{"id":70245,"date":"2025-01-15T09:56:13","date_gmt":"2025-01-15T02:56:13","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=70245"},"modified":"2025-01-15T09:56:13","modified_gmt":"2025-01-15T02:56:13","slug":"rabu-15-januari-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=70245","title":{"rendered":"Rabu, 15 Januari 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 15 Januari 2025<br \/>\nMarkus 1:35 (Mrk 1;29-39)<br \/>\nPagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.<\/p>\n<p>Semuanya Dalam Doa, Sumber Kekuatan Kita<\/p>\n<p>Yesus selalu membuka hari dengan berdoa kepada BapaNya. Demikian juga saat selesai berkarya Yesus datang kepada BapaNya dalam doa.<br \/>\nDoa bagi Yesus adalah perjumpaan dari hati ke hati dengan BapaNya di surga agar apapun yang dilakukan Yesus sesuai dengan kehendak BapaNya.<br \/>\nBersatu hati dengan Bapa di surga itulah inti doa Yesus. Maka apa yang dilakukan Yesus, setiap keputusan yang diambilNya, seluruh hidup dan karyaNya, tak pernah lepas dari kesatuanNya dengan BapaNya, yang selalu menemaniNya, hadir bagiNya, dan berjalan bersamaNya.<br \/>\nSebagai manusia biasa dan sekaligus Allah, Yesus mengalami betapa Ia disanjung, dipuja-puji, dicari-cari dan diikuti banyak orang. Hal ini dapat membuatNya terlena dan lengah serta menjauh dari kehendak BapaNya.<br \/>\nYesus juga mengalami penolakan, sikap dan ujaran kebencian, iri hati pemuka Yahudi, ancaman fisik maupun mental. Kekuatan Yesus untuk menghadapi semuanya itu adalah kesatuanNya dengan BapaNya yang tak pernah meninggalkan Dia.<br \/>\nApa yang dialami Yesus juga kita alami. Baik yang menyenangkan maupun yang menyedihkan serta menyakitkan. Sebagaimana halnya Yesus selalu membuka hari dengan doa dan mewarnai seluruh hidupNya dengan kesatuanNya dengan Bapa di surga, demikian juga kita tak dapat berjalan sendiri dan mengandalkan kemampuan diri sendiri.<br \/>\nIngatlah ada kuasa kegelapan yang tidak senang bila kita dekat dengan Bapa kita di surga. Selalu ada kekuatan yang ingin menjatuhkan kita dan menggoda kita untuk mencari kesenangan dan menghindari pengorbanan dan derita. Mari kita selalu memulai hari dengan doa dan merenungkan Sabda Allah serta menutup hari dengan pujian syukur. Jangan biarkan kita terpisah dari Bapa di surga, dan dari Yesus yang setia menemani dan memegang tangan kita.<br \/>\nBerdoalah agar Roh Kudus menerangi budi dan hati kita. Biarlah suaraNya menjadi suara hati kita, sehingga semua keputusan, sikap dan tindakan kita sesuai dengan jalan yang ditunjuk Tuhan. Dalam doa kita bersandar sepenuhnya dalam rangkulan kasih Bapa, apapun yang terjadi dalam hidup kita.<br \/>\nResapi selalu dari awal sampai akhir doa Bapa Kami yang diajarkan Yesus bagi kita, niscaya hati kita terpaut selalu kepada hati Bapa di surga.<\/p>\n<p>Selamat hari Rabu. Diberkatilah semua niat baik dan karya kita hari ini.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 15 Jan 2025<br \/>\nRabu Pekan Biasa I<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 10:27<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 1:29-39<br \/>\n**************************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 10:27<br \/>\nDomba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku.<br \/>\nAku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 1:29-39<br \/>\nIa menyembuhkan banyak orang<br \/>\nyang menderita bermacam-macam penyakit.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Sekeluarnya dari rumah ibadat di Kapernaum,<br \/>\nYesus dengan Yakobus dan Yohanes<br \/>\npergi ke rumah Simon dan Andreas.<br \/>\nIbu mertua Simon terbaring karena sakit demam.<br \/>\nMereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus.<br \/>\nYesus pergi ke tempat perempuan itu,<br \/>\ndan sambil memegang tangannya Yesus membangunkan dia,<br \/>\nlalu lenyaplah demamnya.<br \/>\nKemudian perempuan itu melayani mereka.<br \/>\nMenjelang malam, sesudah matahari terbenam,<br \/>\ndibawalah kepada Yesus<br \/>\nsemua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan.<br \/>\nMaka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu.<br \/>\nIa menyembuhkan banyak orang<br \/>\nyang menderita bermacam-macam penyakit<br \/>\ndan mengusir banyak setan;<br \/>\nIa tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara,<br \/>\nsebab mereka mengenal Dia.<\/p>\n<p>Keesokan harinya, waktu hari masih gelap,<br \/>\nYesus bangun dan pergi ke luar.<br \/>\nIa pergi ke tempat yang sunyi, dan berdoa di sana.<br \/>\nTetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Yesus.<br \/>\nWaktu menemukan Yesus, mereka berkata:<br \/>\n&#8220;Semua orang mencari Engkau.&#8221;<br \/>\nJawab Yesus, &#8220;Marilah pergi ke tempat lain,<br \/>\nke kota-kota yang berdekatan,<br \/>\nsupaya di sana juga Aku memberitakan Injil,<br \/>\nkarena untuk itu Aku telah datang.&#8221;<br \/>\nLalu pergilah Yesus ke seluruh Galilea,<br \/>\ndan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka<br \/>\ndan mengusir setan-setan.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*****************************************<\/p>\n<p>ORA ET LABORA! Berdoalah dan bekerjalah!<br \/>\n(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)<\/p>\n<p>Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus dan orang2 lain.<\/p>\n<p>Kita sudah pernah mendengar ungkapan ORA ET LABORA! Berdoalah dan bekerjalah! Doa dan kerja itu saling melengkapi. Kalau yang satu diabaikan maka yang lain akan kehilangan daya, semangat dan rohnya. Salah satu bahaya dalam hal ini adalah orang (kita) begitu sibuk dengan pekerjaan dan karier (labora) sampai lupa memberi waktu dan tempat untuk berdoa dan berkomunikasi dengan Tuhan (ora). Orang seringkali HANYUT bahkan TENGGELAM dalam &#8220;lautan&#8221; pekerjaan\/kesibukan dan rutinitas sehari-hari.<\/p>\n<p>Yesus, dalam Injil hari ini memberikan SATU TELADAN YG BAIK kepada murid2Nya jaman dulu dan kepada kita &#8220;jaman now&#8221; utk memperhatikan dan menghayati serta mengamalkan keseimbangan antara kehidupan ORA ET LABORA. Bukan hanya kerja, kerja, kerja, tetapi juga berdoa. Ataupun sebaliknya. Yesus mengisahkan kesibukan atau pelayananNya di Kaparnaum. &#8220;Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam2 penyakit dan mengusir banyak setan (bekerja, labora); Ia tidak memperbolehkan setan2 itu berbicara&#8221; (Mrk. 1:34).<\/p>\n<p>Di tengah kesibukan pelayanan, pekerjaan, karirNya utk banyak orang, YESUS DENGAN SADAR DAN dengan TAHU DAN MAU MENGAMBIL WAKTU UNTUK HENING DAN BERDOA. &#8220;Pagi2 benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke TEMPAT YANG SUNYI dan BERDOA (ora) DI SANA&#8221; (Mrk. 1:35).<\/p>\n<p>Hanyut dan tenggelam dalam &#8220;lautan&#8221; pekerjaan bisa membuat kita MELUPAKAN atau MENJAUHKAN atau mengafker atau &#8220;mempensiunkan&#8221; TUHAN dari hidup dan karya kita. Kita diingatkan saat ini di sini untuk selalu &#8220;MENYEDIAKAN WAKTU DAN TEMPAT UTK TUHAN&#8221; di tengah kesibukan dan hidup di dunia ini. Waktu dan tempat yang standar bagi kita yang beriman Kristiani Katolik adalah Misa Harian (vakultatip) dan YANG WAJIB adalah MISA HARI MINGGU dan Hari2 Raya yang disamakan dengan hari Minggu. Dan tempat yang standar adalah di gereja, kapel atau di tempat ibadat darurat yang telah disepakati bersama (bukan di rumah kita) . Selain waktu itu dipersilahkan untuk bekerja, bekerja dan bekerja!! Selamat ora et labora!!!<\/p>\n<p>Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) MEMBERKATI kita sekalian yang menjaga keseimbangan antara ora et labora dalam hidup\u00a0ini.\u00a0Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 15 Januari 2025 Markus 1:35 (Mrk 1;29-39) Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Semuanya Dalam&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-70245","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/70245","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=70245"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/70245\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":70246,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/70245\/revisions\/70246"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=70245"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=70245"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=70245"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}