{"id":70730,"date":"2025-01-21T14:14:59","date_gmt":"2025-01-21T07:14:59","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=70730"},"modified":"2025-01-21T14:14:59","modified_gmt":"2025-01-21T07:14:59","slug":"selasa-21-januari-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=70730","title":{"rendered":"Selasa, 21 Januari 2025"},"content":{"rendered":"\r\n<p>Sabda Kehidupan<br \/>Selasa 21 Januari 2025<br \/>Markus 2:23-24 (Mrk 2:23-28)<br \/>Pada suatu kali, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum. Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: &#8220;Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?&#8221;<\/p>\r\n<p>Berpikirlah Positif<\/p>\r\n<p>Sikap orang Farisi terhadap Yesus dan murid-muridNya mewakili sikap orang yang berpikiran negatif dan cenderung melihat kesalahan atau kekurangan orang lain.<br \/>Yesus menegur cara pandang orang Farisi ini karena hanya didasarkan pada legalisme sempit. Yang penting ikut aturan, tanpa memahami kedalaman pesan-pesan Tuhan dalam pelbagai aturan yang ditetapkan dalam kitab Taurat.<br \/>Apalagi, bila sudah didasarkan pada rasa tidak suka, prasangka buruk, kebencian dan iri hati, serta pelbagai pikiran negatif lainnya. Bila demikian, apapun yang baik yang dilakukan orang akan dipandang buruk dan tidak sesuai. Orang jatuh pada sikap menghakimi orang lain.<br \/>Tanpa mengesampingkan semua aturan yang ada, Yesus mengajak kita untuk melihat lebih dalam, pada hakekat atau inti terdalam relasi kita dengan Tuhan dan sesama yakni cintakasih, kepercayaan, pengampunan.<br \/>Apapun tindakan kita, lakukanlah semuanya karena cinta. Bukan karena benci, marah, tidak suka dan sejenisnya. Cinta akan mendorong kita untuk berpikir positif dan jauh dari prasangka buruk.<br \/>Ada seorang anak yang punya 2 apel. Ibunya memintanya berbagi apel dengan adiknya. Anak itu langsung mengambil apel yang satu lalu menggigitnya. Demikian juga dengan apel yang lain. Ibunya tentu terkejut dengan sikap si anak. Tapi kemudian ia berkata kepada adiknya, \u201cIni yang lebih manis. Ambilah ini!.\u201d Ternyata ia ingin memberi yang lebih manis kepada adiknya maka ia lebih dahulu mencicipinya. Bukan karena ia tak rela berbagi apel.<br \/>Mari selalu masuk lebih dalam dan mengundang Roh Kudus menerangi hati dan budi kita sebelum melakukan apapun. Biarlah Roh Kudus menerangi hati dan budi kita untuk melakukan apapun terdorong oleh cinta kasih.<\/p>\r\n<p>Selamat hari Selasa. Jauhkan pikiran dari berburuk sangka. Tuhan Yesus menerangi hati kita.\u2764<br \/>Ps\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\r\n<p>&nbsp;<\/p>\r\n<p>Kalender Liturgi 21 Jan 2025<br \/>Selasa Pekan Biasa II<br \/>PW S. Agnes, Perawan dan Martir<br \/>Warna Liturgi: Merah<br \/>Bait Pengantar Injil: Ef 1:17-18<br \/>Bacaan Injil: Mrk 2:23-28<br \/>***************************************<\/p>\r\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>Ef 1:17-18<br \/>Bapa Tuhan kita Yesus Kristus <br \/>akan menerangi mata budi kita, <br \/>agar kita mengenal harapan panggilan kita.<\/p>\r\n<p><br \/>Bacaan Injil<br \/>Mrk 2:23-28<br \/>Hari Sabat diadakan untuk manusia, <br \/>dan bukan manusia untuk hari Sabat.<\/p>\r\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\r\n<p>Pada suatu hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, <br \/>dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum.<br \/>Maka kata orang-orang Farisi kepada Yesus, &#8220;Lihat! <br \/>Mengapa mereka berbuat sesuatu <br \/>yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?&#8221;<br \/>Jawab Yesus kepada mereka, <br \/>&#8220;Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, <br \/>ketika ia dan para pengiringnya kekurangan dan kelaparan?<br \/>Tidakkah ia masuk ke dalam Rumah Allah <br \/>waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Agung <br \/>lalu makan roti sajian<br \/>&#8211; yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam &#8211; <br \/>dan memberikannya juga kepada pengikut-pengikutnya?&#8221;<br \/>Lalu kata Yesus kepada mereka, <br \/>&#8220;Hari Sabat diadakan untuk manusia <br \/>dan bukan manusia untuk hari Sabat,<br \/>jadi Anak Manusia adalah Tuhan, juga atas hari Sabat.&#8221;<\/p>\r\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>***************************************<\/p>\r\n<p><br \/>SELALU MENGKRITIK SAMPAI LUPA MENGOREKSI DIRI SENDIRI<\/p>\r\n<p>\u201cBanyak orang suka mengkritik kesalahan dan kekurangan orang lain sampai lupa melihat dan mengoreksi kesalahan yang sama, yang ada pada dirinya sendiri.\u201d<\/p>\r\n<p>Sikap selalu melihat selembar di mata sesama dan lupa mengeluarkan balok di matanya terekspresi dalam sikap orang Farisi dalam kisah Injil hari ini:&#8221;Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: &#8220;Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?&#8221; ( ayat 24 )<\/p>\r\n<p>Pelajaran penting bagi kita di hari ini adalah:<\/p>\r\n<p>1) Sadarlah akan kesalahan dan kekurangan sendiri, lalu memperbaikinya sebelum berani mengkritik orang lain;<\/p>\r\n<p>2) Mengingatkan dan mengkritik orang lain dengan cara yang tidak mempermalukan mereka;<\/p>\r\n<p>3) Berikanlah jalan keluar kepada orang lain dari apa yang Anda kritik.<\/p>\r\n<p>Ingatlah bahwa kadang sifat selalu mengkritik selalu menutupi kekurangan yang ada dalam diri para pengkritik.<\/p>\r\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\r\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua. <br \/>( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211;\u00a0Duc\u00a0in\u00a0Altum\u00a0)<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&nbsp;<\/p>\r\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda KehidupanSelasa 21 Januari 2025Markus 2:23-24 (Mrk 2:23-28)Pada suatu kali, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum. Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: &#8220;Lihat! Mengapa mereka berbuat&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-70730","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/70730","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=70730"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/70730\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":70732,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/70730\/revisions\/70732"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=70730"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=70730"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=70730"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}