyata-provinsi-sma-pangudi-luhur-van-lith-muntilan-tahun-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=72983","title":{"rendered":"Profil Calon Sekolah Adiwiyata Provinsi SMA Pangudi Luhur Van Lith Muntilan Tahun 2025"},"content":{"rendered":"<p>Profil Calon Sekolah Adiwiyata Provinsi SMA Pangudi Luhur Van Lith Muntilan Tahun 2025<\/p>\n<p>SMA Pangudi Luhur Van Lith merupakan sekolah yang peduli dengan lingkungan hidup dan berkomitmen untuk menjaga kelestarian alam.<br \/>\nSMA Pangudi Luhur Van Lith percaya bahwa pendidikan lingkungan hidup adalah kunci untuk menciptakan generasi yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.<br \/>\nBerbagai kegiatan yang telah kami upayakan untuk menciptakan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah antara lain Gerakan resik resik sekolah dan linkungan sekolah, mengadakan seminar ekologi, menerapkan penghematan energi, serta upaya upaya lain yang mendukung Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah.<br \/>\nSMA Pangudi Luhur Van Lith Muntilan dalam salah satu misinya yaitu Mendampingi dan mendidik kaum muda menjadi Rasul Awam yang peduli, bergotong royong, proaktif terhadap permasalahan lingkungan hidup. Misi ini sejalan dengan prinsip prinsip dasar sekolah adiwiyata yaitu partisipatif, berkelanjutan, dan edukatif.<\/p>\n<p>Sumber SMA PL Van Lith [Official]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Profil Calon Sekolah Adiwiyata Provinsi SMA Pangudi Luhur Van Lith Muntilan Tahun 2025 SMA Pangudi Luhur Van Lith merupakan sekolah yang peduli dengan lingkungan hidup dan berkomitmen untuk menjaga kelestarian alam. SMA Pangudi Luhur&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28971,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,2],"tags":[],"class_list":["post-72983","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-sekitar","category-tokoh","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/ki.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/72983","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=72983"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/72983\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":72984,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/72983\/revisions\/72984"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/28971"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=72983"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=72983"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=72983"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}