{"id":69235,"date":"2025-01-01T10:29:11","date_gmt":"2025-01-01T03:29:11","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=69235"},"modified":"2025-01-01T10:29:11","modified_gmt":"2025-01-01T03:29:11","slug":"rabu-01-januari-2025-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=69235","title":{"rendered":"Rabu, 01 Januari 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 01 Januari 2025<br \/>\nTahun Baru 2025<br \/>\nHari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah<br \/>\nLukas 2:18-19 (Luk 2:16-21)<br \/>\nSemua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.<\/p>\n<p>Merenung Dan Berserah<\/p>\n<p>Segala puji dan syukur, hormat dan kemuliaan kita panjatkan kepada Tuhan, Allah Bapa yang Mahabaik, Yesus Allah Putra Penebus kita, dan Allah Roh Kudus yang setia menemani dan menguatkan kita, hingga dengan penuh sukacita kita dapat memasuki tahun yang baru, tahun penuh rahmat ini, Tahun Yubileum Agung 2025.<br \/>\nDi hari pertama di tahun yang baru ini, Injil suci memberi pesan yang sangat indah mengenai sikap iman yang bijak bagi kita dalam menyikapi segala sesuatu yang akan terjadi sepanjang tahun yang baru ini, yakni dengan meneladan sikap iman Bunda Maria: \u201dmenyimpan segala perkara dalam hati dan merenungkannya.\u201d<br \/>\nAda begitu banyak hal yang terjadi dalam hidup ini yang sulit kita mengerti. Maka kita perlu merenung dan bertanya pada Tuhan mengapa itu terjadi?<br \/>\nDemikian juga ada banyak keputusan dan tindakan yang keliru terjadi karena orang tak mau merenung dan berpikir panjang. Apalagi di era digital ini, jari tangan menekan keybord hp lebih cepat dari cara kerja otak mencerna informasi.<br \/>\nKita perlu \u201cpause\u201d atau istirahat sejenak, diam dalam refleksi, merenungkan perkara yang terjadi, sebelum bereaksi atau mengambil sikap. Semua yang terjadi kita bawa dalam doa. Undanglah Yesus dan mohon Roh KudusNya menerangi hati dan pikiran kita.<br \/>\nApa sesungguhnya yang Tuhan ingin sampaikan kepadaku melalui peristiwa ini? Apa kehendak Tuhan di balik semua yang terjadi ini? Bila kita bingung menjawabnya, teladanilah tanggapan iman Maria atas pelbagai rencana Tuhan yang sulit dimengerti, dengan berserah sambil berkata: \u201cAku ini hamba Tuhan. Terjadilah padaku menurut perkataanMu.\u201d<br \/>\nBerserah pada kehendak Tuhan adalah kebijaksanaan hidup untuk selalu menyatu hati dengan Tuhan. Ingatlah di Taman Getsemani, Yesus juga berkata yang sama: \u201cYa Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.&#8221;<br \/>\nApapun yang akan terjadi sepanjang tahun yang baru ini, kita berserah pada rancangan Tuhan yang indah. Yakinlah, kehendak Tuhan dan waktu Tuhan itulah yang terbaik.<br \/>\n\u201dYa Bapa, aku percaya rencana dan rancanganMu indah dalam hidupku. Hidupku aman dalam tanganMu. Terjadilah padaku menurut kehendakMu. Amin.\u201d<\/p>\n<p>Selamat Tahun Baru 2025. Imanuel, Allah beserta kita selalu\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 01 Jan 2025<br \/>\nRabu Masa Natal<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Ibr 1:1-2<br \/>\nBacaan Injil: Luk 2:16-21<br \/>\n************************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nIbr 1:1-2<br \/>\nDahulu kala<br \/>\ndengan pelbagai cara Allah berbicara kepada leluhur kita<br \/>\ndengan perantaraan para nabi,<br \/>\nPada zaman akhir ini Ia berbicara kepada kita<br \/>\ndengan perantaraan Anak-Nya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 2:16-21<br \/>\nMereka mendapati Maria, Yusuf dan Si Bayi.<br \/>\nPada hari ke delapan Ia diberi nama Yesus.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Setelah mendengar berita kelahiran penyelamat dunia,<br \/>\npara gembala cepat-cepat berangkat ke Betlehem,<br \/>\ndan mendapati Maria dan Yusuf<br \/>\nserta Bayi yang terbaring di dalam palungan.<br \/>\nKetika melihat Bayi itu,<br \/>\npara gembala memberitahukan<br \/>\napa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.<br \/>\nDan semua orang yang mendengarnya<br \/>\nheran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu.<br \/>\nTetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hati<br \/>\ndan merenungkannya.<br \/>\nMaka kembalilah gembala-gembala itu<br \/>\nsambil memuji dan memuliakan Allah<br \/>\nkarena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat;<br \/>\nsemuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.<br \/>\nKetika genap delapan hari umurnya,<br \/>\nAnak itu disunatkan,<br \/>\ndan Ia diberi nama Yesus,<br \/>\nyaitu nama yang disebut oleh malaikat<br \/>\nsebelum Ia dikandung ibu-Nya.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n****************************************<\/p>\n<p>MENYIMPAN SEGALA PERKARA DALAM HATI DAN MERENUNGKAN SERTA MELAKSANAKAN SERTA MENGHADAPI dan &#8220;MENANTANG&#8221;NYA DENGAN IMAN YANG PENUH<br \/>\n(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung , Keuskupan Ruteng)<\/p>\n<p>HARI RAYA SANTA MARIA BUNDA ALLAH<\/p>\n<p>(Hari Raya yang disamakan dengan Hari Minggu)<\/p>\n<p>Mengawali tahun 2025 ini, saya, anda pasti mempunyai rencana, niat, harapan, cita2 dan tekad tertentu. Saya, anda tentu berharap SEMUANYA ITU dapat terealisir selama tahun yang sedang dan AKAN berjalan ini. Namun saya, anda tdk tahu dg pasti APA YANG AKAN TERJADI di hari2 mendatang selama tahun 2025. Semuanya masih tanda tanya (?) untuk saya, anda. Seringkali terjadi hal2 yang di luar dugaan saya, anda dan tidak seperti yang diharapkan.<br \/>\nSebagai umat beriman Katolik, saya, anda memiliki Bunda Maria yang SETIA MENEMANI dan MENDAMPINGI perziarahan hidup saya, anda dan menjadi TELADAN bagi saya, anda dalam mengarungi hari2 hidup saya, anda sepanjang tahun 2025 ini.<\/p>\n<p>Hari ini saya, anda merayakan HARI RAYA SANTA MARIA BUNDA ALLAH. Pesta ini ditempatkan pada awal tahun dengan maksud untuk mengingatkan saya, anda dan mengajak saya, anda bahwa saya, anda mempunyai TOKOH TELADAN dan TEMAN dalam mengarungi perjalanan hidup sepanjang tahun 2025 yang masih serba tanda tanya untuk saya, anda. Maria seorang yang SUNGGUH BERIMAN DAN PENUH PENYERAHAN DIRI pada Tuhan. Ia sungguh taat dan setia kepada suara, rencana dan kehendak Tuhan Allah, meskipun banyak hal\/perkara yang dia belum mengerti. &#8220;Maria menyimpan segala perkara di dalam hatinya dan merenungkannya&#8221; (Luk. 2: 19). Dia rela menerima tugas luhur dan mulia sebagai BUNDA ALLAH.<\/p>\n<p>Tepat bahwa pada awal Tahun 2025 yang masih banyak tanda tanya ini, saya, anda diajak dan disadarkan lagi untuk membaharui IMAN dan PENYERAHAN DIRI saya, anda kepada Tuhan dan Bunda Maria agar saya, anda memperoleh RAHMAT, BERKAT, KEKUATAN dalam menapaki tahun 2025: Semoga Tuhan memberkati, melindungi, memelihara dan memberi saya, anda damai sejahtera ; Semoga Tuhan menyinari saya, anda dengan wajahNya dan memberi saya, anda Kasih Karunia ; Semoga Tuhan menghadapkan wajahNya kepada saya, anda dan memberi saya, anda damai sejahtera.<\/p>\n<p>Saya, anda diajak untuk melihat sisi CAMPUR TANGAN TUHAH ALLAH dalam setiap peristiwa hidup saya, anda selama tahun 2025 INI apapun keadaan, dgn satu keyakinan\/IMAN\/FAITH dasar dan kuat bahwa Tuhan PASTI memberikan HARAPAN (hope), CINTA (love), SUKACITA\/kegembiraan (joy), DAMAI (peace) dan KEBAHAGIAAN (happiness) YANG FULL\/PENUH kepada saya, anda. Dan agar saya, anda seperti Bunda Maria menyimpan segala perkara\/peristiwa hidup dalam hati dan merenungkannya&#8221; (Luk.2:19), serta melaksanakan dan &#8220;MENGHADAPI\/MENANTANG&#8221;nya apapun keadaan.<\/p>\n<p>Selamat mengarungi Tahun Baru 2025. Semoga DENGAN PERTOLONGAN DOA Santa Maria Bunda Allah, Allah Tritunggal Mahakudus (+) MEMBERKATI SAYA, ANDA sekalian pada tahun\u00a02025\u00a0ini.\u00a0Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 01 Januari 2025 Tahun Baru 2025 Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah Lukas 2:18-19 (Luk 2:16-21) Semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-69235","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/69235","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=69235"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/69235\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69236,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/69235\/revisions\/69236"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=69235"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=69235"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=69235"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}