{"id":68824,"date":"2024-12-28T08:47:48","date_gmt":"2024-12-28T01:47:48","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=68824"},"modified":"2024-12-28T08:47:48","modified_gmt":"2024-12-28T01:47:48","slug":"takut-di-ujung-2024-cemas-di-awal-2025-selamilah-kisah-natal-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=68824","title":{"rendered":"Takut di Ujung 2024? Cemas di Awal 2025? SELAMILAH KISAH NATAL INI!"},"content":{"rendered":"<p>Takut di Ujung 2024? Cemas di Awal 2025? SELAMILAH KISAH NATAL INI!<\/p>\n<p>Menjelang akhir tahun, mari kita merenungkan dua tanda luar biasa dalam narasi kelahiran Yesus: &#8220;seorang anak yang dibungkus dengan kain lampin&#8221; dan &#8220;yang diletakkan di palungan.&#8221; Apa makna mendalam dari tanda-tanda ini, dan bagaimana pesan sederhana ini berbicara tentang kerendahan hati, kasih Allah, dan harapan baru untuk umat manusia?<\/p>\n<p>Dalam video ini, Romo Koko mengajak Anda menggali misteri Natal yang penuh keajaiban. Dua tanda ini bukan hanya simbol, tetapi undangan untuk mengenal Allah yang hadir dalam kesederhanaan dan kedekatan-Nya dengan umat-Nya. Mari jadikan refleksi Natal ini sebagai panduan untuk menutup tahun 2024 dengan hati yang bersih, penuh syukur, dan harapan akan kasih yang lebih besar di tahun yang baru.<\/p>\n<p>Jangan lewatkan pesan ini yang membawa damai dan inspirasi untuk hidup kita. Like, comment, dan subscribe agar terus terhubung dengan konten-konten rohani lainnya!<\/p>\n<p>Sumber Romo Koko<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Takut di Ujung 2024? Cemas di Awal 2025? SELAMILAH KISAH NATAL INI! Menjelang akhir tahun, mari kita merenungkan dua tanda luar biasa dalam narasi kelahiran Yesus: &#8220;seorang anak yang dibungkus dengan kain lampin&#8221; dan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28971,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,2],"tags":[],"class_list":["post-68824","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-sekitar","category-tokoh","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/ki.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/68824","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=68824"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/68824\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68825,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/68824\/revisions\/68825"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/28971"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=68824"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=68824"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=68824"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}