{"id":72771,"date":"2025-02-24T14:32:56","date_gmt":"2025-02-24T07:32:56","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=72771"},"modified":"2025-02-24T14:32:56","modified_gmt":"2025-02-24T07:32:56","slug":"senin-24-februari-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=72771","title":{"rendered":"Senin, 24 Februari 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 24 Februari 2025<br \/>\nMarkus 9;23-24 (Mrk 9:14-29)<br \/>\nJawab Yesus: &#8220;Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!&#8221; Segera ayah anak itu berteriak: &#8220;Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!&#8221;<\/p>\n<p>Terus Berdoa Untuk Memperdalam Iman<\/p>\n<p>Seringkali terjadi pertimbangan-pertimbangan rasional membatasi kita untuk sungguh percaya. Ditambah pengalaman kita dalam hal berdoa menunjukkan bahwa tidak semua doa kita dikabulkan Tuhan. Maka sering ada keraguan sebelum kita bermohon. Malah kita sendiri sudah menjawab permohonan kita, \u201cah tidak mungkin Tuhan mengabulkan doaku ini.\u201d<br \/>\nDialog dengan diri sendiri ini menunjukkan pergumulan dalam hati dan pikiran kita mengenai hal yang mungkin atau tidak mungkin terjadi berdasarkan pertimbangan rasional kita. Kita jadi ragu untuk berdoa. Bahkan mengurungkan niat untuk berdoa.<br \/>\nKisah Injil Markus hari ini kiranya membantu kita untuk jujur kepada Tuhan saat keraguan datang. Berserulah seperti si ayah yang bermohon agar anaknya dilepaskan dari roh jahat, \u201cTolonglah aku yang tidak percaya ini, ya Tuhan.\u201d<br \/>\nKetahuilah bahwa para rasul yang hidup bersama Yesus dan menjadi saksi hidup mujizat-mujizat Yesus, juga mengalami keraguan apakah Yesus sanggup. Menyadari kerapuhan iman mereka, para rasul pun berseru, \u201cTuhan tambahkanlah iman kami!\u201d (Luk 17:5).<br \/>\nYesus menyadari keterbatasan dan kelemahan kita. Ia ingin agar kita jangan sampai meragukan kemahakuasaan Allah. Ingatlah bahwa maksud dari doa bukanlah pertama-tama agar permohonan kita dikabulkan, tapi agar kita semakin dekat dengan Tuhan dan bersandar sepenuhnya pada kasih setia Allah.<br \/>\nKita terus berdoa agar makin percaya bahwa kasih Allah jauh melampaui apa yang kita pikirkan. Kuasa Allah jauh melampaui pertimbangan rasional kita. Teruslah percaya dan berserah. Teruslah berdoa dan memohon, tetaplah datang pada Yesus. Dan biarlah kehendak Allah yang terjadi, di atas bumi dan dalam hidup kita, seperti di dalam surga.<br \/>\nSebagaimana Yesus menyerahkan kehendakNya kepada BapaNya, demikian juga kita. \u201cBukan kehendakku, melainkan kehendakMu-lah yang terjadi, ya Bapa.\u201d<\/p>\n<p>Semangat Senin! Semangat doa untuk menguatkan iman.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 24 Feb 2025<br \/>\nSenin Pekan Biasa VII<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: 2Tim 1:10b<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 9:14-29<br \/>\n**************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\n2Tim 1:10b<br \/>\nYesus Kristus, Penebus kita, telah membinasakan maut,<br \/>\ndan menerangi hidup dengan Injil.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 9:14-29<br \/>\nAku percaya, ya Tuhan!<br \/>\nTolonglah aku yang kurang percaya ini.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Pada suatu hari Yesus bersama Petrus, Yakobus dan Yohanes,<br \/>\nturun dari gunung,<br \/>\nlalu kembali pada murid-murid lain.<br \/>\nMereka melihat orang banyak mengerumuni para murid itu,<br \/>\ndan beberapa ahli Taurat sedang mempersoalkan sesuatu<br \/>\ndengan mereka.<br \/>\nKetika melihat Yesus,<br \/>\norang banyak itu tercengang-cengang semua<br \/>\ndan bergegas menyambut Dia.<br \/>\nYesus lalu bertanya kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Apa yang kamu persoalkan dengan mereka?&#8221;<br \/>\nKata seorang dari orang banyak itu,<br \/>\n&#8220;Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu<br \/>\nkarena ia kerasukan roh yang membisukan dia.<br \/>\nSetiap kali roh itu menyerang, anakku dibantingnya ke tanah.<br \/>\nLalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan,<br \/>\ndan tubuhnya menjadi kejang.<br \/>\nAku sudah minta kepada murid-murid-Mu,<br \/>\nsupaya mereka mengusir roh itu,<br \/>\ntetapi mereka tidak dapat.&#8221;<\/p>\n<p>Maka kata Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Hai kamu angkatan yang tidak percaya,<br \/>\nberapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu?<br \/>\nBerapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu?<br \/>\nBawalah anak itu ke mari!&#8221;<br \/>\nLalu mereka membawanya kepada Yesus.<br \/>\nDan ketika roh itu melihat Yesus,<br \/>\nanak itu segera digoncang-goncangnya,<br \/>\ndan anak itu terpelanting di tanah dan terguling-guling,<br \/>\nsedang mulutnya berbusa.<\/p>\n<p>Kemudian Yesus bertanya kepada ayah anak itu,<br \/>\n&#8220;Sudah berapa lama ia mengalami ini?&#8221;<br \/>\nJawabnya, &#8220;Sejak masa kecilnya!<br \/>\nSeringkali roh itu menyeretnya ke dalam api atau ke dalam air<br \/>\nuntuk membinasakannya.<br \/>\nSebab itu, jika Engkau dapat berbuat sesuatu,<br \/>\ntolonglah kami dan kasihanilah kami.&#8221;<br \/>\nJawab Yesus, &#8220;Katamu, &#8216;jika Engkau dapat?&#8217;<br \/>\nTidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!&#8221;<br \/>\nSegera ayah anak itu berteriak.<br \/>\n&#8220;Aku percaya! Tolonglah aku yang tidak percaya ini!&#8221;<br \/>\nKetika Yesus melihat makin banyak orang yang datang berkerumun,<br \/>\nYesus menegur roh jahat itu dengan keras, kata-Nya,<br \/>\n&#8220;Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli,<br \/>\nAku memerintahkan engkau:<br \/>\nKeluarlah dari anak ini, dan jangan memasukinya lagi!&#8221;<br \/>\nLalu keluarlah roh itu sambil berteriak<br \/>\ndan menggoncang-goncangkan anak itu dengan hebatnya.<br \/>\nAnak itu kelihatannya seperti orang mati,<br \/>\nsehingga banyak orang mengatakan, &#8220;Ia sudah mati.&#8221;<br \/>\nTetapi Yesus memegang tangannya dan membangunkannya,<br \/>\nlalu ia bangkit sendiri.<\/p>\n<p>Ketika Yesus sudah di rumah,<br \/>\ndan murid-murid-Nya sendirian dengan Dia,<br \/>\nbertanyalah mereka,<br \/>\n&#8220;Mengapa kami tidak dapat mengusir roh itu?&#8221;<br \/>\nJawab Yesus,<br \/>\n&#8220;Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>Ketika Yesus sudah di rumah, dan murid-murid-Nya sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: &#8220;Mengapa kami tidak dapat mengusir roh itu?&#8221; Jawab-Nya kepada mereka: &#8220;Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa.\u201d [Mrk 9: 28 \u2013 29].<\/p>\n<p>Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa dalam peristiwa Yesus mengusir roh jahat dari seorang anak Tuhan berkata: \u201cJenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa\u201d? Logika dari hal ini adalah bahwa ada roh jahat yang dapat diusir tanpa doa. Jika Tuhan berkata, \u201cRoh jenis ini, hanya dapat diusir dengan doa,\u201d itu berarti bahwa ada roh-roh lain yang dapat diusir tanpa doa.<\/p>\n<p>Ini seperti mengatakan bahwa tidak semua penyakit dapat disembuhkan dengan operasi. Anda tidak dapat menyembuhkan batuk dengan operasi. Itu akan menjadi konyol. Sama halnya dengan tidak semua penyakit dapat disembuhkan dengan antibiotik. Ada obat khusus untuk penyakit tertentu.<\/p>\n<p>Beberapa roh jahat sebenarnya dapat diperparah oleh doa. Benarkah? Kemalasan adalah salah satu contohnya. Kemalasan tidak dapat disembuhkan dengan doa. Jika Anda berdoa, Anda akan menjadi lebih malas. Kemalasan disembuhkan dengan tindakan. Sifat kekanak-kanakan tidak dapat disembuhkan dengan doa. Semakin banyak Anda berdoa, semakin Anda kekanak-kanakan. Cara untuk menyembuhkan sifat kekanak-kanakan adalah dengan bertindak seperti orang dewasa yang matang dan melayani orang lain. Ilusi tidak dapat disembuhkan dengan doa, karena doa dapat membuat Anda berpindah dari satu ilusi ke ilusi berikutnya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, roh-roh jahat seperti ketidaksabaran, kemarahan dan kenajisan dapat disembuhkan dengan doa. Kejahatan-kejahatan ini dapat dikurangi dengan doa. Sebaliknya, kejahatan-kejahatan lain hanya akan diperburuk oleh doa.<\/p>\n<p>Ketahuilah penyakitnya terlebih dahulu, kemudian, berikanlah obatnya. Anda tidak menyembuhkan pneumonia dengan operasi. Anda tidak dapat menyembuhkan flu biasa dengan antibiotik. Tidak semua penyakit rohani dapat diatasi dengan doa. Masing-masing memerlukan penanganan yang tepat. Kenali penyakitnya terlebih dahulu, lalu berikan obatnya.<\/p>\n<p>Tuhan, bantu aku mengenali secara tepat, langkah-langkah untuk menyembuhkan penyakit rohaniku. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas di pekan yang baru. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"Sgyt5SnvpL\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/penyakit-dan-obatnya\/\">PENYAKIT DAN OBATNYA<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;PENYAKIT DAN OBATNYA&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/penyakit-dan-obatnya\/embed\/#?secret=tJAehB0RcU#?secret=Sgyt5SnvpL\" data-secret=\"Sgyt5SnvpL\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 24 Februari 2025 Markus 9;23-24 (Mrk 9:14-29) Jawab Yesus: &#8220;Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!&#8221; Segera ayah anak itu berteriak: &#8220;Aku percaya. Tolonglah aku yang&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-72771","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/72771","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=72771"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/72771\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":72772,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/72771\/revisions\/72772"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=72771"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=72771"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=72771"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}