{"id":69621,"date":"2025-01-06T10:07:31","date_gmt":"2025-01-06T03:07:31","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=69621"},"modified":"2025-01-06T10:07:31","modified_gmt":"2025-01-06T03:07:31","slug":"senin-06-januari-2025-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=69621","title":{"rendered":"Senin, 06 Januari 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 06 Januari 2025<br \/>\nMatius 4:12-14 (Mat 4:12-17, 23-25).<br \/>\nWaktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea. Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya.<\/p>\n<p>Blessing In Disguise<\/p>\n<p>Peristiwa yang tidak menyenangkan, bahkan sebuah bencana atau malapetaka, kesialan ataupun kegagalan, sakit dan derita, oleh kuasa kasih Allah menjadi sebuah berkat yang terselubung (blessing in disguise).<br \/>\nDitangkapnya Yohanes Pembaptis oleh Herodes, membuat Yesus tak bisa berkarya di Nazaret, karena Ia-pun kemungkinan ditangkap Herodes, penguasa kejam yang tak mau tersaingi dan tak bisa menerima kritikan. Yesus-pun menyingkir ke Galilea. Peristiwa ini justru menjadi kabar baik bagi daerah Zebulon dan Naftali yang dinamakan daerah kegelapan oleh banyaknya roh jahat dan kuasa kegelapan yang diam di sana. Kehadiran Yesus Sang Terang, menjadi berkat bagi penduduk Galilea. Para murid Yesus berasal dari sana. Para nelayan yang kemudian menjadi penjala manusia dan menjadi pembawa Terang Kristus.<br \/>\nAdakah dalam hidup ini, kita merasa gagal, tak berhasil, pintu berkat tertutup, seakan Tuhan tidak peduli dengan kesusahan kita? Percayalah akan rancangan Tuhan di balik semuanya itu. Jangan menyerah dan putus asa. Allah ada untuk menolong kita, Yesus menjadi Imanuel untuk menemani kita.<br \/>\nLihatlah tanda-tanda kehadiranNya, tanganNya yang sementara bekerja, menjadikan segala sesuatu indah pada waktuNya, sekalipun yang sedang kita alami begitu buruk dan berat. Peristiwa ini membuat iman kita kuat, asa kita terasah, dan cinta kita tak padam. \u201cSiapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus?\u201d Tak ada satupun. (Rom 8:35-39).<br \/>\nTetaplah berserah pada Tuhan, kita pasti dituntunNya ke jalan yang benar, kasihNya menyegarkan jiwa kita, kebajikan dan kemurahan Tuhan menyertai kita selalu. (Mzm 23).<\/p>\n<p>Semangat baru di pekan baru di tahun Yubileum 2025 ini.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 06 Jan 2025<br \/>\nSenin Masa Natal<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mat 4:23<br \/>\nBacaan Injil: Mat 4:12-17.23-25<br \/>\n*************************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMat 4:23<br \/>\nYesus memberitakan Injil kerajaan Allah<br \/>\nserta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 4:12-17.23-25<br \/>\nKerajaan Surga sudah dekat.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Ketika mendengar bahwa Yohanes Pembaptis ditangkap,<br \/>\nYesus menyingkir ke Galilea.<br \/>\nIa meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali,<br \/>\nsupaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:<br \/>\nTanah Zebulon dan tanah Naftali,<br \/>\njalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea,<br \/>\nwilayah bangsa-bangsa lain;<br \/>\nbangsa yang diam dalam kegelapan<br \/>\ntelah melihat Terang yang besar,<br \/>\ndan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut<br \/>\ntelah terbit Terang.<br \/>\nSejak waktu itu Yesus memberitakan,<br \/>\n&#8220;Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!&#8221;<\/p>\n<p>Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea;<br \/>\nIa mengajar dalam rumah-rumah ibadat<br \/>\ndan memberitakan Injil Kerajaan Allah<br \/>\nserta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan<br \/>\ndi antara bangsa itu.<br \/>\nMaka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria,<br \/>\ndan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya,<br \/>\nyang menderita pelbagai penyakit dan sengsara,<br \/>\nyang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh,<br \/>\nlalu Yesus menyembuhkan mereka.<br \/>\nMaka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.<br \/>\nMereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis,<br \/>\ndari Yerusalem, dari Yudea dan dari seberang Yordan.<\/p>\n<p>Demikianlah Sabda Tuhan.<br \/>\n******************************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cYesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu,\u201d [Mat 4: 23]<\/p>\n<p>Setelah misi Yohanes Pembaptis berakhir, Yesus pindah dari Nazaret ke Kapernaum, sebuah desa nelayan sederhana di sepanjang pantai barat Danau Genesaret. Tidak seperti kota-kota besar seperti Tiberias atau Magdala, arti penting Kapernaum terletak pada posisinya yang berada di \u201cJalan Laut\u201d, sebuah rute perdagangan utama, yang membuatnya menjadi pusat pertukaran budaya dan perdagangan.<\/p>\n<p>Matius menafsirkan kepindahan Yesus dengan mengutip nubuat Yesaya: \u201cBangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.\u201d (Yesaya 9:1-2). Galilea, yang dipandang rendah oleh para pemimpin Yahudi di Yerusalem sebagai daerah semi-kafir yang terdiri dari orang-orang yang tidak murni dan pemberontak, menjadi tempat di mana terang Kristus pertama kali bersinar. Pilihan Yesus untuk memulai misi-Nya di sini menggarisbawahi pilihan Allah bagi mereka yang terpinggirkan dan tersingkir, menggenapi visi Yesaya tentang keselamatan yang menjangkau mereka yang jauh dan terbuang.<\/p>\n<p>Matius merangkum misi Yesus: mengajar sebagai terang bagi semua orang, memberitakan pengharapan, dan menyembuhkan orang sakit. Tindakan-tindakan ini menunjukkan kasih Allah dengan cara yang nyata, mengajarkan kepada para murid bagaimana menciptakan umat dan masyarakat yang diperbarui.<\/p>\n<p>Misi Yesus, adalah misi kita. Sebagai pengikut-Nya, kita dipanggil untuk menghadapi pelbagai tantangan kehidupan dengan berani, mengulurkan harapan kepada mereka yang berada dalam situasi yang sulit, dan membawa terang Kristus ke dalam dunia. Misi-Nya terus berlanjut melalui kita, menciptakan fajar baru bagi mereka yang berada dalam kegelapan.<\/p>\n<p>Ya Tuhan, semoga kami di dunia ini mampu menjadi cahaya yang bersinar di dalam kegelapan, sebagai pribadi-pribadi yang berkomitmen untuk dunia yang lebih baik yang penuh kasih dan belarasa. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas di pekan yang baru. Bawalah terang Kristus! \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"0IKYUYyUCK\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/bawalah-terang\/\">BAWALAH TERANG<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;BAWALAH TERANG&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/bawalah-terang\/embed\/#?secret=KylemFErZR#?secret=0IKYUYyUCK\" data-secret=\"0IKYUYyUCK\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 06 Januari 2025 Matius 4:12-14 (Mat 4:12-17, 23-25). Waktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea. Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-69621","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/69621","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=69621"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/69621\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69622,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/69621\/revisions\/69622"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=69621"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=69621"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=69621"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}