{"id":71420,"date":"2025-02-03T20:41:13","date_gmt":"2025-02-03T13:41:13","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=71420"},"modified":"2025-02-04T10:00:57","modified_gmt":"2025-02-04T03:00:57","slug":"senin-03-februari-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=71420","title":{"rendered":"Senin, 03 Februari 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 03 Februari 2025<br \/>\nPeringatan St Blasius<br \/>\nMarkus 5:16-17 (Mrk 5:1-20)<br \/>\nOrang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceriterakan kepada mereka tentang apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu, dan tentang babi-babi itu. Lalu mereka mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka.<\/p>\n<p>_Harta Atau Nyawa?<\/p>\n<p>Injil hari ini mengisahkan bagaimana Yesus mengusir roh jahat yang kurang lebih 2000 jumlahnya dari dalam diri seorang Gerasa.<br \/>\nYesus datang membawa terang di tengah kegelapan dan membawa damai di tengah kekacauan dan keributan oleh orang yang kerasukan roh jahat itu.<br \/>\nDemi menyelamatkan jiwa orang itu, Yesus membiarkan roh-roh jahat itu pindah ke babi-babi hingga matilah semua babi itu tercebur ke dalam danau. Bagi Yesus jiwa manusia lebih penting dari babi-babi itu.<br \/>\nBagi orang yang berpikir ekonomis, tentu sayang bahwa 2000 babi itu mati begitu saja. Orang Gerasa para pemilik babi itu tentu marah pada Yesus karena kerugian finansial mereka. Tapi tindakan Yesus membuka kemunafikan mereka.<br \/>\nSeharusnya orang Gerasa tidak boleh memelihara babi karena mereka adalah orang Yahudi. Babi adalah binatang najis. Tapi demi uang, mereka memelihara babi-babi itu untuk dijual kepada orang non Yahudi. Tidak senang karena Yesus telah membuka aib mereka, mereka lalu mengusir Yesus pergi dari sana.<br \/>\nMereka tidak peduli dengan kebaikan yang dibuat Yesus bagi orang sekampungnya, karena bagi mereka, orang yang kerasukan itu tidak ada artinya dibanding harta milik mereka.<br \/>\nJangan sampai pertimbangan finansial ekonomis ini kita pakai mengukur relasi kita dengan Tuhan. Bahwa lebih baik harta daripada nyawa. Lebih baik mencari uang daripada ke gereja atau ikut ibadah. Orang merasa tidak ada untungnya bekerja buat Tuhan. Membuang-buang waktu saja.<br \/>\nOrang baru menyadari, ketika uang tak dapat membeli kesehatan, rumah yang megah tak menjamin orang bisa tidur nyenyak atau hidup rukun, barulah orang berteriak, Tuhan&#8230;Tuhan tolong kami !.<br \/>\nIngatlah kasih Yesus tidak tergantung seberapa kuat seruan permohonan kita, tapi seberapa terbuka pintu hati kita untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, yang jauh lebih berharga dari harta duniawi kita.<br \/>\nYesus mengerti bahwa kita perlu hidup bahkan Yesus pun ingin kita hidup sejahtera lahir batin. Karena itu Yesus bersabda, \u201ckumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya\u2026..Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.\u201d<\/p>\n<p>Semangat Senin! Mari bekerja mengumpulkan harta surgawi. Yesus memberkati kita.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 03 Feb 2025<br \/>\nSenin Pekan Biasa IV<br \/>\nPF S. Ansgarius, Uskup<br \/>\nPF S. Blasius, Uskup dan Martir<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Luk 7:16<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 5:1-20<br \/>\n*************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nLuk 7:16<br \/>\nSeorang nabi besar telah muncul di tengah kita,<br \/>\ndan Allah mengunjungi umat-Nya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 5:1-20<br \/>\nHai Roh Jahat, keluarlah dari orang ini!<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa,<br \/>\nsampailah Yesus dan murid-murid-Nya di seberang danau Galilea,<br \/>\ndi daerah orang Gerasa.<br \/>\nBaru saja Yesus turun dari perahu,<br \/>\ndatanglah kepadanya<br \/>\nseorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan.<br \/>\nOrang itu diam di sana<br \/>\ndan tidak ada lagi yang sanggup mengikatnya,<br \/>\ndengan rantai sekalipun!<br \/>\nSudah sering ia dibelenggu dan dirantai,<br \/>\ntetapi rantainya diputuskannya dan belenggu itu dimusnahkannya,<br \/>\nsehingga tidak ada seorang pun yang cukup kuat<br \/>\nuntuk menjinakkannya.<br \/>\nSiang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit<br \/>\nsambil berteriak-teriak dan memukuli diri dengan batu.<br \/>\nKetika melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya.<br \/>\nIa lalu menyembah-Nya, dan dengan keras ia berteriak,<br \/>\n&#8220;Apa urusan-Mu dengan aku,<br \/>\nhai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi?<br \/>\nDemi Allah, jangan siksa aku!&#8221;<br \/>\nKarena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya,<br \/>\n&#8220;Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!&#8221;<br \/>\nKemudian Yesus bertanya kepada orang itu, &#8220;Siapa namamu?&#8221;<br \/>\nJawabnya &#8220;Namaku Legion, karena kami banyak.&#8221;<br \/>\nIa memohon dengan sangat<br \/>\nsupaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu.<\/p>\n<p>Adalah di sana, di lereng bukit,<br \/>\nsekawanan babi sedang mencari makan.<br \/>\nLalu roh-roh itu meminta kepada Yesus, katanya,<br \/>\n&#8220;Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu,<br \/>\ndan biarkanlah kami memasukinya!&#8221;<br \/>\nYesus mengabulkan permintaan mereka.<br \/>\nLalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu.<br \/>\nMaka kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun<br \/>\ndari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.<\/p>\n<p>Maka larilah penjaga-penjaga babi itu!<br \/>\nMereka menceriterakan hal itu<br \/>\ndi kota dan di kampung-kampung sekitarnya.<br \/>\nLalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi.<br \/>\nMereka datang kepada Yesus<br \/>\ndan melihat orang yang kerasukan itu duduk;<br \/>\norang yang tadinya kerasukan legion itu,<br \/>\nkini berpakaian dan sudah waras.<br \/>\nMaka takutlah mereka.<br \/>\nOrang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceriterakan<br \/>\napa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu,<br \/>\ndan tentang babi-babi itu.<br \/>\nLalu mereka mendesak Yesus<br \/>\nsupaya Ia meninggalkan daerah mereka.<\/p>\n<p>Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu,<br \/>\norang yang tadinya kerasukan setan itu meminta,<br \/>\nsupaya ia diperkenankan menyertai Yesus.<br \/>\nTetapi Yesus tidak memperkenankannya.<br \/>\nYesus berkata kepada orang itu,<br \/>\n&#8220;Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu,<br \/>\ndan beritahukanlah kepada mereka<br \/>\nsegala yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu,<br \/>\ndan ceriterakanlah bagaimana Ia telah mengasihani engkau!&#8221;<br \/>\nOrang itu pun pergi, dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis<br \/>\nsegala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya<br \/>\ndan mereka semua menjadi heran.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**************;<\/p>\n<p>\u210d<\/p>\n<p>\u201cLalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia.\u201d (Mrk 5: 1 \u2013 2).<\/p>\n<p>Bacaan Injil hari ini mengisahkan penyembuhan orang yang kerasukan roh jahat di Gerasa. Saya mengundang Anda untuk merenungkan tiga hal sehubungan dengan penyembuhan orang Gerasa yang kerasukan roh jahat ini.<\/p>\n<p>Pertama, roh jahat membawa perpecahan. Orang yang kerasukan roh jahat mengalami perpecahan batin. Kita pun mengalaminya setiap kali kita berpaling dari Tuhan karena dosa yang telah kita lakukan. Bahkan perpecahan dalam keluarga, komunitas, dan masyarakat kita sering kali merupakan wujud dari pekerjaan si jahat. Si jahat menggoda kita dengan cara yang menarik, yakni mendewakan diri sendiri. Godaan itu akan membawa kita pada kehancuran.<\/p>\n<p>Kedua, kekuatan kejahatan harus diatasi dan dikalahkan, bukan dinegosiasikan. Saat kita jauh dari Kristus, si jahat tidak dapat dicegah dan tidak dapat dikendalikan; menciptakan kekacauan besar dan semua tampak tak berdaya. Tetapi, begitu kita menghadapi kejahatan dengan kuasa Kristus, iblis tidak dapat lagi melawan. Dosa dan kematian tidak memiliki masa depan ketika kita menghadapi mereka dengan kuasa Kristus, serta menaruh iman dan harapan kita kepada-Nya. Kita harus mengakui bahwa terlalu sering kita tergoda untuk berkompromi dengan dosa dan merasionalisasi tindakan kita. Tapi kita tidak bisa hidup berdampingan dengan kejahatan. Kejahatan harus dihancurkan, diusir dan dibuang dari kehidupan kita.<\/p>\n<p>Ketiga, iman akan Kristus harus dibagikan kepada orang lain. Orang yang kerasukan roh jahat itu dipenuhi dengan keinginan untuk mengikuti Kristus setelah disembuhkan, tetapi Kristus memberinya tugas lain. Dia ingin menyertai Yesus karena dia bersyukur telah dibebaskan dari dosa dan kematian, namun Kristus memerintahkannya untuk tetap tinggal dan memberikan kesaksian tentang kuasa dan belas kasih Tuhan. Yesus berkata kepadanya: &#8220;Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!&#8221; (Mrk 5: 19). Maka dia harus pulang dan memberi tahu keluarganya bahwa apa yang dia terima bukan hanya anugerah pribadi, tetapi harus dibagikan dan dikomunikasikan kepada sebanyak mungkin orang. Pesannya adalah bahwa Kristus mengalahkan dosa dan telah mematahkan cengkeraman iblis terhadap umat manusia.<\/p>\n<p>Mari kita renungkan, bagaimana saya memberi tempat bagi kuasa Kristus dalam diriku? Apakah saya dengan tegas melawan dosa dan kejahatan? Atau sering kali tergoda untuk berkompromi?<\/p>\n<p>Ya Yesus, bebaskan kami dari segala yang jahat!<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas di pekan yang baru. Lawan si jahat! \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"HHafXJesDD\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/melawan-roh-jahat\/\">MELAWAN ROH JAHAT<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;MELAWAN ROH JAHAT&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/melawan-roh-jahat\/embed\/#?secret=rCtIILC8IH#?secret=HHafXJesDD\" data-secret=\"HHafXJesDD\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 03 Februari 2025 Peringatan St Blasius Markus 5:16-17 (Mrk 5:1-20) Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceriterakan kepada mereka tentang apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu,&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-71420","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/71420","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=71420"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/71420\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":71464,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/71420\/revisions\/71464"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=71420"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=71420"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=71420"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}