{"id":68068,"date":"2024-12-20T11:20:40","date_gmt":"2024-12-20T04:20:40","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=68068"},"modified":"2024-12-20T11:20:40","modified_gmt":"2024-12-20T04:20:40","slug":"jumat-20-desember-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=68068","title":{"rendered":"Jumat, 20 Desember 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 20 Desember 2024<br \/>\nLukas 1:38 (Luk 1:26-38)<br \/>\nKata Maria: &#8220;Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.&#8221;<\/p>\n<p>Belajar Beriman Dari Bunda Maria<\/p>\n<p>Sungguh bukan hal yang mudah bagi Maria memahami rencana Allah yang agung mulia namun tak terselami oleh akal budi manusia. Oleh Malaikat Gabriel disampaikan kepada Maria bahwa ia dipilih Allah untuk menjadi Bunda Yesus, Putra Allah. Tapi bagaimana mungkin hal itu terjadi karena ia belum bersuami? Jawab malaikat Gabriel, &#8220;Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.&#8221; (Luk 1:35,37).<br \/>\nMaria menanggapi rancangan Allah yang tak terselami ini berserah sepenuhnya pada kehendak Allah. Maka dengan rendah hati Maria berserah diri, \u201cSesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.&#8221;<br \/>\nKita semua menyadari bahwa tidaklah mudah mengikuti Yesus, menjalankan apa yang dikehendaki Allah. Bunda Maria menjadi model dan teladan bagi kita bagaimana mengikuti Yesus, yakni dengan berserah penuh pada kehendak Allah. Inilah yang dinamakan iman. Percaya penuh pada kehendak Allah.<br \/>\nKiranya sikap iman Maria dalam menanggapi rencana Allah dalam hidupnya, menjadi sikap iman kita. Ingatlah bahwa sikap iman yang sama ditunjukkan Yesus ketika Ia bermohon kepada Bapa di surga saat menghadapi derita salib. Di taman Getsemani, Yesus berdoa, \u201cYa BapaKu, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini daripadaKu. Tetapi bukanlah kehendakKu, melainkan kehendakMu-lah yang terjadi\u201d. Ungkapan iman yang sama Yesus ajarkan dalam doa Bapa Kami. \u201cJadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.\u201d<br \/>\nUngkapkanlah dalam setiap doa kita ungkapan iman ini sebagai tanda penyerahan diri kita sepenuhnya pada kehendak Allah.<\/p>\n<p>Selamat memasuki hari baru dengan berserah penuh pada kehendak Allah.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 20 Des 2024<br \/>\nJumat Masa Adven<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBacaan Injil: Luk 1:26-38<br \/>\n**************************************<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 1:26-38<br \/>\nEngkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Dalam bulan yang keenam<br \/>\nAllah mengutus malaikat Gabriel ke sebuah kota di Galilea,<br \/>\nbernama Nazaret,<br \/>\nkepada seorang perawan yang bertunangan<br \/>\ndengan seorang bernama Yusuf, dari keluarga Daud;<br \/>\nnama perawan itu Maria.<\/p>\n<p>Ketika masuk ke rumah Maria, malaikat itu berkata,<br \/>\n&#8220;Salam, hai engkau yang dikaruniai,<br \/>\nTuhan menyertai engkau.&#8221;<br \/>\nMaria terkejut mendengar perkataan itu,<br \/>\nlalu bertanya di dalam hati, apakah arti salam itu.<br \/>\nKata malaikat itu kepadanya,<br \/>\n&#8220;Jangan takut, hai Maria,<br \/>\nsebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.<br \/>\nSesungguhnya engkau akan mengandung<br \/>\ndan melahirkan seorang anak laki-laki,<br \/>\ndan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.<br \/>\nIa akan menjadi besar dan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi.<br \/>\nDan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud,<br \/>\nbapa leluhur-Nya.<br \/>\nIa akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub<br \/>\nsampai selama-lamanya,<br \/>\ndan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.&#8221;<br \/>\nKata Maria kepada malaikat itu,<br \/>\n&#8220;Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?&#8221;<br \/>\nJawab malaikat itu kepadanya,<br \/>\n&#8220;Roh Kudus akan turun atasmu,<br \/>\ndan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau;<br \/>\nsebab itu anak yang akan kaulahirkan itu<br \/>\nakan disebut kudus, Anak Allah.<br \/>\nDan sesungguhnya, Elisabet sanakmu itu,<br \/>\nia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya,<br \/>\ndan inilah bulan yang keenam bagi dia yang disebut mandul itu.<br \/>\nSebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.&#8221;<br \/>\nMaka kata Maria,<br \/>\n&#8220;Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan;<br \/>\nterjadilah padaku menurut perkataanmu itu.&#8221;<br \/>\nLalu malaikat itu meninggalkan Maria.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***************************************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201dSesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.\u201d [Luk 1: 38]<\/p>\n<p>Kunjungan malaikat Gabriel kepada Maria mengingatkan kita akan pola Allah dalam memilih orang-orang biasa untuk mencapai tujuan-tujuan yang luar biasa, seperti yang terlihat dalam diri Sarah, Hanna, dan ibu Samson. Para perempuan ini, seperti Maria, diundang ke dalam rencana penyelamatan Allah, yang menunjukkan bahwa kuasa Allah membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin.<\/p>\n<p>Paus Fransiskus berbicara tentang Maria sebagai murid yang sempurna yang mendengarkan, bertanya, dan menanggapi dengan penuh kepercayaan. Reaksi awal Maria &#8211; kebingungan dan kesadaran akan kondisi riil &#8211; mencerminkan orisinalitas yang mendalam. Dia tidak menerima begitu saja tetapi berusaha untuk memahami. Pertanyaannya, \u201cBagaimana hal ini dapat terjadi?\u201d menunjukkan imannya yang aktif dan bijaksana, bukan pasif. Demikian pula, di dunia saat ini, Paus Fransiskus memanggil kita untuk merangkul iman yang aktif, iman yang terlibat secara mendalam dengan Firman Tuhan dan menanggapi tanda-tanda zaman.<\/p>\n<p>Jaminan malaikat &#8211; \u201cJangan takut\u201d &#8211; tetap relevan saat ini. Di tengah ketidakpastian global, mulai dari krisis lingkungan hingga perpecahan sosial, jaminan ilahi ini mengundang kita untuk percaya kepada rencana Allah, bahkan ketika rencana itu berada di luar jangkauan kita. Tanggapan Maria &#8211; \u201cJadilah padaku menurut perkataan-Mu\u201d &#8211; menantang kita untuk menyerahkan diri kita kepada kehendak Allah dengan kerendahan hati dan keberanian, sebuah sikap yang Paus Fransiskus sebut sebagai \u201cpemuridan misioner.\u201d<\/p>\n<p>Segera sesudah ini, maria bergegas ke tempat tinggal Elisabet. Sebagaimana Maria melakukan perjalanan untuk melayani Elisabet, kita juga dipanggil untuk melakukan perjalanan bersama orang lain, membawa harapan dan solidaritas, terutama bagi mereka yang terpinggirkan atau membutuhkan. Dalam Gereja kita, hal ini berarti membangun jembatan pemahaman dan pelayanan di tengah-tengah perpecahan dan ketidakpastian.<\/p>\n<p>Maria, hamba Tuhan, memberikan teladan hidup pelayanan. Jawaban \u201cya\u201d yang diucapkannya bergema dalam setiap tindakan kasih yang kita lakukan, mengajarkan kita bahwa iman bukanlah sebuah hak istimewa melainkan sebuah pelayanan. Semoga kita, seperti Maria, mengatakan ya pada panggilan Tuhan hari ini.<\/p>\n<p>Bunda Maria, ajarlah kami untuk menjawab \u201cya\u201d terhadap panggilan dan tugas apapun yang Allah berikan kepada kami. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Bersama Maria menjawab \u201cYa\u201d. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"wtV4ll5Fw0\"><p><a href=\"https:\/\/heypasjon.com\/jadilah-padaku-menurut-perkataanmu-itu\/\">JADILAH PADAKU MENURUT PERKATAANMU ITU<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;JADILAH PADAKU MENURUT PERKATAANMU ITU&#8221; &#8212; REMAH SABDA\" src=\"https:\/\/heypasjon.com\/jadilah-padaku-menurut-perkataanmu-itu\/embed\/#?secret=FlAbX10YEM#?secret=wtV4ll5Fw0\" data-secret=\"wtV4ll5Fw0\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni\u00a0Astanto\u00a0MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 20 Desember 2024 Lukas 1:38 (Luk 1:26-38) Kata Maria: &#8220;Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.&#8221; Belajar Beriman Dari Bunda Maria Sungguh bukan hal yang mudah bagi&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-68068","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/68068","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=68068"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/68068\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68069,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/68068\/revisions\/68069"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=68068"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=68068"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=68068"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}