{"id":71944,"date":"2025-02-11T14:24:36","date_gmt":"2025-02-11T07:24:36","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=71944"},"modified":"2025-02-11T14:24:36","modified_gmt":"2025-02-11T07:24:36","slug":"selasa-11-februari-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=71944","title":{"rendered":"Selasa, 11 Februari 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 11 Februari 2025<br \/>\nHari Orang Sakit Sedunia<br \/>\nMarkus 7:6b (Mrk 7:1-13)<br \/>\n\u201dBangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.\u201d<\/p>\n<p>Selaras Yang Di Luar Dan Di Dalam<\/p>\n<p>Yesus menegur orang-orang Farisi dan ahli Taurat karena hanya mementingkan hal-hal yang luaran, namun tidak peduli dengan apa yang di dalam. Seperti kata pepatah, lain di bibir lain di hati.<br \/>\nYesus-pun mengingatkan mereka agar jangan melakukan sesuatu dengan alasan yang dangkal yakni hanya sekedar mengikuti kebiasaan atau hanya sekedar mengikuti perintah tanpa mendalaminya.<br \/>\nApapun yang kita lakukan untuk Tuhan maupun sesama, mari melakukannya dengan setulus hati dan dengan sepenuh hati.<br \/>\nApabila hidup rohani terasa kering dan hampa, mengikuti ibadah atau misa tanpa makna, itulah tandanya kita melakukan rutinitas ibadah hanya sekedar menuruti perintah dan tradisi. Orang bisa saja hadir dan terlibat, tapi hati dan pikirannya tidak tertuju kepada Tuhan. Badannya ada di gereja tapi pikirannya sudah di tempat lain.<br \/>\nOrang kehilangan gairah dan semangat untuk berdoa dan beribadah bila hatinya jauh dari Tuhan. Mari mendorong hati kita untuk melekat di hati Tuhan. Alami dan rasakan kasih setiaNya di setiap tarikan nafas hidup kita. Hanya oleh kasihNya kita masih bisa bernafas dan hidup. Kesadaran ini menumbuhkan rasa syukur selalu dalam hati dan kerinduan untuk berdoa menyampaikan terimakasih.<br \/>\nMari memperdalam motivasi kita dalam melakukan sesuatu, seperti kata Paulus, \u201cApapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.\u201d (Kol 3:24)<\/p>\n<p>Selamat Hari Orang Sakit sedunia. Mari mendoakan semua yang sakit baik fisik maupun batin. Tuhan Yesus menjamah dan menyembuhkan kita semua.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 11 Feb 2025<br \/>\nSelasa Pekan Biasa V<br \/>\nPF S.P. Maria dari Lourdes<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mzm 119:36a.29b<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 7:1-13<br \/>\n**************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMzm 119:36a.29b<br \/>\nCondongkanlah hatiku kepada perintah-Mu, ya Allah,<br \/>\ndan kurniakanlah hukum-Mu kepadaku.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 7:1-13<br \/>\nKamu mengabaikan perintah Allah<br \/>\nuntuk berpegang pada adat istiadat manusia.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Pada suatu hari<br \/>\nserombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat<br \/>\ndari Yerusalem datang menemui Yesus.<br \/>\nMereka melihat beberapa murid Yesus makan dengan tangan najis,<br \/>\nyaitu dengan tangan yang tidak dibasuh.<br \/>\nSebab orang-orang Farisi<br \/>\n&#8211; seperti orang-orang Yahudi lainnya &#8211;<br \/>\ntidak makan tanpa membasuh tangan lebih dulu,<br \/>\nkarena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang.<br \/>\nDan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan<br \/>\nkalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya.<br \/>\nBanyak warisan lain lagi yang mereka pegang,<br \/>\numpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas tembaga.<br \/>\nKarena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu<br \/>\nbertanya kepada Yesus,<br \/>\n&#8220;Mengapa murid-murid-Mu<br \/>\ntidak mematuhi adat istiadat nenek moyang kita?<br \/>\nMengapa mereka makan dengan tangan najis?&#8221;<br \/>\nJawab Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu,<br \/>\nhai orang-orang munafik!<br \/>\nSebab ada tertulis:<br \/>\nBangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya,<br \/>\npadahal hatinya jauh dari pada-Ku.<br \/>\nPercuma mereka beribadah kepada-Ku,<br \/>\nsebab ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.<br \/>\nPerintah Allah kamu abaikan<br \/>\nuntuk berpegang pada adat istiadat manusia.&#8221;<br \/>\nYesus berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah,<br \/>\nsupaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.<br \/>\nKarena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu!<br \/>\nDan: &#8216;Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.&#8217;<br \/>\nTetapi kamu berkata:<br \/>\nKalau seorang berkata kepada bapa atau ibunya:<br \/>\n&#8216;Apa yang ada padaku,<br \/>\nyang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu,<br \/>\nsudah digunakan untuk kurban, yaitu persembahan kepada Allah,&#8217;<br \/>\nmaka kamu membiarkan dia<br \/>\nuntuk tidak lagi berbuat sesuatu pun bagi bapa atau ibunya.<br \/>\nDengan demikian sabda Allah kamu nyatakan tidak berlaku<br \/>\ndemi adat istiadat yang kamu ikuti itu.<br \/>\nDan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan!&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cBenarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.\u201d [Mrk 7: 6]<\/p>\n<p>Hari ini, kita kenangkan Penampakan Bunda Maria kepada St Bernadette di Lourdes. Dalam kesederhanaan dan imannya, Santa Bernadette mengajarkan kepada kita bagaimana menanggapi panggilan Tuhan dengan kerendahan hati dan cinta.<\/p>\n<p>Tanggapan kita terhadap undangan Tuhan untuk mendekatkan diri kepada-Nya merupakan bagian dari iman kita. Ini adalah sebuah cara hidup &#8211; sebuah perjalanan kembali kepada Tuhan, bukan sekadar serangkaian praktek kesalehan. Perjumpaan dengan Yesus mengubah diri kita dan memampukan kita untuk menyentuh kehidupan orang-orang di sekitar kita. Menghidupi iman kita berarti terus menerus terikat dengan Tuhan, yang merupakan sumber kasih dan pengharapan.<\/p>\n<p>Dalam hubungan dengan Allah ini, aturan dan norma memiliki makna yang sebenarnya. Seperti sepasang kekasih yang mengungkapkan cinta mereka melalui tindakan, demikian juga kita menunjukkan cinta kita kepada Allah melalui doa, sakramen-sakramen, dan devosi seperti Rosario. Semua itu bukanlah beban, melainkan tindakan kasih yang memperkuat ikatan kita dengan-Nya. Coba bandingkan dengan pernikahan: tanpa tindakan-tindakan cinta yang kecil, hubungan dapat menjadi renggang. Hal yang sama berlaku untuk hubungan kita dengan Tuhan.<\/p>\n<p>Namun, kita harus berhati-hati untuk tidak membiarkan praktik keagamaan menjadi sekadar kewajiban. Agama dimaksudkan untuk menuntun kita kepada Tuhan, bukan untuk membebani kita. Inti dari iman adalah relasi yang dekat dengan Tuhan, berbagi sukacita, pergumulan, dan kerinduan kita dengan-Nya. Struktur yang dibuat untuk mengatur itu baik ketika membimbing kita, tetapi tidak boleh menutupi kebebasan yang kita nikmati sebagai anak-anak Allah yang terkasih.<\/p>\n<p>Marilah kita belajar dari Bunda Maria dari Lourdes untuk membawa orang lain kepada Tuhan, bukan melalui kekakuan, tetapi melalui cinta, kelembutan, dan kebebasan. Di Hari Orang Sakit Sedunia ini mari mohon juga kepada Bunda Maria agar membantu kita dalam usaha untuk menjadi tanda dan sarana kehadiran Allah yang dekat dengan mereka yang menderita, melalui perjumpaan, anugerah, dan berbagi.<\/p>\n<p>Bunda Maria, bawalah kami lebih dekat kepada Putera-Mu. Ajarlah kami untuk mencintai-Nya melalui doa, tindakan bakti, dan hidup yang berakar dalam iman. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Mari doakan dan perhatikan saudara-saudari kita yang sakit. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"OBGplCw9Rl\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/hidup-terikat-pada-tuhan\/\">HIDUP TERIKAT PADA TUHAN<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;HIDUP TERIKAT PADA TUHAN&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/hidup-terikat-pada-tuhan\/embed\/#?secret=HOSDY91H7K#?secret=OBGplCw9Rl\" data-secret=\"OBGplCw9Rl\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 11 Februari 2025 Hari Orang Sakit Sedunia Markus 7:6b (Mrk 7:1-13) \u201dBangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.\u201d Selaras Yang Di Luar Dan Di Dalam Yesus menegur&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-71944","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/71944","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=71944"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/71944\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":71945,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/71944\/revisions\/71945"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=71944"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=71944"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=71944"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}