{"id":69251,"date":"2025-01-01T20:05:26","date_gmt":"2025-01-01T13:05:26","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=69251"},"modified":"2025-01-01T20:05:31","modified_gmt":"2025-01-01T13:05:31","slug":"kamis-02-januari-2025-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=69251","title":{"rendered":"Kamis, 02 Januari 2025"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mazmur 36:30-31<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Mulut orang jujur menuturkan kebijaksanaan, dan lidahnya mengucapkan keadilan. Hukum Allah disimpan dalam hatinya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Suatu perencanaan matang pada permulaan tahun akan sangat membantu usaha mengisi tahun itu. Para perintis Gereja banyak jasanya bagi perkembangan selanjutnya. Greogorius dan Basilius merupakan perintis-perintis Gereja Eropa Timur. Sejak masih belajar mereka bersahabat dan bersama-sama mereka masuk biara. Basilius mengarahkan perhatiannya pada hidup membiara. Peraturan-peraturan hasil karyanya menjadi pola hidup membiara di Eropa Timur. Gregorius menjadi batrik di Istambul pada dan zamannya menjadi ahli teologi yang segani.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa:&nbsp;Allah Bapa, sumber kebenaran,&nbsp;Santo Basilius dan Santo Gregorius menjadi cahaya terang bagi Gereja-Mu berkat teladan dan pengajaran mereka.&nbsp;Semoga berkat doa restunya kami selalu mencari kebenaran-Mu dengan rendah hati serta mencintai dan menghayatinya dengan setia. Demi Yesus Kristus, \u2026<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes 2:22-28<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cApa yang telah kamu dengar harus tetap tinggal di dalam dirimu.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Anak-anakku terkasih, barangsiapa menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus, dia itu seorang pendusta! Dan barangsiapa menyangkal baik Bapa maupun Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengakui Anak, ia juga memiliki Bapa. Dan kamu, apa yang telah kamu dengar dari semula, itu harus tetap tinggal di dalam dirimu. Jika apa yang telah kamu dengar dari semula itu tetap tinggal di dalam dirimu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa. Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal. Semua ini kutulis kepadamu, yaitu mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu. Sebab di dalam dirimu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari Yesus. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan Yesus mengajar kamu tentang segala sesuatu \u2013 dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta \u2013 dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 98:1.2-3b.3c-4<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.<\/li>\n\n\n\n<li>Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari pada-Nya. Ia telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.<\/li>\n\n\n\n<li>Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U : Alleluya, alleluya, alleluya<br>S : (Ibr 1:1-2)&nbsp;<em>Dahulu kala dengan pelbagai cara Allah berbicara kepada leluhur kita dengan perantaraan para nabi; pada zaman akhir ini Ia berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 1:19-28<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cSesudah aku akan datang Dia yang sudah ada sebelum aku.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus kepadanya beberapa imam dan orang-orang Lewi untuk menanyakan kepadanya, \u2018Siapakah Engkau?\u2019 Yohanes mengaku dan tidak berdusta, katanya, \u201cAku bukan Mesias!\u201d Lalu mereka bertanya kepadanya, \u201cKalau begitu, siapakah engkau? Elia?\u201d Yohanes menjawab, \u201cBukan!\u201d \u201cEngkaukah nabi yang akan datang?\u201d Ia pun menjawab, \u201cBukan!\u201d Maka kata mereka kepadanya, \u201cSiapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?\u201d Jawab Yohanes, \u201cAkulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan seperti yang telah dikatakan Nabi Yesaya.\u201d Di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi. Mereka bertanya-tanya kepadanya, \u201cMengapa engkau membaptis jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?\u201d Yohanes menjawab kepada mereka, \u201cAku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.\u201d Hal ini terjadi di Betania yang di seberang Sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis orang.<br>Demikianlah Sabda Tuhan<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Antonius Tugiyatno SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Mariae.<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara\u2013saudari sahabat Resi Dehonian yang dikasihi oleh Tuhan, kita berjumpa kembali dalam Resi renungan singkat Dehonian edisi Kamis 2 Januari 2025. Hari ini Gereja memperingati St Balisilius Agung dan Gregorius dari Nanzianse. Bersama saya Romo Antonius Tugiyatno SCJ dari komunitas Tegal Sari Sumatera Selatan. Kita akan mendengarkan dan merenungkan Sabda Tuhan dari Injil Yohanes 1: 19-28. Marilah kita memulainya dengan membuat tanda kemenangan Tuhan, dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudari yang dikasihi oleh Tuhan, sebuah nama besar atau ketenaran atau popularitas biasanya menjadi harapan banyak orang. Terutama untuk zaman sosial media yang terus berkembang pesat, cukup marak pula suatu trend untuk dikagumi khalayak ramai. Seandainya ditanya siapa yang tidak ingin menjadi terkenal, mungkin hanya para rahib yang bertapa yang tidak membutuhkan hal itu. Menjadi populer dan dikagumi banyak orang karena kehebatan tidaklah salah, bahkan bisa jadi itu sesuatu yang amat baik. Namun bila ketenaran atau popularitas itu menjadikan orang kehilangan kerendahan hati, pada saat itulah kualitas manusiawi yang sudah baik menjadi menurun. Maka merenungkan kisah Yohanes Pembaptis yang mewartakan kedatangan sang Mesias juga Juru selamat dalam kisah Injil tadi, ada suatu kerendahan hati dan kebijaksanaan yang luar biasa. &nbsp;Ketika para imam dan orang Lewi menginterogasinya, Yohanes dengan tegas menjawab bahwa dia bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang dinantikan. Pernyataan Yohanes ini menunjukkan kerendahan hatinya yang sungguh amat tulus. Dia tidak menggunakan kesempatan untuk memperoleh popularitas.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudari yang dikasihi oleh Tuhan, menggali nilai yang lebih dalam tentang keutamaaan orang yang memiliki kerendahan hati dalam teladan sikap Yohanes saya merenungkan 2 hal :<\/h4>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Yohanes tidak membiarkan orang lain mendefinisikan dirinya dengan klaim yang salah. Ia dengan tegas menyatakan siapa dirinya dan siapa yang bukan dirinya. Hal ini mengajarkan kita untuk mengenal diri sendiri dalam terang kasih Allah, agar kita tidak terjebak dalam ambisi yang keliru atau pengakuan yang sia-sia. Yohanes memahami bahwa dirinya adalah alat yang dipakai oleh Tuhan Allah untuk mempersiapkan kedatangan Mesias. Ia tidak mencari kemuliaan bagi dirinya sendiri, tetapi mengarahkan semua perhatian kepada Kristus. Maka dalam hidup sehari-hari kita juga dipanggil untuk menjalani tugas dan tanggung jawab dengan rendah hati. Kita diajak untuk menyadari bahwa segala karunia dan keberhasilan adalah berasal dari Tuhan. Semua talenta dan bakat yang kita miliki adalah sarana untuk menjadikan segalanya lebih baik juga bagian untuk memuliakan nama Tuhan.<\/li>\n\n\n\n<li>Hidup Yohanes Pembaptis mengajarkan bahwa kebesaran sejati ditemukan dalam pelayanan dan kesetiaan kepada Allah. Dalam dunia yang sering kali mengagungkan kesombongan dan pengakuan diri, Yohanes menunjukkan jalan kerendahan hati dan pengabdian yang tulus.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Sebagai pengikut Kristus, kita diundang untuk menjadi \u201csuara yang berseru\u201d dalam kehidupan kita masing-masing. Kita tidak dipanggil untuk menjadi pusat perhatian, tetapi untuk menunjuk kepada Dia yang adalah Jalan Kebenaran dan Hidup. Biarlah hidup kita menjadi pantulan cahaya Kristus, sehingga dunia dapat melihat kehadiran Allah yang menyelamatkan melalui kasih dan kesaksian yang kita wartakan dengan rendah hati. Semoga hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita.<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAAN:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Terimalah kiranya, ya Bapa di surga,&nbsp;persembahan yang kami unjukkan dengan gembira para peringatan Santo Basilius dan Gregorius. Semoga kami selalu mendengarkan nasihat mereka dan menyerahkan jiwa raga kami seutuhnya kepada-Mu bersama persembahan roti dan anggur ini. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 Lukas 12:42<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dialah pengurus rumah yang setia dan bijaksana, yang diangkat Tuhan menjadi kepala atas semua hamba-hamba-Nya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa:&nbsp;Allah Bapa kami yang mahabaik,&nbsp;kami telah diajar oleh sabda Kristus, guru kami, dan disegarkan oleh kurban Kristus, santapan kami. Semoga dengan doa restu dan bantuan Santo Basilius dan Gregorius sabda-Mu kami wartakan dan kurnia cinta kasih-Mu kami bagikan. Demi Kristus, \u2026<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Resi-Kamis-02-Januari-2025-oleh-Rm.-Antonius-Tugiyatno-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Tegal-Sari-Sumatera-Selatan-Indonesia.mp3\">Resi-Kamis 02 Januari 2025 oleh Rm. Antonius Tugiyatno SCJ dari Komunitas SCJ Tegal Sari, Sumatera Selatan \u2013 Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2024\/12\/31\/kamis-02-januari-2025-peringatan-wajib-st-basilius-agung-dan-st-gregorius-dari-nazianze-uskup-dan-pujangga-gereja\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2024\/12\/31\/kamis-02-januari-2025-peringatan-wajib-st-basilius-agung-dan-st-gregorius-dari-nazianze-uskup-dan-pujangga-gereja\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=69251-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Santo&nbsp;Basilius Agung<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Basil the Great Bapa Gereja, Father of Eastern Monasticism<\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Santo Basilius adalah salah seorang pujangga besar Gereja. Ia lahir di Asia Kecil pada sekitar tahun 330 (sekarang daerah tersebut dikenal dengan nama Turki) Keluarga Santo Basilius Agung: nenek, ayah, ibu, dua saudara serta seorang saudarinya semuanya adalah orang kudus. Basilius bertemu dengan&nbsp;Gregorius dari Nazianzen dan menjadi sahabat karib di sekolah di Athena, Yunani. Disana, Basilius lalu dikenal sebagai seorang guru besar yang tersohor.<\/h4>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<h4 class=\"wp-block-heading\">\u201cBerikanlah makanan terakhirmu kepada pengemis yang mengetuk pintumu, dan percayalah akan belas kasihan Tuhan.\u201d&nbsp; (St.Basilius Agung)<\/h4>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Suatu hari, saudarinya yaitu St.Makrina, menyarankan agar ia menjadi seorang biarawan. Basilius mendengarkan nasehat baik saudarinya, lalu pergi ke tempat yang sunyi dan mendirikan biaranya yang pertama. Regula (=peraturan biara) yang ditetapkannya bagi para biarawannya amatlah bijaksana. Biara-biara Gereja Timur masih menerapkannya hingga saat ini.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Santa Basilius bersama santo Gregorius, menjadi imam dan kemudian Uskup. Mereka dengan berani berkhotbah menentang bidaah Arianisme yang menyangkal bahwa Yesus adalah Tuhan. Ajaran sesat ini membingungkan banyak orang.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Basilius selalu bersikap lembut dan murah hati. Ia selalu menyediakan waktu untuk menolong kaum miskin papa. Ia bahkan mendorong orang-orang miskin itu untuk menolong mereka yang lebih miskin dari mereka sendiri. \u201cBerikanlah makanan terakhirmu kepada pengemis yang mengetuk pintumu,\u201d desaknya, \u201cdan percayalah akan belas kasihan Tuhan.\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Basilius menyumbangkan segala miliknya dan membuka sebuah dapur umum. Di sana orang sering melihatnya mengenakan celemek dan melayani mereka yang lapar. Basilius wafat pada tahun 379 dalam usia empatpuluh sembilan tahun. Sementara Gregorius wafat pada tahun 390 dalam usia enampuluh tahun. Ia dimakamkan di Basilika St.Petrus di Roma<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Arti Nama<\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Berasal dari bahasa Yunani :&nbsp;<strong>\u0392\u03b1\u03c3\u03b9\u03bb\u03b5\u03b9\u03bf\u03c2 (Basileios)<\/strong>&nbsp;yang berarti :&nbsp;<strong>Raja<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Variasi Nama<\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Basileios, Basilius (Ancient Greek), Vasil (Bulgarian), Pasi (Finnish), Basile (French), Vasilios, Vasilis, Vassilis (Greek), Basilio (Italian), Vasil (Macedonian), Bazyli (Polish), Vasile, Vasilica (Romanian), Vasili, Vasiliy, Vasily, Vassily, Vaska, Vasya (Russian), Vasilije (Serbian), Basilio (Spanish), Vasyl, Wasyl (Ukrainian)<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sumber:&nbsp;<a href=\"https:\/\/katakombe.org\/para-kudus\/januari\/basilius-agung.html\">https:\/\/katakombe.org\/para-kudus\/januari\/basilius-agung.html<\/a><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Santo&nbsp;Gregorius dari Nazianze<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">The Christian Demosthenes, The Theologian<\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Gregorius dilahirkan di Asia Kecil pada tahun 330. Sekarang daerah tersebut dikenal dengan nama Turki. Orang tua Gregorius adalah St. Nonna dan St. Gregorius Tua. Gregorius bertemu dengan&nbsp;Basilius dan menjadi sahabat karib ketika bersekolah di Athena, Yunani.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Gregorius menjadi imam dan kemudian Uskup. Mereka dengan berani berkhotbah menentang bidaah Arianisme yang menyangkal bahwa Yesus adalah Tuhan. Ajaran sesat ini membingungkan banyak orang. Ketika menjadi&nbsp;Uskup Konstantinopel, Gregorius mempertobatkan banyak orang dengan khotbah-khotbahnya yang mengagumkan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Hal itu membuatnya hampir saja kehilangan nyawanya. Seorang pemuda berencana untuk membunuhnya. Pada saat-saat terakhir, pemuda tersebut bertobat serta memohon pengampunan dari Gregorius. St. Gregorius sungguh mengampuninya serta membawanya ke jalan yang benar dengan kelemahlembutan serta kebaikan hatinya.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Empatpuluh empat khotbah St. Gregorius, 243 suratnya, serta banyak puisinya kemudian diterbitkan. Buah penanya masih amat penting hingga saat ini. Banyak penulis mendasarkan karya-karya mereka pada buah penanya itu. Gregorius wafat pada tahun 390 dalam usia enampuluh tahun. Awalnya ia dimakamkan di kota Nazianze, lalu pada tahun 950 makamnya dipindahkan ke&nbsp;Church of the Holy Apostles di Konstantinopel.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada tahun 1204 relikwi Santo Gregorius bersama relikwi&nbsp;Santo Yohanes Krisostomus&nbsp;dijarah oleh para Kesatria Salib (Crusaders) dan dibawa ke kota Roma. Relikwi dua bapa Gereja ini laluu berada di kota Roma selama delapan ratus&nbsp; tahun. Pada bulan November 2004&nbsp;&nbsp;Paus&nbsp;Yohannes Paulus II&nbsp;mengembalikan relikwi dua orang Uskup Agung Konstantinopel ini kepada Gereja Orthodox.&nbsp; Patriark Konstantinopel saat itu (Patriark Bartholomew)&nbsp; menerima penyerahan relikwi ini pada tanggal 27 November 2004&nbsp; dalam sebuah upacara resmi di Basilika Santo Petrus di Roma.&nbsp; Relikwi kedua orang suci tersebut kini disemayamkan di Gereja Santo Georgius Konstantinopel (Istambul) Turki.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Arti Nama<\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Berasal dari nama&nbsp;Yunani&nbsp;&nbsp;\u0393\u03c1\u03b7\u03b3\u03bf\u03c1\u03b9\u03bf\u03c2&nbsp;(Gregorios), yang diturunkan dari&nbsp;kata&nbsp;&nbsp;\u03b3\u03c1\u03b7\u03b3\u03bf\u03c1\u03bf\u03c2&nbsp;(gregoros) yang berarti&nbsp;\u201cwaspada,&nbsp;waspada\u201c.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Variasi Nama<\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Gregory (English), Grigor, Krikor (Armenian), Grigor (Bulgarian), Grgur, Grga (Croatian), \u0158eho\u0159 (Czech), Gregers (Danish), Gr\u00e9goire (French), Grigol (Georgian), Gregor (German), Gregorios (Greek), Gergely, Gerg\u0151 (Hungarian), Gr\u00e9ag\u00f3ir (Irish), Gregorio (Italian), Gregorios, Gregorius (Late Greek), Grigorijs (Latvian), Grigor (Macedonian), Gregers (Norwegian), Grzegorz (Polish), Grigore (Romanian), Grigori, Grigoriy, Grigory, Grisha (Russian), Gregor, Griogair, Greig (Scottish), Gregor (Slovak), Grega, Gregor (Slovene), Gregorio, Goyo (Spanish), Greger (Swedish), Hryhoriy (Ukrainian), Grigor (Welsh)<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sumber:&nbsp;<a href=\"https:\/\/katakombe.org\/para-kudus\/januari\/gregorius-dari-nazianze.html\">https:\/\/katakombe.org\/para-kudus\/januari\/gregorius-dari-nazianze.html<\/a><\/h4>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_1713\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-69251-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Resi-Kamis-02-Januari-2025-oleh-Rm.-Antonius-Tugiyatno-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Tegal-Sari-Sumatera-Selatan-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Resi-Kamis-02-Januari-2025-oleh-Rm.-Antonius-Tugiyatno-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Tegal-Sari-Sumatera-Selatan-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Resi-Kamis-02-Januari-2025-oleh-Rm.-Antonius-Tugiyatno-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Tegal-Sari-Sumatera-Selatan-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Resi-Kamis-02-Januari-2025-oleh-Rm.-Antonius-Tugiyatno-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Tegal-Sari-Sumatera-Selatan-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=69251-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Resi-Kamis-02-Januari-2025-oleh-Rm.-Antonius-Tugiyatno-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Tegal-Sari-Sumatera-Selatan-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Kamis-02-Januari-2025-oleh-Rm.-Antonius-Tugiyatno-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Tegal-Sari-Sumatera-Selatan-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mazmur 36:30-31 Mulut orang jujur menuturkan kebijaksanaan, dan lidahnya mengucapkan keadilan. Hukum Allah disimpan dalam hatinya. PENGANTAR:&nbsp; Suatu perencanaan matang pada permulaan tahun akan sangat membantu usaha mengisi tahun itu. Para&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-69251","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/69251","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=69251"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/69251\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69253,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/69251\/revisions\/69253"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=69251"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=69251"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=69251"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}