{"id":69687,"date":"2025-01-07T09:30:42","date_gmt":"2025-01-07T02:30:42","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=69687"},"modified":"2025-01-07T09:30:42","modified_gmt":"2025-01-07T02:30:42","slug":"selasa-07-januari-2025-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=69687","title":{"rendered":"Selasa, 07 Januari 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 07 Januari 2025<br \/>\nMarkus 6:34 (Mrk 6:30-34)<br \/>\nKetika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.<\/p>\n<p>Selalu Tergerak Hati Oleh Belaskasihan<\/p>\n<p>Sudah menjadi karakter Yesus bahwa Ia selalu tergerak hati oleh belaskasihan untuk menolong orang. Sekalipun Ia begitu lelah, belum makan dan perlu istirahat.<br \/>\nKata tergerak hati\u201d yang dipakai oleh penginjil Markus, diterjemahkan dari bahasa Yunani: \u2019Splagchnizomai\u2019 yang artinya \u2019kepekaan nurani untuk segera bertindak.\u2019 Gerakan hati ini selalu disertai reaksi organ tubuh seperti sakit perut. Maksudnya, bila tidak segera dilaksanakan maka organ tubuh di bagian perut akan bereaksi dan menimbulkan rasa sakit. Inilah yang terjadi bila misalnya orang terdesak untuk \u2018ke belakang\u2019 atau \u2018kebelet\u2019 maka harus segera dilaksanakan. Begitu juga dengan orang yang sangat lapar maka perutnya harus segera diisi.<br \/>\nOleh karena itu Uskup Socrates dari Manila pernah berkata bahwa bila orang didorong oleh cinta yang kuat, sama seperti dorongan perut yang sudah keroncongan dan harus segera diisi, itulah tandanya bahwa ia sungguh mencintai karena ia tidak bisa berlambat dan segera bertindak.<br \/>\nSikap hati yang sama dikenakan Yesus untuk orang Samaria yang baik hati, yang tergerak hatinya untuk menolong orang yang dirampok dan disiksa. Ia segera bertindak menolongnya. (Luk 10:33).<br \/>\nHati Yesus pasti tergerak melihat orang yang butuh pertolongan dan kasihNya. Ia tidak akan berlambat dan segera mengulurkan tangan.<br \/>\nJangan ragu untuk datang pada Yesus memohon belaskasihanNya. Yesus tetap sama dahulu dan sekarang dan sampai selamanya. Ia selalu peduli dan pasti bertindak. Tinggal kita sabar dan berserah.<br \/>\nDi pihak lain, semoga kita juga selalu peduli dan tergerak hati oleh belaskasihan dan segera mengulurkan tangan menolong orang lain. Jangan lupa menengadah ke langit dan mengucap syukur kepada Tuhan, hidup kita pasti melimpah dengan kasih untuk berbagi.<\/p>\n<p>Selamat hari Selasa. \u201cYa Yesus, jadikanlah hati kami seperti hatiMu.\u201d\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 07 Jan 2025<br \/>\nSelasa Masa Natal<br \/>\nPF S. Raimundus dari Penyafort, Imam<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Luk 4:18-19<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 6:34-44<br \/>\n**************************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nLuk 4:18-19<br \/>\nTuhan mengutus Aku menyampaikan kabar baik<br \/>\nkepada orang-orang miskin,<br \/>\ndan memberitakan pembebasan<br \/>\nkepada orang tawanan.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 6:34-44<br \/>\nDengan mempergandakan roti, Yesus menyatakan dirinya sebagai nabi.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Begitu banyak orang mengikuti Yesus.<br \/>\nKetika Yesus melihat jumlah orang yang begitu banyak,<br \/>\ntergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka,<br \/>\nkarena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala.<br \/>\nLalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.<br \/>\nKetika hari mulai malam,<br \/>\ndatanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata,<br \/>\n&#8220;Tempat ini sunyi, dan hari sudah mulai malam.<br \/>\nSuruhlah mereka pergi<br \/>\nsupaya mereka dapat membeli makanan<br \/>\ndi desa dan kampung-kampung di sekitar ini.&#8221;<br \/>\nTetapi jawab Yesus,<br \/>\n&#8220;Kamu harus memberi mereka makan!&#8221;<br \/>\nKata mereka kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Jadi, haruskah kami pergi membeli roti hanya dengan dua ratus dinar<br \/>\ndan memberi mereka makan?&#8221;<br \/>\nTetapi Yesus berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!&#8221;<br \/>\nSesudah memeriksanya, mereka berkata,<br \/>\n&#8220;Lima roti dan dua ikan.&#8221;<\/p>\n<p>Lalu Yesus menyuruh orang-orang itu<br \/>\nsupaya semuanya duduk berkelompok-kelompok<br \/>\ndi atas rumput hijau.<br \/>\nMaka duduklah mereka berkelompok-kelompok,<br \/>\nada yang seratus, ada yang lima puluh orang.<br \/>\nSetelah mengambil lima roti dan dua ikan itu,<br \/>\nYesus menengadah ke langit dan mengucap berkat,<br \/>\nlalu memecah-mecahkan roti itu<br \/>\ndan memberikannya kepada para murid,<br \/>\nsupaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu;<br \/>\nbegitu juga ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada mereka semua.<br \/>\nDan mereka semua makan sampai kenyang.<br \/>\nKemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti:<br \/>\ndua belas bakul penuh, belum termasuk sisa-sisa ikan.<br \/>\nYang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**************************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cKetika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala.\u201d (Mrk 6: 34)<\/p>\n<p>Bacaan Injil hari ini bertutur tentang Yesus yang memberi makan 5000 orang. Merenungkan bacaan Injil hari ini dalam cahaya perayaan Natal, kita diajak untuk memperhatikan tiga hal penting ini:<\/p>\n<p>\u2022 Hati yang berbelaskasih. Yesus menanggapi orang-orang yang mengikuti-Nya dengan hati seorang gembala. Mula-mula dikatakan bahwa \u201ctergeraklah Hati-Nya oleh belas kasihan, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Maka ketika para murid-Nya mengusulkan agar orang banyak itu disuruh pergi supaya dapat membeli makanan sendiri di desa-desa dan di kampung-kampung sekitar, Yesus justru menjawab mereka: \u201cKamu harus memberi mereka makan.\u201d Usul para murid adalah usaha untuk lepas tangan terhadap mereka. Usulan itu berasal dari keinginan untuk menghindar supaya tidak perlu repot-repot memberi mereka apa yang mereka butuhkan. Itu adalah pilihan untuk cari aman sendiri. Dan itu tidak pernah menjadi pilihan Yesus.<br \/>\n\u2022 Berpikir realistis. Yesus tidak mulai dengan rencana besar untuk memberi makan 5000 orang lebih. Ia bertanya kepada para murid suatu pertanyaan sederhana: \u201cBerapa banyak roti yang ada padamu?\u201d Mukjizat tidak jatuh dari langit, tetapi terjadi ketika manusia mengakui keterbatasannya dan membuka hatinya bagi campur tangan Allah.<br \/>\n\u2022 Karunia Ekaristi sebagai tanda dan sarana penyelenggaraan-Nya. Banyak ahli Kitab Suci yang mengatakan bahwa kisah penggandaan roti mempunyai detil-detil yang menunjuk pada Ekaristi. Melalui Ekaristi Yesus tetap dan terus menggandakan roti \u2013 kehadiran-Nya \u2013 bagi kebutuhan emosional, spiritual dan material kita.<\/p>\n<p>Saat kita mengawali langkah-langkah kita di tahun yang baru ini marilah kita berbelaskasih seperti Yesus. Janganlah kita lari dari tanggungjawab kita terhadap sesama. Kita beranjak dari sikap \u201cself referential\u201d yang berpusat pada diri sendiri, tinggal di zona nyaman, menuju pada hati yang berbelas kasih. Jika kita berbelakasih, apa yang ada pada kita diberkati dan akan menjadi berkelimpahan. Kita juga bersyukur karena kita selalu dibekali oleh Ekaristi sepanjang perjalanan peziarahan kita.<\/p>\n<p>Tuhan, semoga komunitas kami semakin menjadi komunitas yang melayani, mengasihi dan berbelarasa, terbuka untuk semua kebutuhan dan semua aspirasi yang adil. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Semakin beriman, bersaudara dan berbelarasa. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"X1dmNxrfNd\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/tergerak-oleh-belas-kasih\/\">TERGERAK OLEH BELAS KASIH<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;TERGERAK OLEH BELAS KASIH&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/tergerak-oleh-belas-kasih\/embed\/#?secret=CKGfPWviO2#?secret=X1dmNxrfNd\" data-secret=\"X1dmNxrfNd\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 07 Januari 2025 Markus 6:34 (Mrk 6:30-34) Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-69687","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/69687","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=69687"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/69687\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69688,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/69687\/revisions\/69688"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=69687"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=69687"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=69687"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}