{"id":67754,"date":"2024-12-16T10:43:36","date_gmt":"2024-12-16T03:43:36","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=67754"},"modified":"2024-12-16T10:43:36","modified_gmt":"2024-12-16T03:43:36","slug":"senin-16-desember-2024-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=67754","title":{"rendered":"Senin, 16 Desember 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 16 Desember 2024<br \/>\nMatius 21:23 (Mat 21:23-27)<br \/>\nYesus masuk ke Bait Allah, dan ketika Ia mengajar di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi kepada-Nya, dan bertanya: &#8220;Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?&#8221;<\/p>\n<p>Kuasa Yang Sejati: Melayani<\/p>\n<p>Para imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi telah lama mendapatkan kedudukan dan status sosial yang tinggi di kalangan umat Israel. Maka ketika Yesus datang dan membuat mujizat, menyembuhkan orang sakit, mengusir setan dan membangkitkan orang mati, mereka semua merasa tersaingi bahkan terancam oleh orang baru yang lebih hebat dari mereka. Karena itu mereka mempertanyakan dari manakah otoritas yang diterima Yesus. Dari Tuhan atau manusia?<br \/>\nYesus tidak mau menanggapi pertanyaan seperti ini. Ia tahu pertanyaan ini datang dari rasa takut bahwa ada orang yang lebih besar dari mereka. Pertanyaan seperti ini sama dengan pertanyaan, \u2018siapakah yang terbesar dalam kerajaan Allah?\u2019 Inilah pertanyaan orang yang takut dianggap kecil, karena itu selalu ingin dianggap paling hebat, paling jago, paling pintar, paling berkuasa. Mereka menempatkan harga dirinya pada kuasa dan kelebihannya dibandingkan yang lain, maka mereka akan merasa terancam, bila ada orang atau kelompok lain yang lebih hebat.<br \/>\nYesus mengajar kita untuk rendah hati dan melayani. Kata Yesus, \u201cTidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.\u201d (Mrk 10:43-44).<br \/>\nMari memurnikan hati. Tidak perlu merasa terancam dengan kelebihan orang lain, apalagi merasa iri. Mari menjadi seperti Yesus, Tuhan kita yang punya hati sebagai hamba yang datang untuk melayani. Inilah kuasa yang sejati.<br \/>\nKita melayani bukan karena diberi kuasa dari siapapun, atau diperintah oleh atasan, tapi karena melayani adalah pilihan hidup kita.<\/p>\n<p>Selamat melayani Tuhan dan sesama. Itulah bahagia kita.\u2764<br \/>\nPs\u00a0Revi\u00a0Tanod\u00a0Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 16 Des 2024<br \/>\nSenin Masa Adven III<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mzm 85:8<br \/>\nBacaan Injil: Mat 21:23-27<br \/>\n***************************************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMzm 85:8<br \/>\nPerlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan,<br \/>\ndan berilah kami keselamatan-Mu.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 21:23-27<br \/>\nDari manakah pembaptisan yang diberikan Yohanes?<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Pada suatu hari Yesus masuk ke Bait Allah.<br \/>\nKetika Ia sedang mengajar,<br \/>\ndatanglah imam-imam kepala<br \/>\nserta pemuka-pemuka bangsa Yahudi kepada-Nya;<br \/>\nmereka bertanya,<br \/>\n&#8220;Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu?<br \/>\nDan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?&#8221;<br \/>\nJawab Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu,<br \/>\ndan jika kalian memberi jawabannya,<br \/>\nAku pun mengatakan kepada kalian<br \/>\ndengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.<br \/>\nNah, dari manakah pembaptisan yang diberikan Yohanes?<br \/>\nDari surga atau dari manusia?&#8221;<\/p>\n<p>Mereka lalu berunding satu sama lain,<br \/>\n&#8220;Jikalau kita katakan, &#8216;Dari surga,&#8217;<br \/>\nIa akan berkata kepada kita,<br \/>\n&#8216;Kalau begitu, mengapa kalian tidak percaya kepadanya?<br \/>\nTetapi jika kita katakan, &#8216;Dari manusia,&#8217;<br \/>\nkita takut kepada orang banyak,<br \/>\nsebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi.&#8221;<\/p>\n<p>Mereka lalu menjawab, &#8220;Kami tidak tahu.&#8221;<br \/>\nMaka Yesus pun berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Jika demikian, Aku pun tidak mau mengatakan kepada kalian<br \/>\ndengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n******************************************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE<\/p>\n<p>TIDAK PERLU MENJAWAB SEMUA PERTANYAAN<\/p>\n<p>\u201cAda banyak hal yang patut dipertanyakan kepadamu, namun Anda berhak untuk tidak menjawab semuanya, bukan karena Anda tidak memiliki jawaban, tapi mereka yang bertanya tidak pantas dan perlu untuk mendapatkan penjelasan atau jawaban darimu.\u201d<\/p>\n<p>Ada istilah bagus dari tanah papua yang kiranya cocok untuk menggambarkan tentang tidak perlunya memberi jawaban atau penjelasan kepada semua yang bertanya kepada kita, yakni: \u201cEPEN KAH?\u201d( Emangnya penting ya? ) Yesus pun dalam Injil hari ini merasa tidak perlu menjawab mereka yang mempertanyakan asal usul kuasa-Nya untuk mengajar dan melakukan mujizat :\u201cLalu mereka menjawab Yesus: &#8220;Kami tidak tahu.&#8221; Dan Yesuspun berkata kepada mereka: &#8220;Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.&#8221;( ayat 27 )<\/p>\n<p>Berdasarkan pada firman hari ini maka:<\/p>\n<p>1) Jawablah pertanyaan yang diajukan oleh orang lain sebagai pertanggung jawaban atas pengetahuan, keahlian dan pengalamanmu;<\/p>\n<p>2) Ada orang yang tidak layak mendapatkan jawaban atau penjelasan karena memang apa pun jawaban kita tidak akan diterima bila mereka telah mempertahankan sesuatu yang salah, yang dianggapnya benar;<\/p>\n<p>3) Diam memang selamanya bukan emas, namun dalam kondisi dan keadaan tertentu, diam diperlukan demi kebaikan banyak orang;<\/p>\n<p>4) Tidak perlu meladeni tipe orang tertentu, agar kita tidak menurunkan derajat dan level kita pada kebodohan mereka yang tidak disadari namun dengan sombong dipamerkan.<\/p>\n<p>Akhirnya sama seperti setiap orang memiliki hak untuk bertanya, maka jawablah bila ada keharusan, tapi tidak menjawab pun sering adalah jawaban terbaik demi sebuah nilai.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211;\u00a0Duc\u00a0in\u00a0Altum\u00a0)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 16 Desember 2024 Matius 21:23 (Mat 21:23-27) Yesus masuk ke Bait Allah, dan ketika Ia mengajar di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi kepada-Nya, dan bertanya: &#8220;Dengan kuasa manakah&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-67754","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/67754","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=67754"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/67754\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":67755,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/67754\/revisions\/67755"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=67754"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=67754"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=67754"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}