{"id":71593,"date":"2025-02-06T09:53:05","date_gmt":"2025-02-06T02:53:05","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=71593"},"modified":"2025-02-06T15:55:04","modified_gmt":"2025-02-06T08:55:04","slug":"kamis-06-februari-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=71593","title":{"rendered":"Kamis, 06 Februari 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 06 Februari 2025<br \/>\nPeringatan St Paulus Miki<br \/>\nMarkus 6:7-8a (Mrk 6:7-13)<br \/>\nYesus memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka\u2026.<\/p>\n<p>Kita Dipanggil Dan Diutus Bersama Yang Lain<\/p>\n<p>Injil hari ini mengingatkan kita pada maksud utama kehadiran kita di dunia ini adalah untuk mengemban misi Allah, mewartakan Injil kasihNya dan menjadi saksi kebaikan Tuhan.<br \/>\nTentu saja kita tidak dapat berjalan sendirian. Yesus meminta kita berjalan bersama dengan orang lain. Kita butuh teman. Yesus pun ikut menemani kita dan memberi kuasa dan semua anugerah yang kita perlukan untuk melawan kejahatan.<br \/>\nBekal utama kita adalah kasih Allah yang tak terhingga dalam Yesus. Bukan roti, uang atau pakaian. Kita bersandar pada kasih Tuhan. Semua yang kita perlukan pasti akan ditambahkan. Yesus telah bersabda, \u201cCarilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.\u201d (Mat 6:33).<br \/>\nLihatlah ke dalam diri, semua berkat dan potensi diri yang telah Tuhan anugerahkan. Bila Tuhan mengutus kita, Ia pasti membekali kita dengan rahmatNya yang perlu untuk itu.<br \/>\nLihatlah ke sekeliling, orang-orang yang Tuhan hadirkan dalam hidup dan perutusan kita. Kita tidak sendirian dan kita punya segalanya yakni iman kita akan Yesus. Ingatlah kata Petrus, &#8220;Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!&#8221; (Kis 3:6).<br \/>\nBetapa kuat kuasa Nama Yesus, itulah bekal hidup kita untuk terus berjalan melaksanakan perutusan kita di dunia ini, menjadi rasul Kristus. Setialah sampai akhir.<br \/>\nSt Paulus Miki dan teman-temannya, para martir Kristus di Jepang, menjadi inspirasi bagi kita. Menabur iman dan bekerja untuk kerajaan Allah tidak pernah sia-sia. Iman itu terus bertumbuh dan berkembang hingga saat ini dan sampai kapanpun.<\/p>\n<p>Selamat melayani bersama Tuhan dan sesama saudara lainnya. Yesus menemani kita.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 06 Feb 2025<br \/>\nKamis Pekan Biasa IV<br \/>\nPW S. Paulus Miki dan teman-temannya, Martir<br \/>\nWarna Liturgi: Merah<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mrk 1:15<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 6:7-13<br \/>\n*************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMrk 1:15<br \/>\nKerajaan Allah sudah dekat.<br \/>\nPercayalah kepada Injil.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 6:7-13<br \/>\nYesus mengutus murid-murid-Nya.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa, Yesus memanggil kedua belas murid<br \/>\ndan mengutus mereka berdua-dua.<br \/>\nIa memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat,<br \/>\ndan berpesan kepada mereka<br \/>\nsupaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan,<br \/>\nkecuali tongkat;<br \/>\nroti pun tidak boleh dibawa,<br \/>\ndemikian pula bekal dan uang dalam ikat pinggang;<br \/>\nmereka boleh memakai alas kaki,<br \/>\ntetapi tidak boleh memakai dua baju.<br \/>\nKata Yesus selanjutnya kepada murid-murid itu,<br \/>\n&#8220;Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah,<br \/>\ntinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu.<br \/>\nKalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu,<br \/>\ndan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu,<br \/>\nkeluarlah dari situ dan bebaskanlah debu yang di kakimu<br \/>\nsebagai peringatan bagi mereka.&#8221;<br \/>\nLalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat.<br \/>\nMereka mengusir banyak setan,<br \/>\ndan mengoles banyak orang sakit dengan minyak,<br \/>\ndan menyembuhkan mereka.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************<\/p>\n<p>\u210d<\/p>\n<p>\u201cIa memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat\u2026. Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.\u201d [Mrk 6: 7. 12 \u2013 13].<\/p>\n<p>Injil hari ini mengisahkan Kedua belas Rasul, yang diutus berdua-dua menjalankan misi pertama mereka untuk berkhotbah dan menyembuhkan. Kisah ini juga berbicara tentang misi yang kita miliki bersama sebagai murid-murid Yesus. Yesus memanggil kita untuk menjadi bagian dari Gereja misioner-Nya &#8211; Gereja yang bergerak, mencari dan melayani. Kita tidak dimaksudkan untuk tetap diam di tempat, tetapi untuk membawa kasih dan pengharapan-Nya ke dalam dunia. Kita dipanggil untuk menjadi murid-murid yang aktif, diutus untuk memberitakan pesan keselamatan-Nya.<\/p>\n<p>Pertama, Yesus mengutus kita. Sebagai anggota-anggota Gereja yang misioner, iman kita bukanlah iman yang bersifat pribadi atau pasif. Kita dipanggil untuk mengambil risiko, menjangkau mereka yang membutuhkan, dan memenuhi misi penginjilan. Gereja kita bukanlah sebuah museum masa lalu, melainkan Gereja yang dinamis dan hidup yang dipenuhi dengan Roh Kudus. Kita merangkul identitas ini dan hidup dengan semangat keberanian dan tujuan.<\/p>\n<p>Kedua, Yesus mengutus kita \u201cberdua-dua\u201d. Kita tidak dipanggil untuk melakukan perjalanan sendirian; kita diutus sebagai sebuah komunitas yang bersatu dalam kasih dan tujuan. Penginjilan bersama tidak hanya memperkuat pesan kita, tetapi juga mengingatkan kita akan sukacita dan dukungan yang ditemukan dalam bekerja bersama untuk Kerajaan Allah. Mari kita melawan godaan individualisme dan berjalan bersama sebagai saksi-saksi kasih-Nya.<\/p>\n<p>Ketiga, Yesus memanggil kita untuk menjadi pewarta. Untuk memberitakan kasih Allah, untuk mengingatkan dunia bahwa pengorbanan-Nya di kayu salib adalah tanda pengharapan yang paling utama. Marilah kita membagikan Kabar Baik bahwa kehadiran Tuhan selalu dekat. Dengan pesan pengharapan ini, kita mengingatkan orang lain-dan diri kita sendiri-bahwa kasih Allah mentransformasi setiap situasi.<\/p>\n<p>Marilah kita maju, bersatu dalam misi, untuk membagikan sukacita Injil kepada dunia!<\/p>\n<p>Tuhan, mereka hanyalah nelayan yang sedang membersihkan jala, tetapi Engkau memanggil para rasul-Mu untuk memberitakan Kabar Baik-Mu. Buatlah kami tidak takut untuk menyampaikan firman-Mu. Mampukan kami menyuarakan Firman-Mu tanpa ragu, bahkan kepada orang-orang yang tidak tidak mau mendengarkannya. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Selamat bermisi! \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"yPG96j3i2y\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/diutus-sebagai-misionaris-kasih-allah\/\">DIUTUS SEBAGAI MISIONARIS KASIH ALLAH<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;DIUTUS SEBAGAI MISIONARIS KASIH ALLAH&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/diutus-sebagai-misionaris-kasih-allah\/embed\/#?secret=qAevV0X8to#?secret=yPG96j3i2y\" data-secret=\"yPG96j3i2y\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 06 Februari 2025 Peringatan St Paulus Miki Markus 6:7-8a (Mrk 6:7-13) Yesus memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, dan berpesan kepada&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-71593","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/71593","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=71593"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/71593\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":71624,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/71593\/revisions\/71624"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=71593"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=71593"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=71593"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}