{"id":68914,"date":"2024-12-29T09:37:10","date_gmt":"2024-12-29T02:37:10","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=68914"},"modified":"2024-12-29T09:37:10","modified_gmt":"2024-12-29T02:37:10","slug":"minggu-29-desember-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=68914","title":{"rendered":"Minggu, 29 Desember 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nMinggu 29 Desember 2024<br \/>\nPesta Keluarga Kudus: Yesus-Maria-Yosep<br \/>\nLukas 2:51-52 (Luk 2:41-52)<br \/>\nLalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.<\/p>\n<p>Menjadikan Keluarga Kita Keluarga Kudus<\/p>\n<p>Injil tidak menceritakan riwayat hidup Yesus di masa kecil. Lukas hanya menceritakan secuil peristiwa hilangnya Yesus kecil di Yerusalem saat keluarga kudus pergi ke Yerusalem merayakan Paskah tahunan. Namun peristiwa ini memberi gambaran yang penuh makna bagaimana Yesus berada dalam suka duka pengasuhan orangtuaNya.<br \/>\nBetapa Yosep dan Maria mencurahkan semua kasih sayangnya pada Yesus, mencari Dia sampai dapat, 3 hari lamanya, saat Ia tertinggal di Bait Allah.<br \/>\nKita teringat kisah Yesus mengenai \u2018anak yang hilang.\u2019 Ternyata Yesus juga pernah hilang, tapi orangtuaNya tak menyerah mencari Dia sampai dapat. Yesus sendiri telah mengalami betapa orangtuaNya telah menjadi saksi yang nyata bagiNya apa arti cinta dan pengorbanan orangtua. Karena itu Yesus mengajar kita doa keluarga, yakni doa Bapa Kami.<br \/>\nJadilah orangtua seperti Bapa di surga. Penuh cinta dan kasih sayang, panjang sabar dan bertanggungjawab, mendidik anak-anak dalam hikmat Allah.<br \/>\nJadilah anak-anak yang taat pada penuh cinta dan bakti pada orangtua. Bahasa Inggris keluarga adalah \u201cFamily\u201d. Kita perpanjang jadi \u201cFather And Mother, I Love You.\u201d _Pesta Keluarga Kudus hari ini mengingatkan kita betapa pentingnya keluarga sebagai gereja kecil, keluarga Allah, di mana cinta Allah, pengorbanan, kesetiaan, pengampunan dan kasih persaudaraan bertumbuh, menjadi pengalaman hidup nyata. Semoga teladan keluarga kudus di Nazaret menjadi inspirasi cinta kita akan keluarga: suami-istri, orangtua-anak, kakak beradik. Jadilah keluarga kudus. Jangan menyerah pada keadaan, hadirkan Kristus selalu dalam keluarga.<br \/>\n\u201dFamily that prays together stays forever.\u201d Keluarga yang berdoa bersama bertahan selamanya.\u201d<\/p>\n<p>Tuhan Yesus memberkati keluarga kita. Damai dan sekacita selalu dalam keluarga.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 29 Des 2024<br \/>\nMinggu Masa Natal<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Kis 16:14b<br \/>\nBacaan Injil: Luk 2:41-52<br \/>\n**************************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nKis 16:14b<br \/>\nBukalah hati kami, ya Tuhan,<br \/>\nsupaya kami memahami sabda Putera-Mu.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 2:41-52<br \/>\nYesus ditemukan orangtua-Nya<br \/>\nsedang duduk di tengah-tengah alim ulama.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Tiap-tiap tahun, pada hari raya Paskah,<br \/>\norang tua Yesus pergi ke Yerusalem.<br \/>\nKetika Yesus telah berumur dua belas tahun,<br \/>\npergilah mereka ke Yerusalem<br \/>\nseperti yang lazim pada hari raya itu.<br \/>\nSeusai hari-hari perayaan itu,<br \/>\nketika mereka berjalan pulang,<br \/>\ntinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya.<br \/>\nKarena mereka menyangka<br \/>\nbahwa Yesus ada di antara orang-orang seperjalanan mereka,<br \/>\nberjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya,<br \/>\nlalu baru mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan.<br \/>\nKarena tidak menemukan Dia,<br \/>\nkembalilah orangtua Yesus ke Yerusalem sambil terus mencari Dia.<br \/>\nSesudah tiga hari,<br \/>\nmereka menemukan Yesus dalam Bait Allah;<br \/>\nIa sedang duduk di tengah-tengah alim ulama,<br \/>\nsambil mendengarkan mereka,<br \/>\ndan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.<br \/>\nSemua orang yang mendengar Dia<br \/>\nsangat heran akan kecerdasan dan segala jawab yang diberikan-Nya.<\/p>\n<p>Ketika Maria dan Yusuf melihat Dia, tercenganglah mereka.<br \/>\nLalu kata ibu-Nya kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Nak, mengapa Engkau berbuat demikian terhadap kami?<br \/>\nLihatlah, Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.&#8221;<br \/>\nJawab Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Mengapa kamu mencari Aku?<br \/>\nTidakkah kamu tahu<br \/>\nbahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?&#8221;<br \/>\nTetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan Yesus kepada mereka.<br \/>\nLalu Yesus pulang bersama-sama mereka ke Nazaret;<br \/>\ndan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka.<br \/>\nDan Maria menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.<br \/>\nYesus makin bertambah besar,<br \/>\ndan bertambah pula hikmat-Nya,<br \/>\nIa makin besar, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*****************************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cIa pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia,\u201d (Luk 2: 51 \u2013 52).<\/p>\n<p>Hari ini adalah Pesta Keluarga Kudus. Apa yang membuat sebuah keluarga menjadi kudus? Kehadiran Tuhan yang membuat sebuah keluarga menjadi kudus. Apa yang membuat keluarga tidak kudus? Ketidakhadiran Tuhan. Ketika Tuhan tidak ada, kekosongan itu sering diisi dengan materialisme, keserakahan, kejahatan, ketidaksetiaan, yang semuanya tidak memberikan kedamaian sejati. Apakah Tuhan ada dalam keluarga Anda? Apakah nilai-nilai Injil dihargai dalam keluarga Anda?<\/p>\n<p>Lihatlah keluarga Anda hari ini. Ada tiga hal yang menjadi tanda keluarga yang baik: dekat dengan Tuhan; dekat satu sama lain; dekat dengan sesama. Beberapa keluarga dekat dengan Tuhan, tetapi mereka tidak dekat satu sama lain. Beberapa keluarga dekat dengan Tuhan dan satu sama lain, tetapi mereka tidak dekat dengan sesama. Dan bisa terjadi bahwa beberapa keluarga dekat satu sama lain dalam keluarga dan dekat dengan sesama yang lain tetapi mereka tidak dekat dengan Tuhan. Jadi, bagaimana keluarga anda?<\/p>\n<p>Dengan menjadi manusia sepenuhnya, Kristus tinggal dalam keluarga, sehingga Ia menguduskannya. Ia tahu bahwa misi-Nya adalah \u201cberada di rumah Bapa\u201d \u2013 melaksanakan kehendak Bapa. Namun \u201cIa pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka\u2026. dan \u201cIa makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.\u201d Betapa penting bagi-Nya kehidupan keluarga. Ia memberikan prioritas pada kehidupan di tengah keluarga. Bagaimana saya memberikan prioritas bagi keluarga?<\/p>\n<p>Hari ini di Gereja-Gereja Lokal, dipromulgasikan Tahun Yubileum yang bertema: \u201cPeziarahan Pengharapan.\u201d Dengan tinggal di dalam keluarga kudus, Yesus juga tinggal di keluarga kita masing-masing, dalam suka dan duka, dalam jatuh dan bangun. Bersama-Nya, peziarahan kita, peziarahan keluarga-keluarga kita, menjadi peziarahan penuh pengharapan.<\/p>\n<p>Ya, Yesus, tinggalah di tengah keluarga kami. Kuduskan keluarga kami. Amin.<\/p>\n<p>Selamat hari Minggu. Selamat pesta Keluarga Kudus. ! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"4RMWva6tP6\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/keluarga-sebuah-prioritas\/\">KELUARGA: SEBUAH PRIORITAS<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;KELUARGA: SEBUAH PRIORITAS&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/keluarga-sebuah-prioritas\/embed\/#?secret=6je73gNNfb#?secret=4RMWva6tP6\" data-secret=\"4RMWva6tP6\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Minggu 29 Desember 2024 Pesta Keluarga Kudus: Yesus-Maria-Yosep Lukas 2:51-52 (Luk 2:41-52) Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-68914","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/68914","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=68914"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/68914\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68915,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/68914\/revisions\/68915"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=68914"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=68914"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=68914"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}