{"id":71461,"date":"2025-02-04T09:53:22","date_gmt":"2025-02-04T02:53:22","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=71461"},"modified":"2025-02-04T09:53:22","modified_gmt":"2025-02-04T02:53:22","slug":"selasa-04-februari-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=71461","title":{"rendered":"Selasa, 04 Februari 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 04 Februari 2025<br \/>\nMarkus 5:34 (Mrk 5:21-43)<br \/>\nKata-Nya kepada perempuan itu: &#8220;Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!&#8221;<\/p>\n<p>Semua Yang Kita Hrapkan Ada Pada Yesus<\/p>\n<p>Seorang perempuan yang sudah 12 tahun menderita sakit pendarahan, sembuh seketika, saat ia menjamah jubah Yesus. Tidak seperti biasanya orang datang kepada Yesus dan menyampaikan permohonan secara lisan, perempuan ini hanya berucap dalam hatinya, &#8220;Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.&#8221;<br \/>\nSentuhan kecil di ujung jubah Yesus oleh tangan penuh pengharapan dan iman, menarik keluar energi ilahi yakni kasih Allah dalam diri Yesus dan ia sembuh! Bukan hanya kesembuhan fisik yang ia dapatkan, lebih dari itu, ia mendapatkan keselamatan. Ia sembuh jiwa dan raganya. Hidupnya dipulihkan seutuhnya.<br \/>\nMari datang selalu pada Yesus. Semua yang kita harapkan terjadi pada kita terpenuhi dalam Yesus. Jamahlah hatiNya dengan doa yang penuh iman. Kita percaya Yesus tetap sama, dahulu sekarang dan sampai selamanya. Ia memberi kita anugerah serta kasih karunia jauh melampaui apa yang kita harapkan.<br \/>\nKita minta rejeki, Yesus memberikan kita Roh KudusNya sebagai jawaban untuk semua doa kita. Kita minta kesembuhan, Yesus memberikan kita keselamatan, yakni persatuan kita denganNya sampai kekal.<br \/>\nDalam kisah Injil hari ini, Yesus juga membangkitkan anak Yairus, kepala rumah ibadat. Orang berpikir sudah terlambat karena si gadis kecil yang sakit sudah meninggal. Bagi Yesus tidak ada kata terlambat. Ia selalu on time, ada pada waktunya.<br \/>\nPercayalah, Yesus sanggup memulihkan kita. Ia menjadikan segala sesuatu indah pada waktuNya. KepadaNya kita selalu berharap dan percaya. Kasih ilahiNya selalu mengalir di hidup kita.<\/p>\n<p>Selamat hari Selasa. Selalu ada harapan baru oleh kasih setia Tuhan\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 04 Feb 2025<br \/>\nSelasa Pekan Biasa IV<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mat 8:17<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 5:21-43<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMat 8:17<br \/>\nYesus memikul kelemahan kita,<br \/>\ndan menanggung penyakit kita.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 5:21-43<br \/>\nHai anak, Aku berkata kepadamu: Bangunlah!<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa, setelah Yesus menyeberang dengan perahu,<br \/>\ndatanglah orang banyak berbondong-bondong<br \/>\nlalu mengerumuni Dia.<br \/>\nKetika itu Yesus masih berada di tepi danau.<br \/>\nMaka datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus.<br \/>\nKetika melihat Yesus, tersungkurlah Yairus di depan kaki-Nya.<br \/>\nDengan sangat ia memohon kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati.<br \/>\nDatanglah kiranya, dan letakkanlah tangan-Mu atasnya,<br \/>\nsupaya ia selamat dan tetap hidup.&#8221;<br \/>\nLalu pergilah Yesus dengan orang itu.<br \/>\nOrang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia<br \/>\ndan berdesak-desakan di dekat-Nya.<\/p>\n<p>Adalah di situ seorang perempuan<br \/>\nyang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.<br \/>\nIa telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib,<br \/>\nsampai habislah semua yang ada padanya;<br \/>\nnamun sama sekali tidak ada faedahnya,<br \/>\nmalah sebaliknya: keadaannya makin memburuk.<br \/>\nDia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus.<br \/>\nMaka di tengah-tengah orang banyak itu<br \/>\nia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.<br \/>\nSebab katanya, &#8220;Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.&#8221;<br \/>\nSungguh, seketika itu juga berhentilah pendarahannya<br \/>\ndan ia merasa badannya sudah sembuh dari penyakit itu.<\/p>\n<p>Pada ketika itu juga Yesus mengetahui,<br \/>\nbahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya,<br \/>\nlalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya,<br \/>\n&#8220;Siapa yang menjamah jubah-Ku?&#8221;<br \/>\nMurid-murid-Nya menjawab,<br \/>\n&#8220;Engkau melihat sendiri<br \/>\nbagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu!<br \/>\nBagaimana mungkin Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?&#8221;<br \/>\nLalu Yesus memandang sekeliling-Nya<br \/>\nuntuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu.<br \/>\nMaka perempuan tadi menjadi takut dan gemetar<br \/>\nsejak ia mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya.<br \/>\nMaka ia tampil dan tersungkur di depan Yesus.<br \/>\nDengan tulus ia memberitahukan segala sesuatu kepada Yesus.<br \/>\nMaka kata Yesus kepada perempuan itu,<br \/>\n&#8220;Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.<br \/>\nPergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!&#8221;<\/p>\n<p>Ketika Yesus masih berbicara<br \/>\ndatanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata,<br \/>\n&#8220;Anakmu sudah mati!<br \/>\nApa perlunya lagi engkau menyusahkan Guru?&#8221;<br \/>\nTetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka<br \/>\ndan berkata kepada kepala rumah ibadat,<br \/>\n&#8220;Jangan takut, percaya saja!&#8221;<br \/>\nLalu Yesus tidak memperbolehkan seorang pun ikut serta,<br \/>\nkecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus.<br \/>\nDan tibalah mereka di rumah kepala rumah ibadat,<br \/>\ndan di sana Yesus melihat orang-orang ribut,<br \/>\nmenangis dan meratap dengan suara nyaring.<br \/>\nSesudah masuk, Yesus berkata kepada orang-orang itu,<br \/>\n&#8220;Mengapa kamu ribut dan menangis?<br \/>\nAnak ini tidak mati, tetapi tidur!&#8221;<br \/>\nTetapi mereka menertawakan Dia.<\/p>\n<p>Maka Yesus menyuruh semua orang itu keluar.<br \/>\nLalu Ia membawa ayah dan ibu anak itu,<br \/>\ndan mereka yang bersama-sama dengan Yesus<br \/>\nmasuk ke dalam kamar anak itu.<br \/>\nLalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya, &#8220;Talita kum,&#8221;<br \/>\nyang berarti: &#8220;Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!&#8221;<br \/>\nSeketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan,<br \/>\nsebab umurnya sudah dua belas tahun.<br \/>\nSemua orang yang hadir sangat takjub.<br \/>\nDengan sangat Yesus berpesan kepada mereka,<br \/>\nsupaya jangan seorang pun mengetahui hal itu,<br \/>\nlalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cAsal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.\u201d (Mrk 5: 28).<\/p>\n<p>Injil hari ini berkisah tentang penyembuhan anak Yairus dan seorang perempuan yang sudah duabelas tahun lamanya menderita pendarahan. Baik Yairus dan perempuan yang menderita sakit pendarahan itu datang kepada Yesus dengan ketidakberdayaan mereka. Tidak ada solusi yang mungkin bagi perempuan yang menderita pendarahan itu dan anak perempuan Yairus yang sudah hampir mati atau mungkin sudah mati pada saat Yesus sampai di rumah mereka.<\/p>\n<p>Namun, keduanya datang kepada Yesus dengan iman yang besar! Yairus secara terbuka meminta Yesus untuk datang ke rumah-Nya untuk putrinya. Mungkin teman-temannya amat heran dengan perilakunya, sebagai seorang pemimpin sinagoga, dia seharusnya tidak mengemis pada seorang nabi dari Nazareth yang mengundang tanya itu. Namun kita juga memahami bagaimana seorang ayah yang putus asa rela melakukan apa saja ketika kehidupan anaknya dipertaruhkan.<\/p>\n<p>Di sisi lain perempuan yang menderita pendarahan menahun itu diam-diam menyentuh jumbai jubah Yesus. Dia datang diam-diam, takut ketahuan, karena menurut agama Yahudi ia adalah seorang yang najis. Tapi dia nekat, dia hanya memiliki satu hal dalam pikirannya, melampaui rasa takut dan putus asa, yaitu keyakinannya bahwa ia akan sembuh.<\/p>\n<p>Keyakinan iman dan harapan mereka terbayar lunas! Yesus berkata kepada Yairus untuk percaya ketika orang-orang mengatakan kepadanya bahwa anaknya telah mati. Yesus juga berkata kepada perempuan yang dengan rendah hati berlutut di hadapan-Nya setelah disembuhkan, &#8220;Imanmu telah menyelamatkan engkau.&#8221;<\/p>\n<p>Apapun masalah atau kesulitan kita, siapa pun kita, kapan pun kita mendekati Yesus dengan iman yang tulus dan jujur, Ia akan datang tanpa syarat, dengan cara-Nya yang luar biasa untuk menyelamatkan kita. Ia tidak hanya menyembuhkan kita dari kelemahan fisik, dari penyakit, dari rasa malu, dari rasa bersalah kita atau dari cacat sosial; Yesus datang untuk memulihkan martabat kita, kesatuan kita dengan keluarga, dengan komunitas dan seluruh Gereja dan kesatuan kita dengan Pencipta kita.<\/p>\n<p>Dengan harapan dan iman yang tulus kita jalani peziarahan harapan di tahun Yubileum ini.<\/p>\n<p>Ya Yesus, terima kasih atas karunia iman. Ku angkat kepada-Mu segala sesuatu yang menyusahkanku, karena aku tahu Engkau memegang kendali atas segala sesuatu. Berilah aku kedamaian. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Teguh dalam iman dan pengharapan! \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"NqhMojNmjJ\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/harapan-dan-iman-yang-tulus\/\">HARAPAN DAN IMAN YANG TULUS<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;HARAPAN DAN IMAN YANG TULUS&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/harapan-dan-iman-yang-tulus\/embed\/#?secret=TB4Q0rawB8#?secret=NqhMojNmjJ\" data-secret=\"NqhMojNmjJ\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 04 Februari 2025 Markus 5:34 (Mrk 5:21-43) Kata-Nya kepada perempuan itu: &#8220;Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!&#8221; Semua Yang Kita Hrapkan Ada Pada Yesus&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-71461","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/71461","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=71461"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/71461\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":71462,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/71461\/revisions\/71462"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=71461"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=71461"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=71461"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}