{"id":70939,"date":"2025-01-24T09:05:41","date_gmt":"2025-01-24T02:05:41","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=70939"},"modified":"2025-01-24T09:05:41","modified_gmt":"2025-01-24T02:05:41","slug":"jumat-24-januari-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=70939","title":{"rendered":"Jumat, 24 Januari 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 24 Januari 2025<br \/>\nMarkus 3:14-15 (Mrk 3:13-19)<br \/>\nYesus menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan.<\/p>\n<p>Yesus Tidak Salah Pilih<\/p>\n<p>Yesus memilih ke 12 rasulNya untuk menyertai Dia. Kita tahu dalam kisah Injil bagaimana sikap dan karakter mereka ketika mengikuti Yesus. Ternyata kebanyakan mereka salah mengerti tugas perutusan Yesus. Mereka bertengkar satu sama lain untuk berebut siapakah yang terbesar di antara mereka.<br \/>\nPandangan mereka sempit dan cenderung salah tingkah. Berkali-kali harus ditegur karena tidak paham. Lebih parah lagi mereka lari kocar-kacir ketika Yesus ditangkap dan disalibkan. Yang paling menyedihkan, salah satu di antara mereka, Yudas Iskariot menjadi pengkhianat dan menjual Yesus. Petrus yang dianggap pemimpin para rasul begitu pengecut karena takut menderita bersama Yesus dan tega menyangkal Yesus sebagai sahabatnya.<br \/>\nApakah dengan begitu Yesus telah salah memilih murid-muridNya? Mungkin di mata manusia gagal, tapi tidak di mata Tuhan.<br \/>\nYesus bangkit dan mengutus Roh KudusNya menemani murid-muridNya. Hidup mereka diperbaharui dan semua yang terjadi di masa lalu mendapatkan cakrawala dan pemaknaan baru dalam terang Paskah Kristus.<br \/>\nItulah sebabnya mengapa Injil ditulis dan diwartakan. Agar seluruh peristiwa hidup manusia, dilihat dalam perspektif baru yakni perspektif Allah, yang mengutus Yesus PuteraNya untuk menebus dan menyelamatkan manusia, dengan menjadi Imanuel, Allah beserta kita.<br \/>\nKeterbatasan manusia tidak menjadi penghalang bagi Allah untuk menyatakan kuasa kasihNya, yang melampaui segala akal. Pengkhianatan Yudas, penyangkalan Petrus, akan menjadi kisah sepanjang masa mengenai jahatnya dosa. Namun kasih dan pengampunan Allah serta penebusan dan pemulihan hidup oleh kebangkitan Yesus, telah mengalahkan dosa dan kuasa kegelapan, dan diganti terang hidup baru, hidup di dalam Yesus.<br \/>\nKita semua yang mengikuti Yesus adalah orang-orang pilihan Allah. Kita dipilih Yesus dan di mata Yesus kita semua sangatlah berharga. KasihNya untuk kita mengatasi semua kelemahan dan keterbatasan kita. Hidup kita ada dalam tangan Tuhan dan oleh kuasa Allah segalanya mungkin bagi orang yang percaya pada Yesus dan berserah padaNya. Karena itu &#8220;Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.&#8221; (1 Kor 1:31).<\/p>\n<p>Selamat hari baru. Mari selalu mengandalkan Tuhan\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 24 Jan 2025<br \/>\nJumat Pekan Biasa II<br \/>\nPW S. Fransiskus dari Sales, Uskup dan Pujangga Gereja<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: 2Kor 5:19<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 3:13-19<br \/>\n************************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\n2Kor 5:19<br \/>\nDalam diri Kristus Allah mendamaikan dunia dengan Diri-Nya<br \/>\ndan mempercayakan warta perdamaian kepada kita.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 3:13-19<br \/>\nYesus memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya<br \/>\nuntuk menyertai Dia.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Pada suatu hari Yesus naik ke atas bukit.<br \/>\nIa memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya<br \/>\ndan mereka pun datang kepada-Nya.<br \/>\nIa menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia,<br \/>\nuntuk diutus-Nya memberitakan Injil,<br \/>\ndan untuk menerima dari Dia kuasa mengusir setan.<br \/>\nKedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah:<br \/>\nSimon, yang diberi-Nya nama Petrus,<br \/>\nYakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya,<br \/>\nyang keduanya Ia beri nama Boanerges,<br \/>\nyang berarti anak-anak guruh;<br \/>\nselanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas,<br \/>\nYakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot,<br \/>\ndan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.<\/p>\n<p>Demikianlah Sabda Tuhan.<br \/>\n***************************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cKemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan.\u201d (Mrk 3: 13 \u2013 15)<\/p>\n<p>Injil hari ini menginspirasi kita melalui panggilan dan misi kedua belas rasul. Undangan Yesus, yang dimulai dari beberapa orang dan berkembang menjadi sebuah komunitas, mengingatkan kita akan panggilan kita sendiri untuk menjadi murid dan mengemban misi. Perikop ini mendorong kita untuk memperbaharui hidup kita sebagai pengikut Tuhan di Tahun Yubileum ini.<\/p>\n<p>Yesus memanggil para rasul-Nya untuk sebuah misi ganda: untuk tinggal bersama dengan-Nya dan untuk diutus. Tujuan ganda ini mendefinisikan panggilan dan identitas Kristiani kita. Tinggal bersama Yesus berarti membina hubungan dengan-Nya melalui doa, refleksi dan hidup dalam komunitas. Ini adalah sebuah undangan untuk naik ke atas bukit (gunung), seperti yang Yesus lakukan, untuk bertemu dengan Tuhan secara intim. Perjalanan para rasul ke atas bukit (gunung) mencerminkan perjumpaan Musa dengan Tuhan, mendorong kita untuk memprioritaskan waktu kita &#8211; untuk berjalan bersama-Nya, naik ke atas gunung untuk berdoa dan menyendiri.<\/p>\n<p>Yang tidak kalah pentingnya adalah misi untuk pergi keluar, memberitakan Kabar Baik dan berdiri melawan kuasa-kuasa jahat yang mengasingkan dan menindas. Misi ini menantang kita untuk membawa harapan bagi mereka yang miskin, terpinggirkan, dan patah hati, seperti yang dilakukan oleh Yesus dan para rasul-Nya. Misi ini mengingatkan kita bahwa iman dan tindakan harus berjalan seiring.<\/p>\n<p>Para rasul, ditetapkan secara pribadi oleh Tuhan. Ini mencerminkan sifat panggilan Tuhan yang unik dan pribadi bagi kita masing-masing. Sama seperti para rasul diberi nama baru yang kaya akan makna, demikian juga kita dipanggil dengan nama kita untuk mengambil bagian dalam Perutusan Tuhan.<\/p>\n<p>Sebagai Peziarah Pengharapan, marilah kita terima panggilan untuk menjadi rasul-rasul-Nya: untuk berakar di dalam Kristus dan membawa terang-Nya kepada dunia. Marilah kita berdoa memohon kekuatan untuk melakukan perjalanan dengan setia sebagai komunitas yang membangun, misioner, dan penuh harapan.<\/p>\n<p>Aku adalah hamba-Mu yang hina dina, ya Tuhan. Pakailah aku sesuai kehendak-Mu. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Selamat merasul! \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"6m4wv6D08E\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/panggilan-anugerah-untuk-melayani\/\">PANGGILAN: ANUGERAH UNTUK MELAYANI<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;PANGGILAN: ANUGERAH UNTUK MELAYANI&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/panggilan-anugerah-untuk-melayani\/embed\/#?secret=bZXF1pmSOb#?secret=6m4wv6D08E\" data-secret=\"6m4wv6D08E\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 24 Januari 2025 Markus 3:14-15 (Mrk 3:13-19) Yesus menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan. Yesus Tidak Salah Pilih Yesus&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-70939","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/70939","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=70939"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/70939\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":70940,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/70939\/revisions\/70940"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=70939"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=70939"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=70939"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}