{"id":72321,"date":"2025-02-17T15:32:06","date_gmt":"2025-02-17T08:32:06","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=72321"},"modified":"2025-02-17T15:32:18","modified_gmt":"2025-02-17T08:32:18","slug":"selasa-18-februari-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=72321","title":{"rendered":"Selasa, 18 Februari 2025"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mazmur 29:1a.2<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sampaikanlah kepada Tuhan, hai penghuni surga, sampaikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada-Nya dengan hormat dan khidmat.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Air bah merupakan jawaban Tuhan atas ketidaksetiaan umat. Setiap dosa dihukum. Hukuman ini tidak mengurangi kebaikan Tuhan. Nuh dan keluarganya merupakan buktinya. Belas kasih Yesus tidak diterima oleh kaum Farisi. Murid-murid Yesus pun tidak memahami. Namun, Ia tetap berjalan terus dengan kemurahan hati-Nya dan minta kita untuk memahami-Nya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA KOLEKTAN:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah bedoa: Allah Bapa sumber cahaya kehidupan, sembuhkanlah kebutaan mata dan dosa-dosa kami, agar kami dapat memandang Putra-Mu, cahaya kami, yang didambakan oleh setiap orang dalam perjalanan menuju kepada-Mu. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami, yang \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kejadian 6:5-8; 7:1-5.10<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cAku akan menghapuskan manusia yang Kuciptakan dari muka bumi.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tuhan melihat bahwa kejahatan manusia di bumi semakin besar, dan kecenderungan hati mereka selalu membuahkan kejahatan semata-mata. Maka menyesallah Tuhan, bahwa Ia menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. Bersabdalah Tuhan, \u201cAku akan menghapuskan manusia yang Kuciptakan dari muka bumi, baik manusia maupun hewan, dan binatang-binatang melata maupun burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka.\u201d Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di hadapan Tuhan. Maka bersabdalah Tuhan kepada Nuh, \u201cMasuklah ke dalam bahtera, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini. Dari segala binatang yang tidak haram, haruslah kauambil tujuh pasang, jantan dan betina. Juga dari burung-burung di udara tujuh pasang, jantan dan betina, supaya terpeliharalah keturunannya di seluruh bumi. Sebab tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya. Dan Aku akan menghapuskan dari muka bumi segala yang ada, yang Kujadikan itu.\u201d Lalu Nuh melakukan segala yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Setelah tujuh hari datanglah air bah meliputi bumi.<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN : Mazmur 29:1a.2.3ac-4.3b.9b-10<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ref.&nbsp;<em>Tuhan memberkati umat-Nya dengan damai sejahtera.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Sampaikanlah kepada Tuhan, hai penghuni surga, sampaikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan!<\/li>\n\n\n\n<li>Suara Tuhan terdengar di atas air, suara Tuhan mengguruh di atas air yang besar. Suara Tuhan penuh kekuatan, suara Tuhan penuh semarak.<\/li>\n\n\n\n<li>Allah yang mulia mengguntur, di dalam bait-Nya setiap orang berseru, \u201cHormat!\u201d Tuhan bersemayam di atas air bah, Tuhan bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;<em>&nbsp;Alleluya, alleluya, alleluya.<\/em><br>S : (Yoh 14:23)&nbsp;<em>Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 8:14-21<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cAwaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada suatu hari murid-murid Yesus lupa membawa roti. Hanya sebuah roti saja yang ada pada mereka dalam perahu. Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya, \u201cBerjaga-jaga dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.\u201d Maka mereka berpikir-pikir, dan seorang berkata kepada yang lain, \u201cItu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti.\u201d Ketika Yesus tahu, apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata, \u201cMengapa kalian memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kalian memahami dan mengerti? Telah degilkah hatimu? Kalian mempunyai mata, tidakkah kalian melihat? Dan kalian mempunyai telinga, tidakkah kalian mendengar? Sudah lupakah kalian waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti yang kalian kumpulkan?\u201d Jawab mereka, \u201cDua belas bakul.\u201d Dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti yang kalian kumpulkan?\u201d Jawab mereka, \u201cTujuh bakul.\u201d Lalu kata Yesus kepada mereka, \u201cMasihkah kalian belum mengerti?\u201d<br>Demikianlah Sabda Tuhan<br>U. Terpujilah Kristus<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Rafael Sudibyo SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Kudus Yesus melalui Hati Maria<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para pendengar Resi Dehonian yang terkasih, selamat berjumpa kembali dengan saya, Rm. Rafael Sudibyo, SCJ, dari komunitas Paroki St. Teresia Jambi, dalam resi \u2013 renungan singkat dehonian, edisi hari Selasa, Hari Biasa Pekan VI, 18 Februari 2025.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><em>\u201cBerjaga-jaga dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes\u201d<\/em>. Para pendengar Resi Dehonian yang terkasih, dimanapun anda berada, reaksi pertama para murid ketika mendengar bahwa Yesus menyebutkan&nbsp;<em>\u201cragi orang Farisi dan ragi Herodes\u201d<\/em>&nbsp;adalah kaget. Mereka langsung berpikir bahwa mereka hanya membawa 1 roti saja. Maka mereka khawatir kalau-kalau nanti mereka kelaparan selama perjalanan. Sehingga ketakutan-ketakuan ini yang membuat mereka menjadi tidak focus mengenai perkataan Yesus. Padahal, belum lama mereka juga melihat dengan mata kepala mereka sendiri, bahwa Yesus telah melakukan mukjizat penggandaan roti. Yang terakhir dilakukan Yesus adalah memberi makan 4000 orang, dan yang sebelumnya memberi makan 5000 orang. Peristiwa penggandaan itu tidak diingat oleh para murid. Maka Yesus sedikit marah kepada para murid, karena mereka khawatir akan hal-hal duniawi, padahal ada Yesus bersama mereka.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sebenarnya yang menjadi perhatian Yesus mengenai keadaan yang tidak baik, yang dilakukan oleh orang-orang farisi dan herodes. Maka Yesus menggunakan istilah Ragi sebagai bentuk dari keadaan yang tidak baik, yang sedang terjadi dikalangan mereka.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dalam Injil sinoptik lainnya, injil Lukas dan Matius, Yesus menggunakan istilah Ragi sebagai bentuk dari kekuatan ajaran yang Ia ajarkan. Yesus menggunakan kata \u201cragi\u201d sebagai kebaikan yang telah Ia lakukan. Namun dalam perikopa hari ini, kata \u201cragi\u201d digunakan untuk menunjukkan sikap-sikap yang tidak baik.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kenapa kata \u201cragi\u201d digunakan untuk menunjukkan hal yang tidak baik? Kalau kita melihat proses pembuatan roti, salah satu bahan yang digunakan adalah ragi. Supaya roti itu bisa berkembang dan lebih kelihatan bagus serta bisa menjadikan lembut. Hal semacam ini, dilihat Yesus sebagai sebuah kepura-puraan. Karena kalau roti itu tidak diberi ragi, dia akan keras dan bentuknya tidak menarik. Sama halnya, kepura-puraan yang dilakukan oleh orang-orang Farisi dan Herodes. Mereka ini, seperti \u201cragi\u201d yang meracuni bangsa Israel dari dalam demi kepentingan pribadi mereka.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ragi dari Farisi adalah kepura-puraan (<em>hyprocrisy<\/em>). Mereka secara berlebihan memperhatikan hal- hal lahiriah dalam agama tetapi mengabaikan hal- hal rohani yang mendasar yang lebih penting. Ragi Herodes adalah semangat keduniawian, yang dikuasai dengan kesenangan dan ambisi politik.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dari perikopa ini kita mau belajar bahwa, kita perlu menyelaraskan antara iman kita dengan kehidupan nyata diri kita. Mungkin sudah ada dalam diri kita sejak kecil, bahwa kita diajarkan untuk mencintai sesame kita, namun mungkin juga belum sampai ada Gerakan nyata yang kita lakukan. Hal itu juga bisa terjadi kalau kita belum bisa mengalahkan Ego dalam diri kita. Maka mari kita melihat diri kita, apakah kita sudah tidak lagi memakai \u201cragi\u201d orang farisi dan Herodes dalam hidup kita.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Semoga Hati Kudus Yesus merajai hati kita. Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para Pendengar Resi Dehonian dimanapun anda berada, semoga Tuhan selalu memberkati Langkah laku, aktivitas, dan persaudaraan diantara kita,&nbsp;<strong>+ Dalam Nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin.<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPA PERSEMBAHAN:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa maharahim, berikanlah kini kiranya rezeki pengampunan serta daya hidup baru dengan perantaraan Yesus Kristus Tuhan kami.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 Mazmur 29:10<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tuhan bersemayam di atas air bah. Tuhan bersemayam sebagai raja untuk selamanya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kehidupan, kami bersyukur atas santapan anugerah-Mu berkat Yesus Putra-Mu dan Tuhan kami. Semoga kelaparan kami akan Dikau selalu Kaupuaskan dengan rezeki suci. Demi Kristus, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Resi-Selasa-18-Februari-2025-oleh-Rm.-Rafael-Sudibyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.Theresia-Jambi-Indonesia.mp3\">Resi-Selasa 18 Februari 2025 oleh Rm. Rafael Sudibyo SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St.Theresia Jambi \u2013 Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2025\/02\/15\/selasa-13-februari-2022-hari-biasa-pekan-vi\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2025\/02\/15\/selasa-13-februari-2022-hari-biasa-pekan-vi\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=72321-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_1178\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-72321-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Resi-Selasa-18-Februari-2025-oleh-Rm.-Rafael-Sudibyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.Theresia-Jambi-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Resi-Selasa-18-Februari-2025-oleh-Rm.-Rafael-Sudibyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.Theresia-Jambi-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Resi-Selasa-18-Februari-2025-oleh-Rm.-Rafael-Sudibyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.Theresia-Jambi-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Resi-Selasa-18-Februari-2025-oleh-Rm.-Rafael-Sudibyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.Theresia-Jambi-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=72321-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Resi-Selasa-18-Februari-2025-oleh-Rm.-Rafael-Sudibyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.Theresia-Jambi-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Selasa-18-Februari-2025-oleh-Rm.-Rafael-Sudibyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.Theresia-Jambi-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mazmur 29:1a.2 Sampaikanlah kepada Tuhan, hai penghuni surga, sampaikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada-Nya dengan hormat dan khidmat. PENGANTAR: Air bah merupakan jawaban Tuhan atas ketidaksetiaan umat. Setiap dosa dihukum.&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-72321","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/72321","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=72321"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/72321\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":72323,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/72321\/revisions\/72323"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=72321"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=72321"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=72321"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}