{"id":71278,"date":"2025-01-31T09:23:24","date_gmt":"2025-01-31T02:23:24","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=71278"},"modified":"2025-01-31T09:23:24","modified_gmt":"2025-01-31T02:23:24","slug":"jumat-31-januari-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=71278","title":{"rendered":"Jumat, 31 Januari 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 31 Januari 2025<br \/>\nPesta St Yohanes Bosco<br \/>\nMarkus 4:31:32 (Mrk 4:26-34)<br \/>\n\u201dHal Kerajaan Allah itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.&#8221;<\/p>\n<p>Ada Allah Di Balik Semua Pertumbuhan<\/p>\n<p>Sungguh indah dan penuh makna perumpamaan Yesus mengenai pertumbuhan Kerajaan Allah. Mulanya kelihatan begitu kecil dan tak diperhitungkan. Namun oleh kuasa Allah benih yang begitu kecil itu telah menjadi pohon yang besar dan menghasilkan buah yang melimpah serta tempat bernaung yang teduh bagi burung-burung di udara.<br \/>\nBegitulah hidup kita di tangan Tuhan. Bila Allah bertindak maka tak ada yang mustahil. Demikianlah yang dikisahkn dalam Kitab Suci. Daud yang kecil dan imut, kelihatan lemah dan tak sekuat kakak-kakaknya, dipilih Allah menjadi raja Israel. Betlehem yang kecil, kandang yang hina, gembala-gembala yang tak punya kedudukan, dan bayi kecil di Betlehem, serta semua kisah sejenis dalam Alkitab, sesungguhnya adalah kisah tentang kemahakuasaan Allah yang melampaui segala akal, dan daya cinta ilahiNya yang tak terkirakan. Salib sebagai lambang penghinaan dan tempat penjahat yang paling keji dihukum, telah menjadi lambang cinta Allah dalam diri Yesus yang tersalib untuk kita.<br \/>\nAdakah hal di dunia ini yang membuat kita kecil hati, putus asa dan tanpa harapan, merasa tak berdaya dan tak punya masa depan?<br \/>\nAllah adalah sumber pertumbuhan kita. Yesus telah diutusNya menemani kita berjalan bersama. Roh KudusNya telah ditanamkan dalam hati kita untuk kita terus bertumbuh dalam kasihNya dan menghasilkan banyak buah.<br \/>\nDi pihak kita, kita perlu merawat dan mengembangkan iman kita, berserah dan memberi diri untuk dibentuk oleh Allah melalui pelbagai peristiwa hidup agar kita mampu melihat ada Allah Trutunggal Mahkudus di semua proses pertumbuhan kita. Dengannya kita ikut memperluas Kerajaan Allah, menjadi saksi bagaimana \u201cAllah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.\u201d (Rom 8:28).<\/p>\n<p>Selamat hari baru. Mari ikut melebarkan Kerajaan Allah melalui hidup dan karya kita hari ini.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 31 Januari 2025 Pesta St Yohanes Bosco Markus 4:31:32 (Mrk 4:26-34) \u201dHal Kerajaan Allah itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-71278","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/71278","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=71278"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/71278\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":71279,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/71278\/revisions\/71279"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=71278"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=71278"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=71278"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}