{"id":68160,"date":"2024-12-21T16:48:46","date_gmt":"2024-12-21T09:48:46","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=68160"},"modified":"2024-12-21T16:48:46","modified_gmt":"2024-12-21T09:48:46","slug":"sabtu-21-desember-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=68160","title":{"rendered":"Sabtu, 21 Desember 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 21 Desember 2024<br \/>\nLukas 1:39-40 (Luk 1:39-45)<br \/>\nBeberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.<\/p>\n<p>Kasih Allah Dan Totalitas Pemberian Diri Kita<\/p>\n<p>Sesungguhnya kisah seputaran Natal Kristus, adalah kisah pengorbanan dan pemberian diri total dua keluarga kudus di Ain Karim (Zakharia dan Elisabet) dan di Nazaret (Yosep dan Maria), untuk menjadi pewarta kasih Allah bagi dunia.<br \/>\nKita ingat kisah Zakharia yang menjadi bisu dan Elisabet yang mengandung di usia tua. Lalu Yohanes Pembaptis anak mereka yang harus tinggal di hutan dan di padang gurun, terpisah dari keluarga, untuk mempersiapkan kedatangan Mesias.<br \/>\nDemikian juga Yosep dan Maria yang merelakan relasi pertunangan mereka \u201cterganggu\u201d oleh rencana Allah menghadirkan Putra Allah melalui keluarga ini. Bagaimana mereka harus ke Betlehem dan melahirkan Yesus di kandang hina.<br \/>\nNamun hati mulia anak-anak Allah ini, telah menjadi saksi betapa perpaduan cinta Allah dan pemberian diri total mereka, betapapun beratnya, telah membawa keselamatan kepada semua bangsa di segala masa.<br \/>\nKenanglah dengan penuh kagum, haru dan syukur, bagaimana Maria berjalan dari Nazareth ke Ain Karim sejauh 145 km lebih untuk membantu Elisabeth yang sedang mengandung di masa tuanya.<br \/>\nPertemuan dua wanita kudus ini, telah membawa sukacita anak-anak mereka, Yohanes dan Yesus, yang sekalipun keduanya kelak mati terbunuh oleh dosa manusia, telah menyelamatkan manusia dari dosa.<br \/>\nTidak mudah menjalankan misi perutusan Allah di dunia ini. Kerelaan hati, kesungguhan dan totalitas pemberian diri Maria-Yosep, Elisabeth-Zakharia, kiranya terus menginspirasi keluarga kita dan diri kita masing-masing, untuk memberi diri sepenuhnya, ambil bagian dalam karya penebusan Allah, sesuai panggilan dan perutusan kita masing-masing.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan. Mari menghadirkan Yesus dalam setiap perjumpaan kita.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 21 Des 2024<br \/>\nSabtu Masa Adven<br \/>\nPF S. Petrus Kanisius, Imam dan Pujangga gereja<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBacaan Injil: Luk 1:39-45<br \/>\n*************************************<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 1:39-45<br \/>\nSiapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Beberapa waktu sesudah kedatangan Malaikat Gabriel,<br \/>\nbergegaslah Maria ke pegunungan<br \/>\nmenuju sebuah kota di wilayah Yehuda.<br \/>\nIa masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.<\/p>\n<p>Ketika Elisabet mendengar salam Maria,<br \/>\nmelonjaklah anak yang di dalam rahimnya,<br \/>\ndan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus,<br \/>\nlalu berseru dengan suara nyaring,<br \/>\n&#8220;Diberkatilah engkau di antara semua wanita,<br \/>\ndan diberkatilah buah rahimmu.<br \/>\nSiapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?<br \/>\nSebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku,<br \/>\nanak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.<br \/>\nSungguh, berbahagialah dia yang telah percaya,<br \/>\nsebab firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************************************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE<\/p>\n<p>AKULAH YANG MENGANDUNGMU, TUHANKU<\/p>\n<p>\u201cBunda Maria memang bukan Tuhan tapi yang pasti bahwa ia adalah Bunda Tuhan yang diakui oleh Elisabet ketemu dikunjungi oleh Maria bahwa anak yang dikandungnya adalah Tuhan.\u201d<\/p>\n<p>Bukti kuat dari Kitab Suci tentang ke-Tuhan-an Yesus dan keistimewaan Bunda Maria sebagai wanita yang terpilih dan terberkati tercatat dalam kutipan berikut ini:\u201clalu berseru dengan suara nyaring: &#8220;Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?&#8221; ( ayat 42 &#8211; 43 )<\/p>\n<p>Karena itu, inilah yang harus Anda lakukan, yakni:<\/p>\n<p>1) Mengakui Yesus sebagai Tuhan dan menjadikan Maria sebagai Bunda rohanimu karena memang itulah yang dikehendaki oleh Yesus;<\/p>\n<p>2) Menghormati dan menjunjung tinggi Maria sebagai wanita terpilih dan terberkati karena peranannya dalam sejarah keselamatan yang tak tergantikan. Inilah kehendak dan keputusan Allah yang memilih Maria sebagai Bunda putra-Nya;<\/p>\n<p>3) Menghormati orang pilihan Tuhan adalah kewajiban dan ungkapan iman kita.<\/p>\n<p>Akhirnya ingatlah bahwa Bunda Maria memang bukan Tuhan dan Juruselamat, tapi menjadikannya sebagai Bunda rohani dan teladan iman adalah jalan terindah menjadi seorang murid Tuhan.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211;\u00a0Duc\u00a0in\u00a0Altum\u00a0)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 21 Desember 2024 Lukas 1:39-40 (Luk 1:39-45) Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-68160","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/68160","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=68160"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/68160\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68161,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/68160\/revisions\/68161"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=68160"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=68160"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=68160"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}