{"id":72578,"date":"2025-02-21T14:04:35","date_gmt":"2025-02-21T07:04:35","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=72578"},"modified":"2025-02-21T14:04:35","modified_gmt":"2025-02-21T07:04:35","slug":"jumat-21-februari-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=72578","title":{"rendered":"Jumat, 21 Februari 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 21 Februari 2025<br \/>\nMarkus 8:34 (Mrk 8:34-9:1)<br \/>\n\u201dSetiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku\u2026.\u201d<\/p>\n<p>Bahagia Di Balik Salib Penyangkalan Diri<\/p>\n<p>Sebagai Allah yang menjadi manusia, Yesus menyadari betapa tantangan yang paling berat mengikuti kehendak Allah ada pada kehendak diri sendiri.<br \/>\nDi taman Getsemani Yesus dengan berpeluh darah berjuang sekuat tenaga menghadapi keinginan diri untuk menghindari piala penderitaan dan salib. Karena itu Ia memohon kepada Bapa di surga, \u201cYa Bapa kalau boleh piala ini berlalu dari padaKu. Tapi bukan kehendakKu, tapi kehendakMu-lah yang terjadi.\u201d<br \/>\nAgar tidak lari dari jalan Allah atau kehendak Allah maka Yesus meminta kita untuk mengosongkan diri, menyangkal diri dan berani memikul salib kehidupan.<br \/>\nBukanlah maksud Yesus supaya kita menjalani hidup yang susah dan penuh derita. Justru sebaliknya! Dengan menyangkal diri, kita mengosongkan diri dan menjadikan Yesus sebagai kepenuhan hidup kita. Ia menjadi kerinduan hati kita yang paling dalam, untuk mengisi seluruh relung hidup kita dengan kasihNya.<br \/>\nHidup menjadi begitu indah saat kita menyadari bahwa segala sesuatu yang ada pada kita semuanya semata kasih karunia Tuhan. Olehnya kita akan terdorong untuk mendahulukan kehendak Allah bukan keinginan diri, karena keinginan kita yang terbaik dan tak ternilai adalah melakukan kehendak Allah. Maka kita akan selalu tergerak untuk berbelaskasih seperti Kristus yang sepenuhnya hidup bagi orang lain.<br \/>\nKebahagiaan kita bukan lagi saat kita mendapatkan segala sesuatu untuk memuaskan keinginan diri sendiri, tapi ketika kita dapat menjadi saluran berkat Tuhan bagi sesama melalui pemberian diri serta ikut berbeban bagi sesama.<br \/>\nInilah kebahagiaan sejati kita ketika menyadari bahwa Yesus telah memenuhi hidup kita dengan kasihNya, dan hikmat salib yakni pengorbanan diri menjadi pokok sukacita kita.<\/p>\n<p>Selamat hari Jumat, hari kenangan sengsara Yesus memikul salib demi kebahagiaan kita.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 21 Feb 2025<br \/>\nJumat Pekan Biasa VI<br \/>\nPF S. Petrus Damianus, Uskup dan Pujangga Gereja<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 15:15b<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 8:34-9:1<br \/>\n**************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 15:15b<br \/>\nKalian Kusebut sahabat-sahabat,<br \/>\nsebab kepada kalian Kusampaikan<br \/>\napa saja yang Kudengar dari Bapa.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 8:34-9:1<br \/>\nBarangsiapa kehilangan nyawa demi Aku dan Injil,<br \/>\nakan menyelamatkan nyawanya.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Pada suatu ketika<br \/>\nYesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya,<br \/>\ndan berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Setiap orang yang mau mengikuti Aku,<br \/>\nharus menyangkal diri, memikul salibnya, dan mengikut Aku.<br \/>\nKarena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya,<br \/>\nia akan kehilangan nyawanya;<br \/>\ntetapi barangsiapa kehilangan nyawanya<br \/>\nkarena Aku dan karena Injil,<br \/>\nia akan menyelamatkan nyawanya.<\/p>\n<p>Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia,<br \/>\ntetapi ia kehilangan nyawanya?<br \/>\nKarena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?<br \/>\nKalau seseorang malu karena Aku dan karena perkataan-Ku<br \/>\ndi tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini,<br \/>\nmaka Anak Manusia pun akan malu karena orang itu<br \/>\napabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya,<br \/>\ndiiringi malaikat-malaikat kudus.&#8221;<br \/>\nKata Yesus lagi kepada mereka, &#8220;Aku berkata kepadamu;<br \/>\nSungguh, di antara orang yang hadir di sini<br \/>\nada yang tidak akan mati<br \/>\nsebelum mereka melihat Kerajaan Allah datang dengan kuasa.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE<\/p>\n<p>PERCAYA KEPADA PEMILIK SURGA<\/p>\n<p>\u201cYesus adalah Anak Allah dan Tuhan, maka bagaimana mungkin mereka yang menolak, meninggalkan dan menghujat Dia di dunia ini bisa masuk ke surga-Nya kelak? Menolak dan meninggalkan Yesus sama dengan menolak masuk surga.\u201d<\/p>\n<p>Peneguhan bahwa Yesus adalah Putra Allah itu nampak dalam Injil hati ini: &#8220;Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: &#8220;Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.\u201d ( Pasal 9 ayat 7 )<\/p>\n<p>Pelajaran penting bagi kita di hari ini adalah:<\/p>\n<p>1) Jika ingin selamat dan masuk surga maka satu-satunya jalan adalah percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat;<\/p>\n<p>2) Lakukanlah perbuatan baik sebagai wujud imanmu pada Tuhan;<\/p>\n<p>3) Ajak dan kuatkanlah mereka yang goyah imannya dan mau menolak dan meninggalkan Yesus atas alasan apa pun.<\/p>\n<p>Ingatlah bahwa di antara para utusan Allah yang datang ke dunia ini maka hanya Yesus yang diakui oleh Allah sebagai Anak-Nya. Karena itu, mengapa pilih yang lain?<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 21 Februari 2025 Markus 8:34 (Mrk 8:34-9:1) \u201dSetiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku\u2026.\u201d Bahagia Di Balik Salib Penyangkalan Diri Sebagai Allah yang&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-72578","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/72578","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=72578"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/72578\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":72579,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/72578\/revisions\/72579"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=72578"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=72578"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=72578"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}