{"id":72692,"date":"2025-02-23T07:37:39","date_gmt":"2025-02-23T00:37:39","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=72692"},"modified":"2025-02-23T07:37:39","modified_gmt":"2025-02-23T00:37:39","slug":"minggu-23-februari-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=72692","title":{"rendered":"Minggu, 23 Februari 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nMinggu 23 Februari 2025<br \/>\nHari Minggu Biasa VI<br \/>\nLukas 6:27-29 (Luk 6:27-38)<br \/>\n\u201dAku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain\u2026.\u201d<\/p>\n<p>Menjadi Seperti Yesus<\/p>\n<p>Betapa berat menjadi seorang Kristiani dengan tuntutan yang radikal seperti apa yang diminta Yesus dari kita.<br \/>\nBagaimana mungkin kita memberikan pipi kiri bila orang menampar pipi kanan kita? Betapa sulitnya memohonkan berkat bagi orang yang membenci, mencaci dan mengutuk kita. Bukankah wajar kalau orang-orang itu kita hapus dari daftar teman?<br \/>\nBukankah kita akan dianggap bodoh bila mengalah dan membiarkan diri teraniaya? Inilah yang diajarkan dunia kepada kita untuk membalas dendam. Sementara Yesus menghendaki yang sebaliknya.<br \/>\nTentu bukanlah Yesus kalau Ia hanya mengajar saja atau menunjuk jalan yang Ia sendiri tidak bisa jalani. Yesus memilih jalan pengosongan diri ini dan mati di salib agar prinsip cinta kasih sejati, mengampuni dan menyangkal diri, rela berkorban dan melayani serta memberi diri secara total menjadi jalan hidup kita.<br \/>\nDengan kata lain, menjadi seperti Yesus itulah maksud utama perutusan kita di dunia ini. Sebagaimana Yesus mencintai sampai sehabis-habisnya, demikian juga kita menjadi pejuang cintakasih yang total dan radikal.<br \/>\nBukankah emas harus dimurnikan dengan api? Bukankah berlian harus dipotong, digerinda, dan diasah hingga memancarkan kilau yang indah? Bukankah pedang yang tajam harus ditempa dengan alat pemukul yang kuat?<br \/>\nDemikianlah Yesus menempa kita menjadi laskar Kristus, laskar cintakasih. Yesus berada di barisan paling depan memberi kita semangat juang dengan api Roh KudusNya. Ia telah lebih dahulu menjalani sengsara dan salib bahkan sampai mati. Namun Ia keluar sebagai pemenang yang jaya.<br \/>\nDemikian juga bersama Yesus kita dikuatkan dan dimampukan untuk menjadi seperti Yesus, mencintai sampai terluka, mengampuni tanpa henti, dan mengasihi seperti Yesus telah mengasihi kita.<br \/>\n\u201dYa Yesus, jadikanlah hati kami seperti hatiMu. Amin\u201d<\/p>\n<p>Selamat Hari Minggu. Damai selalu di hati.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 23 Feb 2025<br \/>\nMinggu Pekan Biasa VII<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 13:34<br \/>\nBacaan Injil: Luk 6:27-38<br \/>\n*************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 13:34<br \/>\nAku memberikan perintah baru kepadamu, sabda Tuhan,<br \/>\nyaitu supaya kamu saling mengasihi,<br \/>\nsama seperti Aku telah mengasihi kamu.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 6:27-38<br \/>\nHendaklah kamu murah hati<br \/>\nsebagaimana Bapamu murah hati adanya.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa<br \/>\nYesus bersabda kepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Dengarkanlah perkataan-Ku ini:<br \/>\nKasihilah musuhmu,<br \/>\nberbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu.<br \/>\nMintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu.<br \/>\nBerdoalah bagi orang yang mencaci kamu.<br \/>\nBila orang menampar pipimu yang satu,<br \/>\nberikanlah juga pipimu yang lain.<br \/>\nBila orang mengambil jubahmu,<br \/>\nbiarkan juga ia mengambil bajumu.<br \/>\nBerilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu,<br \/>\ndan janganlah meminta kembali<br \/>\ndari orang yang mengambil kepunyaanmu.<br \/>\nSebagaimana kamu kehendaki orang perbuat kepadamu,<br \/>\ndemikian pula hendaknya berbuat kepada mereka.<br \/>\nKalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu?<br \/>\nOrang-orang berdosa pun<br \/>\nmengasihi orang-orang yang mengasihi mereka.<br \/>\nKalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepadamu, apakah jasamu?<br \/>\nOrang-orang berdosa pun berbuat demikian.<br \/>\nDan kalau kamu memberikan pinjaman kepada orang<br \/>\ndengan harapan akan memperoleh sesuatu dari padanya, apakah jasamu?<br \/>\nOrang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang-orang berdosa,<br \/>\nsupaya mereka menerima kembali sama banyak.<\/p>\n<p>Tetapi kamu,<br \/>\nkasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka<br \/>\ndan berilah pinjaman tanpa mengharapkan balasan;<br \/>\nmaka ganjaranmu akan besar,<br \/>\ndan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi.<br \/>\nSebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih<br \/>\ndan terhadap orang-orang jahat.<br \/>\nHendaklah kamu murah hati,<br \/>\nsebagaimana Bapamu murah hati adanya.<\/p>\n<p>Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi.<br \/>\nDan janganlah kamu menghukum,<br \/>\nmaka kamu pun tidak akan dihukum.<br \/>\nAmpunilah, maka kamu akan diampuni.<br \/>\nBerilah, maka kamu akan diberi.<br \/>\nSuatu takaran yang baik,<br \/>\nyang dipadatkan, yang digoncang dan tumpah ke luar,<br \/>\nakan dicurahkan ke pangkuanmu.<br \/>\nSebab ukuran yang kamu pakai akan diukurkan pula kepadamu.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************<\/p>\n<p>*GUNAKAN &#8220;SENJATA&#8221; KEBAIKAN, CINTA\/KASIH, PENGAMPUNAN DAN DOA BAGI YANG MEMBENCI DAN<br \/>\nMEMUSUHI SAYA, ANDA*<br \/>\n(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)<\/p>\n<p>Kasihilah musuhmu<\/p>\n<p>&#8220;Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi mereka yg mencaci kamu&#8221; (Luk. 6:27-28). Sabda ini sangat bertentangan dg keinginan manusia pd umumnya: &#8220;Kasihilah sesamamu manusia dan BENCILAH MUSUHMU!&#8221; (Mat. 5:43). Ajakan Yesus utk mengasihi dan mendoakan musuh merupakan ajakan yg baik, karena dgn begitu HIDUP saya,anda (yg memiliki musuh) AKAN MENJADI NYAMAN, DAMAI DAN TENANG. Tidak ada perasaan dendam, tdk lagi ada ketakutan akan pembalasan. Hidup ini SEMAKIN DIRASAKAN RINGAN (tak ada beban) KETIKA HATI SAYA, ANDA DIPENUHI CINTA dan DAMAI.<\/p>\n<p>Berbuat baik, mengasihi, mengampuni dan mendoakan sesama termasuk &#8220;musuh&#8221; adalah suatu bentuk kepasrahan dan penyerahan diri, suatu sikap iman, di mana SEGALA PERKARA, PERSOALAN HIDUP, termasuk MUSUH yang dihadapi itu , AKAN DISELESAIKAN, &#8220;DIURUS&#8221; OLEH TUHAN ALLAH (dlm kerjasama dgn kita).<\/p>\n<p>Doa (mendoakan) adalah harapan\/sarana yg mampu mengubah hati seseorang (musuh) karena kita mengandalkan Tuhan Allah, agar Tuhan Allah sendirilah yang akan MENYAPA hati (musuh).<br \/>\nMengasihi musuh dan mendoakan mereka merupakan tanda KEDEWASAAN ORANG BERIMAN (kita) dalam menyikapi masalah, persoalan hidup (termasuk musuh).<br \/>\nMemang mengasihi dan mendoakan musuh tidak lantas menyelesaikan soal, masalah, tetapi paling kurang dgn begitu KEBAIKAN YG DIMULAI DARI DIRI SENDIRI akan memunculkan KEADAAN HATI YG BAIK, CARA HIDUP YG BAIK, PEMIKIRAN YG BAIK, SUASANA HATI YG TEDUH TENANG, yg membuat seseorang (saya,anda) MENJADI BIJAKSANA dalam menyelesaikan segala perkara.<br \/>\nJika tidak mengasihi dan tidak mendoakan musuh, saya, anda akan selamanya merasa &#8220;terganggu&#8221;; bisa menganggap musuh sebagai ORANG YG TIDAK BOLEH ADA DI HADAPAN saya, anda. Hidup menjadi tidak nyaman.<\/p>\n<p>Maka berbuat baiklah, kasihilah, maafkanlah dan doakanlah sesama saya, anda, terlebih musuh2 saya, anda! Gunakanlah &#8220;senjata&#8221; kebaikan, cintakasih, pengampunan dan doa bagi orang lain (BAWA DALAM DOA! Ekaristi transformasi &#8211; Harian maupun Wajib Mingguan dan Hari2 yang diwajibkan menurut ajaran Gereja Katolik; Di sana ada penebusan, penghapusan dosa), terutama musuh saya, anda supaya hidup saya, anda menjadi aman, tenteram, penuh damai dan sukacita. Hidup betul dinikmati. Selamat menikmati hidup ini!<\/p>\n<p>Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati saya, anda sekalian yang selalu menggunakan &#8220;senjata&#8221; kebaikan, cintakasih, pengampunan dan doa bagi orang lain, terutama musuh2 saya, anda. Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Minggu 23 Februari 2025 Hari Minggu Biasa VI Lukas 6:27-29 (Luk 6:27-38) \u201dAku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-72692","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/72692","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=72692"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/72692\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":72693,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/72692\/revisions\/72693"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=72692"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=72692"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=72692"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}