{"id":69283,"date":"2025-01-02T08:52:17","date_gmt":"2025-01-02T01:52:17","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=69283"},"modified":"2025-01-02T08:52:17","modified_gmt":"2025-01-02T01:52:17","slug":"kamis-02-januari-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=69283","title":{"rendered":"Kamis, 02 Januari 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 02 Januari 2025<br \/>\nPesta St Basilius Agung dan St Gregorius dari Nazianze, abad IV_<br \/>\nYohanes 1:19-20,23 (Yoh 1:19-28)<br \/>\nInilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: &#8220;Siapakah engkau?&#8221; Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: &#8220;Aku bukan Mesias. Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.&#8221;<\/p>\n<p>Sadar Diri Dan Misi Kita Di Tahun Baru Ini<\/p>\n<p>Kesadaran diri Yohanes Pembaptis mengenai siapakah dia, untuk apa ia hadir ke dunia, apa yang seharusnya ia lakukan, dan apa sesungguhnya tanggungjawabnya terhadap Allah yang mengutusnya, kiranya membantu kita untuk membangun kesadaran diri di awal tahun yang baru ini dalam menjalani hidup dan karya kita, misi dan perutusan kita di dunia ini.<br \/>\nDari segi usia, Yohanes Pembaptis lebih tua dari Yesus. Dalam hubungan keluarga, Yesus harusnya memanggilnya &#8216;kakak&#8217;. Tapi Yohanes menempatkan Yesus di atas segalanya. Ia bahkan merasa tak layak membuka tali kasut Yesus. Yohanes juga pernah berkata, &#8220;Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil&#8221; (Yoh 3:30).<br \/>\nBagi Yohanes Pembaptis, bukanlah yang penting statusnya sebagai kakak bagi Yesus, atau bahwa dia harus dihormati sebagai senior. Tapi bahwa ia harus menjadi seperti yang Allah kehendaki dia lakukan untuk mempersiapkan kedatangan Yesus ke dunia. Bukan dia yang utama, melainkan Yesus yang harus ia wartakan dan muliakan.<br \/>\nDemikian juga halnya kita ada di dunia ini. Kini diperkenankan Tuhan untuk menjalani hidup di tahun 2025 ini. Kita bukan hanya hidup untuk tujuan kita, tapi untuk memuliakan Tuhan melalui hidup dan karya kita.<br \/>\nIngatlah bahwa kita adalah alat di tangan Tuhan dan kita diciptakan Allah untuk kemuliaanNya (Yes 43:7). Kata Paulus: \u201cSegala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!\u201d(Roma 11:36).<br \/>\nMari mengisi hari-hari hidup kita untuk memuliakan Allah. Mengembangkan semua karunia dan talenta yang Tuhan berikan untuk dapat sepenuhnya melayani Tuhan. Tambahkan selalu kompetensi baru, agar dapat lebih sungguh melayani dan mengasihi, baik Tuhan maupun sesama.<br \/>\nAd Maiorem Dei Gloriam, Demi Kemuliaan Allah yang lebih besar!<\/p>\n<p>Biarlah nama Tuhan dimuliakan dalam hidup dan karya kita di sepanjang tahun ini.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 02 Jan 2025<br \/>\nKamis Masa Natal<br \/>\nPW S. Basilius Agung dan S. Gregorius dari Nazianze, Uskup dan Pujangga Gereja<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Ibr 1:1-2<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 1:19-28<br \/>\n***************************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nIbr 1:1-2<br \/>\nDahulu kala<br \/>\ndengan pelbagai cara Allah berbicara kepada leluhur kita<br \/>\ndengan perantaraan para nabi;<br \/>\npada zaman akhir ini Ia berbicara kepada kita<br \/>\ndengan perantaraan Anak-Nya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 1:19-28<br \/>\nSesudah aku akan datang Dia yang sudah ada sebelum aku.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Inilah kesaksian Yohanes<br \/>\nketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus kepadanya<br \/>\nbeberapa imam dan orang-orang Lewi<br \/>\nuntuk menanyakan kepadanya, &#8220;Siapakah engkau?&#8221;<br \/>\nYohanes mengaku dan tidak berdusta, katanya,<br \/>\n&#8220;Aku bukan Mesias!&#8221;<br \/>\nLalu mereka bertanya kepadanya,<br \/>\n&#8220;Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?&#8221;<br \/>\nYohanes menjawab: &#8220;Bukan!&#8221;<br \/>\n&#8220;Engkaukah nabi yang akan datang?&#8221;<br \/>\nIa pun menjawab, &#8220;Bukan!&#8221;<br \/>\nMaka kata mereka kepadanya, &#8220;Siapakah engkau?<br \/>\nSebab kami harus memberi jawab kepada mereka<br \/>\nyang mengutus kami.<br \/>\nApakah katamu tentang dirimu sendiri?&#8221;<br \/>\nJawab Yohanes,<br \/>\n&#8220;Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun:<br \/>\nLuruskanlah jalan Tuhan<br \/>\nseperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.&#8221;<\/p>\n<p>Di antara orang-orang yang diutus itu<br \/>\nada beberapa orang Farisi.<br \/>\nMereka bertanya kepadanya,<br \/>\n&#8220;Mengapa engkau membaptis<br \/>\njikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia,<br \/>\ndan bukan nabi yang akan datang?&#8221;<br \/>\nYohanes menjawab kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Aku membaptis dengan air;<br \/>\ntetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia<br \/>\nyang tidak kamu kenal,<br \/>\nyaitu Dia yang datang kemudian dari padaku.<br \/>\nMembuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.&#8221;<\/p>\n<p>Hal ini terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan,<br \/>\ndi mana Yohanes membaptis orang.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n******************************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cDi tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.\u201d [Yoh 1: 26 &#8211; 27]<\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini, kita bertemu dengan Yohanes Pembaptis, seorang yang sangat menyadari perannya sebagai pemberita Kristus. Ketika ditanyai oleh para pemimpin agama, Yohanes dengan rendah hati menyangkal bahwa dirinya adalah Mesias, Elia, atau Nabi. Sebaliknya, ia mengidentifikasi dirinya sebagai \u201csuara yang berseru-seru di padang gurun, \u2018Luruskanlah jalan Tuhan\u2019.\u201d Kerendahan hati dan tujuan Yohanes mengingatkan kita akan panggilan kita untuk mempersiapkan orang lain untuk berjumpa dengan Kristus.<\/p>\n<p>Baptisan Yohanes, yang berpusat pada pertobatan dan penyucian, menunjuk kepada baptisan Yesus, yang membawa Roh Allah ke dalam hati orang-orang percaya. Pengakuan Yohanes bahwa ia tidak layak bahkan untuk membuka tali kasut dia yang akan datang sesudahnya mengajarkan kita untuk menghormati misi Kristus &#8211; sebuah misi yang jauh lebih besar daripada diri kita sendiri.<\/p>\n<p>Seperti Yohanes, kita dipanggil untuk menjadi saksi-saksi Terang. Kita bukanlah sumber dari Terang itu, tetapi kita dimaksudkan untuk memantulkannya, menuntun orang lain kepada kebenaran dan kasih Yesus. Dengan demikian, kita menggemakan perkataan Kristus: \u201cKamu adalah terang dunia\u201d (Matius 5:14). Teladan Yohanes Pembaptis menantang kita untuk bertanya, \u201cApakah saya mengizinkan terang Kristus bersinar melalui diri saya?\u201d<\/p>\n<p>Kehidupan Yohanes Pembaptis yang penuh kerendahan hati dan dedikasi memberikan kita sebuah teladan. Dia menerima perannya dengan jelas dan penuh keyakinan, tidak berfokus pada dirinya sendiri tetapi pada Dia yang dilayaninya. Dalam hidup kita, kita juga dapat menjadi suara yang berseru di padang gurun dunia yang sering kali diselimuti kegelapan, mempersiapkan hati untuk menerima Yesus.<\/p>\n<p>Ketika kita merenungkan teladan Yohanes, marilah kita berusaha untuk mewujudkan keberanian dan kerendahan hatinya, memastikan bahwa tindakan dan perkataan kita menuntun orang lain untuk mengenali dan mengikuti Kristus, Sang Terang Dunia.<\/p>\n<p>Tuhan, semoga Gereja dan kami semua dapat menjadi suara yang menunjuk kepada-Mu, menghantar orang kepada-Mu, sebagai sumber hidup, iman dan kebahagiaan kami. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Suarakan kebenaran Kristus! ! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"C6yQj6jGOI\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/suara-yang-berseru-seru\/\">SUARA YANG BERSERU-SERU<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;SUARA YANG BERSERU-SERU&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/suara-yang-berseru-seru\/embed\/#?secret=tM1b1HicwR#?secret=C6yQj6jGOI\" data-secret=\"C6yQj6jGOI\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 02 Januari 2025 Pesta St Basilius Agung dan St Gregorius dari Nazianze, abad IV_ Yohanes 1:19-20,23 (Yoh 1:19-28) Inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-69283","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/69283","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=69283"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/69283\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69284,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/69283\/revisions\/69284"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=69283"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=69283"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=69283"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}