{"id":69881,"date":"2025-01-10T10:01:29","date_gmt":"2025-01-10T03:01:29","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=69881"},"modified":"2025-01-10T10:01:29","modified_gmt":"2025-01-10T03:01:29","slug":"jumat-10-januari-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=69881","title":{"rendered":"Jumat, 10 Januari 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 10 Januari 2025<br \/>\nLukas 5:12-13 (Luk 5:12-16)<br \/>\nKetika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: &#8220;Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.&#8221; Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: &#8220;Aku mau, jadilah engkau tahir.&#8221; Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya.<\/p>\n<p>Selalu Menaruh Harapan Pada Yesus<\/p>\n<p>Menarik bahwa dalam kisah penyembuhan Yesus bagi si kusta, ia tidak datang untuk meminta tolong Yesus menyembuhkan dia. Ia datang pada Yesus untuk mengungkapkan imannya akan Yesus. Bukanlah permintaan si kusta yang menentukan tapi kemauan Yesus untuk turun tangan. Semuanya memungkinkan bila Yesus mau. Semuanya semata karena kemurahan hati Yesus.<br \/>\nUngkapan iman ini, sama persis dengan ungkapan iman Yesus akan penyelenggaraan BapaNya. \u201cBukan kehendakKu melainkan kehendakMu-lah yang terjadi.\u201d Inilah doa yang diajarkan Yesus bagi kita, \u201cjadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.\u201d<br \/>\nApapun penyakit kita, apapun permasalahan dan beban hidup kita, mari datang pada Yesus, menaruh segala harapan kita padaNya. Entah sembuh seketika, atau selesai seketika, atau harus menunggu lama hingga doa kita terkabul, atau bahkan tidak terkabul sama sekali, tak membuat kita risau, karena kita telah meletakkannya dalam tangan Tuhan.<br \/>\nBiarlah kita selalu tersungkur depan kaki Yesus, sujud menyembah Dia, membawa semua harapan kita padaNya, tunjukkan pada Yesus bahwa kita adalah \u2018peziarah pengharapan.\u2019 Kita tetap berharap dan percaya, Tuhan Yesus mendengar semua doa kita, Ia selalu peduli dan segera bertindak. Jangan berhenti berdoa, berharap dan percaya.<\/p>\n<p>Tetap semangat apapun yang kita hadapi, Yesus ada bersama kita\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 10 Jan 2025<br \/>\nJumat Masa Natal<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mat 4:23<br \/>\nBacaan Injil: Luk 5:12-16<br \/>\n**************************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMat 4:23<br \/>\nYesus memberitakan Injil Kerajaan Allah<br \/>\nserta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 5:12-16<br \/>\nYesus menyembuhkan seorang yang sakit kusta.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa Yesus berada di sebuah kota.<br \/>\nAda di situ seorang yang penuh kusta.<br \/>\nKetika melihat Yesus, tersungkurlah si kusta dan memohon,<br \/>\n&#8220;Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.&#8221;<br \/>\nMaka Yesus mengulurkan tangan-Nya menjamah orang itu,<br \/>\ndan berkata,<br \/>\n&#8220;Aku mau, jadilah engkau tahir!&#8221;<br \/>\nSeketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya.<br \/>\nYesus melarang orang itu<br \/>\nmemberitahukannya kepada siapa pun juga,<br \/>\ndan Ia berkata,<br \/>\n&#8220;Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam,<br \/>\ndan persembahkanlah untuk pentahiranmu<br \/>\npersembahan seperti yang diperintahkan Musa,<br \/>\nsebagai bukti bagi mereka.&#8221;<br \/>\nTetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar,<br \/>\ndan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya<br \/>\nuntuk mendengar Dia<br \/>\ndan untuk disembuhkan dari penyakit mereka.<br \/>\nAkan tetapi Yesus mengundurkan diri<br \/>\nke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*****************************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cLalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: &#8220;Aku mau, jadilah engkau tahir.&#8221; Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya.\u201d (Luk 5: 13)<\/p>\n<p>Kita baca kisah Yesus yang menyembuhkan seorang kusta dalam Injil hari ini. Untuk menyembuhkan penderita kusta itu, Yesus tidak hanya berbicara kepadanya, namun juga menjamah dia. Yesus menunjukkan kepada kita arah dan komitmen yang harus kita ambil dalam semangat Natal dan Tahun baru:<\/p>\n<p>\u2022 Kuasa sentuhan dan peneguhan. Si penderita kusta tidak hanya menderita penyakit secara fisik. Ia secara religius dan sosial terbuang, penyakitnya sering kali dianggap sebagai kutukan dari Allah. Ia \u201cdikarantina\u201d secara ekstrim. Bayangkan efek dari kata-kata Yesus baginya: \u201cAku mau, jadilah engkau tahir!\u201d. Rasakan betapa ia tergetar karena sukacita dan itu terasa di seluruh tubuhnya, ketika Yesus menjamahnya. Ada banyak orang yang \u201cdikarantina\u201d di sekitar kita, bukan karena sakit, tetapi karena hal-hal lain. Mari kita mengasihi sesama secara nyata. Mari, komunikasikan perhatian kita kepada sesama dengan sentuhan kasih, dan ungkapan-ungkapan lain yang membebaskan dan meneguhkan.<\/p>\n<p>\u2022 Tanda dan sarana rekonsiliasi. Dengan sentuhan yang menyembuhkan, Yesus tidak hanya memberikan kesembuhan fisik kepada si kusta. Ia memulihkan hubungan si kusta dengan keluarga, sahabat-sahabatnya dan masyarakat. Si kusta telah menderita karena disingkirkan, dan kini Yesus mendamaikan ia kembali dengan orang lain. Maka ia diminta untuk pergi memperlihatkan diri kepada imam dan memberikan persembahan atas pentahirannya seperti diperintahkan Musa, sebagai bukti secara sosial dan religius. Kita pun diutus untuk menjadi tanda dan sarana persatuan dan rekonsiliasi ketika terjadi intrik-intrik dan pengasingan. Seperti Yesus, kita pun harus bermomitmen untuk membangun jembatan, bukan pemisahan.<\/p>\n<p>\u2022 Kuasa doa. Kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka (5: 15). Tetapi Ia tidak mengorbankan waktunya untuk \u201cmenyendiri\u201d dan berdoa. Bahkan alam pun perlu kesunyian malam untuk disegarkan kembali bagi hari berikut. Demikian juga kita.<\/p>\n<p>Semoga kita semua mengikuti arah dan komitmen yang telah Yesus tunjukkan kepada kita.<\/p>\n<p>Tuhan, semoga perjumpaan kami satu sama lain juga menjadi \u201csentuhan\u201d yang menyembuhkan. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas hari ini. Selamat menyembuhkan. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"47i54uvTck\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/sentuhan-yang-menyembuhkan\/\">SENTUHAN YANG MENYEMBUHKAN<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;SENTUHAN YANG MENYEMBUHKAN&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/sentuhan-yang-menyembuhkan\/embed\/#?secret=K6kpQz6iYB#?secret=47i54uvTck\" data-secret=\"47i54uvTck\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 10 Januari 2025 Lukas 5:12-13 (Luk 5:12-16) Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: &#8220;Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.&#8221; Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-69881","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/69881","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=69881"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/69881\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69882,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/69881\/revisions\/69882"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=69881"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=69881"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=69881"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}